Wanita Terancam Dicambuk karena Pakai Celana, di Sidang pun Ngeyel Bercelana
Kamis, 30/07/2009 08:58 WIB
Al Arabiya
Khartoum
Seorang wanita Sudan terancam kena hukuman cambuk 40 kali karena mengenakan celana panjang di tengah publik. Dia muncul pertama kali di pengadilan untuk hearing dengan ditemani para pendukungnya di Khartoum, Rabu (29/7/2009) seperti dilansir Reuters.
Yang mengejutkan, mantan jurnalis bernama Lubna Hussein yang kini bekerja di PBB itu hadir di hearing dengan tetap mengenakan celana kain hijau yang pada 3 Juli membuatnya ditangkap aparat dengan tuduhan berpakaian tidak sopan..
Kasus seperti itu bukan hal aneh di Sudan. Namun Lubna berusaha agar kasusnya menarik perhatian publik dengan mengundang jurnalis menghadiri sidangnya dan memanfaatkan hal itu untuk melawan peraturan berpakaian di Ibukota Sudan.
Sidang kasus ini ditunda setelah pengacara Lubna mendiskusikan apakah statusnya sebagai pegawai PBB memberinya imunitas hukum.
Setelah sidang, pengacara Lubna, Nabil Adib Abdalla menyatakan bahwa kliennya setuju untuk mundur dari PBB untuk sidang pada 4 Agustus untuk memastikan kasus ini akan dilanjutkan.
"Pertama kali yang dia inginkan adalah menunjukkan bahwa dia sama sekali tidak bersalah dan menggunakan imunitasnya tidak akan membuktikan itu," kata Abdalla pada wartawan.
"Kedua, dia ingin berjuang atas hukum. Hukum terlalu luas. Itu perlu direformasi. Jadi kasus ini akan menjadi test case. Kelompok-kelompok HAM akan mengawasinya," imbuhnya.
Dia menyatakan kliennya siap menghadapi hukuman maksimum atas pelanggaran mengenakan busana tidak pantas di publik yaitu 40 kali dicambuk dan denda tak terbatas.
Sebelum sidang Lubna menyatakan dia ditangkap awal Juli saat polisi menggerebek sebuah pesta yang dia hadiri di sebuah restoran di Distrik Riyadh, Khartoum.
"Ribuan orang telah dihukum cambuk di Sudan namun mereka tetap diam. Hukum telah digunakan untuk menyerang wanita dan saya ingin membongkarnya," ujar Lubna.
Lubna menyatakan sejumlah wanita yang ditangkap dengannya telah dicambuk. Namun kasus Lubna dibawa ke pengadilan setelah dia memanggil pengacaranya.
Sidang Lubna sendiri berlangsung ricuh. Para jurnalis terlibat baku hantam dengan polisi bersenjata tongkat di luar ruang sidang. Sejumlah reporter sempat ditahan sebentar, sedang perlengkapan jurnalistik mereka disita. Sejumlah wanita pendukung Lubna tampak mengenakan celana panjang kain dan jeans. Beberapa di antaranya membawa poster bertuliskan "Mencambuk manusia bertentangan dengan HAM."
Sidang ini juga dihadiri oleh perwakilan Kedubes Kanada, Prancis, Swedia dan Spanyol dan politisi serta anggota Persartuan Wanita Sudan.
Sudan bagian utara menerapkan hukum Islam yang membatasi hal-hal yang dianggap tidak sopan, utamanya bagi wanita. Namun aturan itu hanya berlaku sporadis di Khartoum.
Sebagian besar wanita mengenakan pakaiaan tradisional, beberapa lainnya, utamanya umat Kristen yang berasal dari selatan, mengenakan celana panjang dan pakaian ala Barat. Jarang wanita Sudan tampil di depan publik untuk memperjuangkan haknya menentang "dress code" itu.
(nrl/anw)
Yang mengejutkan, mantan jurnalis bernama Lubna Hussein yang kini bekerja di PBB itu hadir di hearing dengan tetap mengenakan celana kain hijau yang pada 3 Juli membuatnya ditangkap aparat dengan tuduhan berpakaian tidak sopan..
Kasus seperti itu bukan hal aneh di Sudan. Namun Lubna berusaha agar kasusnya menarik perhatian publik dengan mengundang jurnalis menghadiri sidangnya dan memanfaatkan hal itu untuk melawan peraturan berpakaian di Ibukota Sudan.
Sidang kasus ini ditunda setelah pengacara Lubna mendiskusikan apakah statusnya sebagai pegawai PBB memberinya imunitas hukum.
Setelah sidang, pengacara Lubna, Nabil Adib Abdalla menyatakan bahwa kliennya setuju untuk mundur dari PBB untuk sidang pada 4 Agustus untuk memastikan kasus ini akan dilanjutkan.
"Pertama kali yang dia inginkan adalah menunjukkan bahwa dia sama sekali tidak bersalah dan menggunakan imunitasnya tidak akan membuktikan itu," kata Abdalla pada wartawan.
"Kedua, dia ingin berjuang atas hukum. Hukum terlalu luas. Itu perlu direformasi. Jadi kasus ini akan menjadi test case. Kelompok-kelompok HAM akan mengawasinya," imbuhnya.
Dia menyatakan kliennya siap menghadapi hukuman maksimum atas pelanggaran mengenakan busana tidak pantas di publik yaitu 40 kali dicambuk dan denda tak terbatas.
Sebelum sidang Lubna menyatakan dia ditangkap awal Juli saat polisi menggerebek sebuah pesta yang dia hadiri di sebuah restoran di Distrik Riyadh, Khartoum.
"Ribuan orang telah dihukum cambuk di Sudan namun mereka tetap diam. Hukum telah digunakan untuk menyerang wanita dan saya ingin membongkarnya," ujar Lubna.
Lubna menyatakan sejumlah wanita yang ditangkap dengannya telah dicambuk. Namun kasus Lubna dibawa ke pengadilan setelah dia memanggil pengacaranya.
Sidang Lubna sendiri berlangsung ricuh. Para jurnalis terlibat baku hantam dengan polisi bersenjata tongkat di luar ruang sidang. Sejumlah reporter sempat ditahan sebentar, sedang perlengkapan jurnalistik mereka disita. Sejumlah wanita pendukung Lubna tampak mengenakan celana panjang kain dan jeans. Beberapa di antaranya membawa poster bertuliskan "Mencambuk manusia bertentangan dengan HAM."
Sidang ini juga dihadiri oleh perwakilan Kedubes Kanada, Prancis, Swedia dan Spanyol dan politisi serta anggota Persartuan Wanita Sudan.
Sudan bagian utara menerapkan hukum Islam yang membatasi hal-hal yang dianggap tidak sopan, utamanya bagi wanita. Namun aturan itu hanya berlaku sporadis di Khartoum.
Sebagian besar wanita mengenakan pakaiaan tradisional, beberapa lainnya, utamanya umat Kristen yang berasal dari selatan, mengenakan celana panjang dan pakaian ala Barat. Jarang wanita Sudan tampil di depan publik untuk memperjuangkan haknya menentang "dress code" itu.
(nrl/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 16:21 WIB
Keluarga Korban Sukhoi Belum Dikontak Soal Asuransi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:19 WIB
Panic Button Bagi Minimarket di Jakarta Masih Dalam Tahap Uji Coba
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 16:00 WIB
Avanza Terguling di Tol Jagorawi, Sopir Luka Ringan
-
Sabtu, 26/05/2012 15:43 WIB
Cerita Buyung Soal Kepemimpinan SBY yang Unik
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
Sabtu, 26/05/2012 14:20 WIB
Sebanyak 53.401 Siswa Lulus SNMPTN 2012 Jalur Undangan
-
Sabtu, 26/05/2012 13:53 WIB
Menjarah Toko, Putri Jutawan Inggris Dipenjara 2 Tahun
-
Sabtu, 26/05/2012 15:08 WIB
Usai Rapimnassus, Kader Golkar yang Tak Dukung Ical akan Dipecat
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
237 Komentar
-
214 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
