Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 01/08/2009 12:50 WIB

SBY Puji Hasil Lukisan Karya Anak-anak SD

Anwar Khumaini - detikNews
SBY Puji Hasil Lukisan Karya Anak-anak SD
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang ditemani istri, menantu dan cucunya Aira meninjau satu persatu peserta lomba cipta seni anak-anak tingkat nasional yang berlangsung di Istana Bogor. SBY kagum dengan hasil karya anak-anak yang menurutnya sangat bagus.

"Wah, bagus-bagus sekali hasilnya pasti juri-jurinya bingung semua," puji SBY saat meninjau peserta lomba lukis tingkat SD-SMP di Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (1/8/2009).

Tak cuma SBY yang kagum, Ibu Ani dan Annisa Pohan pun terkesima dengan hasil karya anak-anak tersebut. Sesekali sambil melihat peserta meneruskan lombanya, SBY mencium cucunya Aira, namun Aira cuek sambil manja digendong Ibu Ani.

Sebelumnya, SBY sempat disoraki ratusan peserta saat masuk ke arena lomba. Banyak di antara peserta berebutan untuk meminta foto bersama maupun bersalaman.

"Lanjutkan ya lomba menggambarnya," ujar SBY singkat kepada para peserta.

Di antara peserta lomba lukis, banyak peserta yang menjadikan wajah SBY sebagai objek gambar. Salah satu peserta menggambar SBY sedang menyanyi sementara Ibu Ani sedang main gitar. Ada juga yang menggambar SBY dan JK sedang berada di podium.

Pukul 12.00 WIB acara sementara dihentikan untuk istirahat. Dijadwalkan pada pukul 14.00 WIB SBY akan memberi masukan-masukan kepada peserta lomba.

(ape/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%