detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 04:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 18/07/2009 01:00 WIB

Ada Pergeseran Modus Penyelundupan Narkoba di Indonesia

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Mabes Polri menjelaskan modus operandi peredaran dan penyelundupan narkoba di Indonesia berubah kembali melalui jalur pelabuhan laut dan udara. Hal itu
diyakini karena beberapa upaya penyelundupan narkoba terungkap lewat dua pintu yang paling rawan tersebut.

"Mereka mencari aman dan mengirim barang yang sudah jadi. Mereka diperkirakan datang dari Cina dan Malaysia," ujar Direktur IV Bareskrim Mabes Polri Brigjen Hari Montolalu, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/7/2009).

Menurut Hari, tiga bulan terakhir (Maret-Mei 2009), Mabes Polri tidak menemukan laboratorium narkoba yang besar. Narkotika tidak lagi diracik di Indonesia, namun langsung masuk lewat pelabuhan laut dan udara.

“Selama tiga bulan terakhir sedikitnya terdapat dua kali upaya penyelundupan
lewat Surabaya, dua lewat Jakarta, dan satu lewat pelabuhan Belawan, Medan,”
jelas Hari.

Hari mengatakan jumlah tersangka kasus narkoba terbilang fluktuatif. Namun,
jenis psikotropika yang paling banyak diselundupkan adalah jenis ekstasi dan
sabu-sabu.

“Dari bulan Maret dengan jumlah tersangka 1.261 orang, angka tersebut turun di bulan April menjadi 929 dan kembali naik di bulan Mei 2009 menjadi 1.164 orang. Yang menonjol tiga bulan terakhir adalah ekstasi dan sabu,” kata Hari.

Dalam kurun waktu Maret-Mei 2009, Hari menjelaskan, Polda Jatim menjadi daerah yang paling banyak mengungkap kejahatan narkotika, psikotropika, dan bahan berbahaya.

”Tak kurang 1.702 kasus diungkap oleh Polda jatim. Sedangkan Polda Metro Jaya menduduki urutan kedua, dengan 1.543 kasus, dan Polda Sumut di peringkat ketiga dengan 625 kasus,” imbuhnya.

Untuk jumlah keseluruhan kasus yang terungkap, Mabes Polri merilis hasil
pengungkapan selama peroide Maret hingga Mei 2009. Untuk jenis narkotika
sebanyak 2.533 kasus, psikotropika 2.514 kasus, dan bahan berbahaya mencapai
1.472 kasus.

Sementara barang bukti kejahatan yang berhasil disita didominasi dari jenis ganja yakni mencapai lebih dari 86 kilogram dan heroin mencapai tiga kilogram. Total barang bukti narkotika dan psikotropika tersebut jika diuangkan sebesar Rp 285 Miliar.

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mpr/lrn)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close