Bom JW Marriot dan Ritz Carlton
FPKS: Untuk Goyang Pemerintahan Baru Hasil Pilpres
Jumat, 17/07/2009 18:06 WIB
Jakarta
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPR menilai peledakan bom di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan bertujuan untuk menggoyang pemerintahan baru hasil Pilpres 2009. F-PKS juga meminta agar para pelaku dan jaringannya segera ditangkap.
"Aksi pemboman di Mega Kuningan didesain untuk mengguncangkan pemerintahan baru yang akan dibentuk sebagi hasil Pilpres," kata Ketua F-PKS DPR Mahfudz Siddik, kepada detikcom, Jumat (17/7/2009).
Menurut Mahfudz, momentum pemboman dilakukan setelah Pilpres yang saat ini tengah menunggu hasil perhitungan dari KPU dan dua hari sebelum pertandingan Manchester United (MU) di Indonesia untuk merusak citra Indonesia di mata internasional. "Ini jelas dimaksudkan untuk menimbulkan kontraksi politik dari dalam dan luar negeri," jelasnya.
Mahfudz meminta aparat keamanan dan penegak hukum segera mengungkap para pelaku dan jaringannya secara tuntas. "Ini harus diungkap secara tuntas sebelum pelantikan Presiden dan Wapres pada Oktober nanti," tandasnya.
Pengungkapan dan penuntasan atas kasus ini, lanjut Mahfudz, akan menjadi modal kepercayaan politik bagi pasangan SBY-Boediono dalam pemerintahan baru nanti. Ketika ditanya apakah pelaku bom Mega Kuningan masih kelompok yang sama dengan Noordin M Top atau Jamaah Islamiyah (JI)?
"Jika aksi tersebut dengan modus bom bunuh diri, besar kemungkinan pelakunya dari jaringan yang sama," jawab Mahfudz singkat.
(zal/yid)
"Aksi pemboman di Mega Kuningan didesain untuk mengguncangkan pemerintahan baru yang akan dibentuk sebagi hasil Pilpres," kata Ketua F-PKS DPR Mahfudz Siddik, kepada detikcom, Jumat (17/7/2009).
Menurut Mahfudz, momentum pemboman dilakukan setelah Pilpres yang saat ini tengah menunggu hasil perhitungan dari KPU dan dua hari sebelum pertandingan Manchester United (MU) di Indonesia untuk merusak citra Indonesia di mata internasional. "Ini jelas dimaksudkan untuk menimbulkan kontraksi politik dari dalam dan luar negeri," jelasnya.
Mahfudz meminta aparat keamanan dan penegak hukum segera mengungkap para pelaku dan jaringannya secara tuntas. "Ini harus diungkap secara tuntas sebelum pelantikan Presiden dan Wapres pada Oktober nanti," tandasnya.
Pengungkapan dan penuntasan atas kasus ini, lanjut Mahfudz, akan menjadi modal kepercayaan politik bagi pasangan SBY-Boediono dalam pemerintahan baru nanti. Ketika ditanya apakah pelaku bom Mega Kuningan masih kelompok yang sama dengan Noordin M Top atau Jamaah Islamiyah (JI)?
"Jika aksi tersebut dengan modus bom bunuh diri, besar kemungkinan pelakunya dari jaringan yang sama," jawab Mahfudz singkat.
(zal/yid)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
283 Komentar
-
235 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
