detikcom

Kamis, 16/07/2009 20:28 WIB

Menhan: Kenaikan Anggaran Rp 7 T untuk Perawatan Alutsista

M. Rizal Maslan - detikNews
Jakarta - Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono menyatakan, kenaikan anggaran pertahanan Rp 7 triliun signifikan, tapi belum cukup memenuhi Minimum Essential Forces (MEF). Penambahan anggara itu lebih difokuskan untuk dana perawatan sejumlah alutsista.

"Kita sudah sepakat, kenaikan Rp 7 triliun kenaikan yang signifikan, tetapi masih tidak cukup untuk konsep Minimum Essential Forces (MEF), karena jumlah Rp 40,6 triliun itu masih sepertiga dari yang kita perlukan secara minimum, maka disebut Bare Minimum," kata Juwono di gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Jl MH Thamrin, Jakarta, Kamis (16/7/2009).

Juwono menjelaskan, dana tambahan itu akan dialokasikan sementara untuk fokus perawatan pesawat angkut seperti Hercules. Alasannya, Hercules merupakan pesawat yang paling strategis yang sering dipakai multipurpose baik oleh TNI, Polri, maupun instansi lainnnya, termasuk untuk bantuan tanggap darurat.

Sementara, lanjut Juwono, sisanya untuk perawatan sejumlah alutsista milik TNI AD dan AL. Misalnya untuk perawatan kapal termasuk docking untuk AL dan perawatan kendaraan tempur sepert tank untuk AD.

"Jadi sementara tidak ada penambahan alat baru. Sesuai pesan Presiden, alat bartu apalagi mahal-mahal seperti kapal selam yang harganya Rp 3,5 triliun ditunda saja, meski itu pengadaannya melalui kredit ekspor, tapi kan masuk anggaran juga," jelasnya.

Juwono menyatakan, pembatalan pembelian kapal selam untuk AL tidak ada tekanan dari mana pun, termasuk dari Rusia. "Ini murni anggaran, karena kita masih mendahulukan tema dari rapat kabinet yang memperioritaskan pemulihan perekonomian dan kesra," ujarnya.

Juwono mengakui, pemulihan ekonomi memerlukan perangkat layanan publik yang namanya aparat keamanan. "Kalau polisi dan tentaranya tidak baik, maka lingkungan untuk mendukung tidak akan berjalan baik," ungkapnya.

Juwono membandingkan perimbangan kekuatan militer di seputar Asia Tenggara. Malaysia saat ini sudah memiliki dua kapal selam, dan Singapura juga punya dua kapal selam.

"Kita juga punya satu, tapi ngga bisa tenggelam, butuh tambahan. Tapi soal kapannya itu kita tunggu saja," pungkasnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(zal/sho)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%