Sabtu, 18/07/2009 01:00 WIB

Ada Pergeseran Modus Penyelundupan Narkoba di Indonesia

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Mabes Polri menjelaskan modus operandi peredaran dan penyelundupan narkoba di Indonesia berubah kembali melalui jalur pelabuhan laut dan udara. Hal itu
diyakini karena beberapa upaya penyelundupan narkoba terungkap lewat dua pintu yang paling rawan tersebut.

"Mereka mencari aman dan mengirim barang yang sudah jadi. Mereka diperkirakan datang dari Cina dan Malaysia," ujar Direktur IV Bareskrim Mabes Polri Brigjen Hari Montolalu, dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (17/7/2009).

Menurut Hari, tiga bulan terakhir (Maret-Mei 2009), Mabes Polri tidak menemukan laboratorium narkoba yang besar. Narkotika tidak lagi diracik di Indonesia, namun langsung masuk lewat pelabuhan laut dan udara.

“Selama tiga bulan terakhir sedikitnya terdapat dua kali upaya penyelundupan
lewat Surabaya, dua lewat Jakarta, dan satu lewat pelabuhan Belawan, Medan,”
jelas Hari.

Hari mengatakan jumlah tersangka kasus narkoba terbilang fluktuatif. Namun,
jenis psikotropika yang paling banyak diselundupkan adalah jenis ekstasi dan
sabu-sabu.

“Dari bulan Maret dengan jumlah tersangka 1.261 orang, angka tersebut turun di bulan April menjadi 929 dan kembali naik di bulan Mei 2009 menjadi 1.164 orang. Yang menonjol tiga bulan terakhir adalah ekstasi dan sabu,” kata Hari.

Dalam kurun waktu Maret-Mei 2009, Hari menjelaskan, Polda Jatim menjadi daerah yang paling banyak mengungkap kejahatan narkotika, psikotropika, dan bahan berbahaya.

”Tak kurang 1.702 kasus diungkap oleh Polda jatim. Sedangkan Polda Metro Jaya menduduki urutan kedua, dengan 1.543 kasus, dan Polda Sumut di peringkat ketiga dengan 625 kasus,” imbuhnya.

Untuk jumlah keseluruhan kasus yang terungkap, Mabes Polri merilis hasil
pengungkapan selama peroide Maret hingga Mei 2009. Untuk jenis narkotika
sebanyak 2.533 kasus, psikotropika 2.514 kasus, dan bahan berbahaya mencapai
1.472 kasus.

Sementara barang bukti kejahatan yang berhasil disita didominasi dari jenis ganja yakni mencapai lebih dari 86 kilogram dan heroin mencapai tiga kilogram. Total barang bukti narkotika dan psikotropika tersebut jika diuangkan sebesar Rp 285 Miliar.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mpr/lrn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
37%
Kontra
63%