detikcom

Jumat, 31/07/2009 17:45 WIB

UPH DO Mahasiswanya karena Tak Disiplin

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - 20 Mahasiswa Universitas Pelita Harapan (UPH) Jurusan Pendidikan Guru dikeluarkan (drop out). Alasannya, seluruh mahasiswa tersebut telah melakukan tindakan indisipliner.

"Kami men-DO mahasiswa itu bukan karena mereka mempertanyakan izin dari kampus. Tapi karena mereka melakukan tindakan indisipliner," kata Humas UPH, Rosse saat dihubungi wartawan, Jumat (31/7/2009).

Menurut Rosse, para mahasiswa tersebut telah melanggar aturan-aturan yang ditetapkan pihak kampus. "Terutama mereka itu kan sudah dapat beasiswa, jadi peraturan-peraturan itu harus diikuti," jelasnya.

Terkait ketatnya peraturan, pihaknya merasa hal tersebut wajar. Karena para mahasiswa yang diasramakan merupakan tanggung jawab pihak kampus. "Apalagi mereka ada yang berasal dari luar daerah. Jadi perlu dijaga dengan baik terutama masalah keamannya," ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya memperbolehkan mahasiswanya keluar lingkungan kampus, dengan syarat melapor terlebih dahulu. "Mereka boleh keluar asalkan melapor," katanya.

Begitu halnya dengan ibadat, pihak kampus memperbolehkan mahasiswanya beribadat di gereja masing-masing setelah ibadat di chapel selesai. "Kami hanya mewajibkan mahasiswa kami mengikuti chapel setelah mereka mengikuti kewajiban di kampus. Setelah itu, terserah mereka mau ikut ibadah di gereja masing-masing," katanya.


Siapa sangka, ada profesi sebagai pencicip minuman keras oplosan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/ken)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
59%
Kontra
41%