Kasus Kematian David
Keluarga Desak Presiden SBY Gunakan Kewenangan Diplomasi
Rabu, 22/07/2009 15:54 WIB
Jakarta
Menjelang putusan pengadilan koroner (di Indonesia dikenal dengan praperadilan) pada 29 Juli mendatang, keluarga korban meminta Presiden SBY menggunakan wewenang diplomasi terhadap pemerintah Singapura. Hal ini terkait keadilan atas matinya David Hartanto Widjaja pada 2 Maret 2009 lalu.
"Kami meminta Presiden SBY untuk melakukan diplomasi terhadap pemerintah Singapura untuk mengadili dengan seadil-adilnya," kata ayah David, Hartono Widjaja, dalam konferensi pers di Senayan City, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2009).
Dia juga meminta Presiden SBY memberikan peringatan dan teguran kepada pemerintah Singapura untuk berbuat adil. Bahkan, Dubes Indonesia untuk Singapura hingga saat ini belum pernah menemui atau menelepon keluarga.
"Kami sangat mengharapkan bantuan Presiden SBY untuk mengungkap kasus ini," tambahnya.
Putusan sidang koroner ini memiliki 3 kemungkinan putusan, yaitu David mati karena bunuh diri, karena kecelakaan, atau karena dibunuh.
Menurut pengacara korban, Sushi Nathan, yang ditirukan Hartono, ini merupakan political case. Sehingga bukan lagi kasus perorangan, tapi antar negara.
"Saat kami minta laptop David dikembalikan, kami ditelpon oleh Menlu Singapore dan Mendagri Singapore pada 15 Juli kemarin," terang Hartono.
"Oleh karenanya, kami minta bantuan Presiden SBY. Tapi kami sangat berharap, sidang putusan Pengadilan Koroner adalah opsi yang ke tiga. Sehingga bisa dilanjutkan ke pengadilan umum," pungkasnya.
(asp/irw)
"Kami meminta Presiden SBY untuk melakukan diplomasi terhadap pemerintah Singapura untuk mengadili dengan seadil-adilnya," kata ayah David, Hartono Widjaja, dalam konferensi pers di Senayan City, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2009).
Dia juga meminta Presiden SBY memberikan peringatan dan teguran kepada pemerintah Singapura untuk berbuat adil. Bahkan, Dubes Indonesia untuk Singapura hingga saat ini belum pernah menemui atau menelepon keluarga.
"Kami sangat mengharapkan bantuan Presiden SBY untuk mengungkap kasus ini," tambahnya.
Putusan sidang koroner ini memiliki 3 kemungkinan putusan, yaitu David mati karena bunuh diri, karena kecelakaan, atau karena dibunuh.
Menurut pengacara korban, Sushi Nathan, yang ditirukan Hartono, ini merupakan political case. Sehingga bukan lagi kasus perorangan, tapi antar negara.
"Saat kami minta laptop David dikembalikan, kami ditelpon oleh Menlu Singapore dan Mendagri Singapore pada 15 Juli kemarin," terang Hartono.
"Oleh karenanya, kami minta bantuan Presiden SBY. Tapi kami sangat berharap, sidang putusan Pengadilan Koroner adalah opsi yang ke tiga. Sehingga bisa dilanjutkan ke pengadilan umum," pungkasnya.
(asp/irw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 13:05 WIB
DPR Terus Dorong Australia Bebaskan Nelayan Anak Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 12:48 WIB
Nyapres, Ical Akan Yakinkan Rakyat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 12:38 WIB
2 Tahanan Polsek Setu Bekasi yang Kabur Dibekuk, 1 Orang Tewas
-
Minggu, 27/05/2012 12:21 WIB
Harlah Fatayat NU, Ibu Ani Dorong Perempuan Terlibat Pembuatan Kebijakan
-
Minggu, 27/05/2012 11:14 WIB
Konser Lady Gaga Batal!
-
Minggu, 27/05/2012 11:40 WIB
Konser Batal, Refund Tiket Lady Gaga 100 Persen
-
Minggu, 27/05/2012 11:57 WIB
Promotor: Konser Lady Gaga Pindah ke Bali Adalah Mustahil
-
Minggu, 27/05/2012 10:53 WIB
Pembunuh Janda Cantik di Kebayoran Baru Dibekuk
-
393 Komentar
-
288 Komentar
-
252 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
