Korupsi Tanjung Api-api
Terima Duit Rp 10 Juta, Faqieh Bangun Masjid
Kamis, 30/07/2009 16:09 WIB
Jakarta
Anggota Komisi IV DPR HM Faqieh Chaeroni mengaku menerima duit sebesar Rp 10 juta terkait proyek pembangunan alih fungsi hutan menjadi Pelabuhan Tanjung Api-api di Sumatera Selatan (Sumsel). Faqieh mengalokasikan dana itu untuk membangun masjid.
"(Uang itu) Dalam bentuk cek, waktu itu saya serahkan pada sekretaris saya," kata Faqieh usai diperiksa di gedung KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis
(30/7/2009).
Faqieh mengaku menerima duit itu dari staf Komisi IV bernama Heru. Menurutnya, Heru menyampaikan duit tersebut dari pimpinan Komisi IV yaitu Yusuf Erwin Faisal.
Setelah diterima, Faqieh menyuruh sekretarisnya untuk mencairkan cek tersebut. Kemudian Faqih menggunakan duit tersebut untuk kegiatan keagamaan. "Itu untuk pembangunan masjid," ujar politisi PPP ini.
Namun setelah kasus ini diusut KPK, Faqieh mengaku telah mengembalikan duit itu. "Ya saya tahu akhir-akhir diperiksa oleh KPK, saya diberitahu itu traveler cek. Kemudian waktu itu saya serahkan ke (KPK)," kata dia.
Sebelumnya dalam dakwaan Sarjan Taher terungkap, Faqieh diduga menerima duit sebesar Rp 25 juta. Selain Faqieh ada 25 anggota DPR lainnya yang juga menerima cek.
Kasus ini berawal dari adanya duit sebesar Rp 5 milliar yang digelontorkan pengusaha asal Sumatera Selatan Chandra Antonio Tan. Duit itu dibagi-baikan kepada anggota Komisi IV DPR agar memudahkan proyek pembangunan alih fungsi hutan menjadi Pelabuhan Tanjung Api-api.
(ape/aan)
"(Uang itu) Dalam bentuk cek, waktu itu saya serahkan pada sekretaris saya," kata Faqieh usai diperiksa di gedung KPK, Jl Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis
(30/7/2009).
Faqieh mengaku menerima duit itu dari staf Komisi IV bernama Heru. Menurutnya, Heru menyampaikan duit tersebut dari pimpinan Komisi IV yaitu Yusuf Erwin Faisal.
Setelah diterima, Faqieh menyuruh sekretarisnya untuk mencairkan cek tersebut. Kemudian Faqih menggunakan duit tersebut untuk kegiatan keagamaan. "Itu untuk pembangunan masjid," ujar politisi PPP ini.
Namun setelah kasus ini diusut KPK, Faqieh mengaku telah mengembalikan duit itu. "Ya saya tahu akhir-akhir diperiksa oleh KPK, saya diberitahu itu traveler cek. Kemudian waktu itu saya serahkan ke (KPK)," kata dia.
Sebelumnya dalam dakwaan Sarjan Taher terungkap, Faqieh diduga menerima duit sebesar Rp 25 juta. Selain Faqieh ada 25 anggota DPR lainnya yang juga menerima cek.
Kasus ini berawal dari adanya duit sebesar Rp 5 milliar yang digelontorkan pengusaha asal Sumatera Selatan Chandra Antonio Tan. Duit itu dibagi-baikan kepada anggota Komisi IV DPR agar memudahkan proyek pembangunan alih fungsi hutan menjadi Pelabuhan Tanjung Api-api.
(ape/aan)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 13:05 WIB
DPR Terus Dorong Australia Bebaskan Nelayan Anak Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 12:48 WIB
Nyapres, Ical Akan Yakinkan Rakyat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 12:38 WIB
2 Tahanan Polsek Setu Bekasi yang Kabur Dibekuk, 1 Orang Tewas
-
Minggu, 27/05/2012 12:21 WIB
Harlah Fatayat NU, Ibu Ani Dorong Perempuan Terlibat Pembuatan Kebijakan
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
393 Komentar
-
288 Komentar
-
252 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
