Tak Hanya Kasus Nasrudin
Antasari Juga Diperiksa Untuk Kasus Korupsi di KPK
Kamis, 16/07/2009 11:11 WIB
Jakarta
Polisi telah melakukan pemeriksaan pada Ketua KPK non aktif Antasari Azhar untuk kasus lain. Materi pemeriksaan ditengarai mengenai isu dugaan suap yang disebut-sebut melibatkan oknum di KPK. Data ini berdasarkan rekaman yang ditemukan polisi dari laptop Antasari.
"Saya hanya melihat dari jauh (pemeriksaannya), dan saya tidak punya kuasa untuk kasus itu. Saya hanya diberi kuasa untuk kasus lain (Nasrudin)," kata pengacara Antasari Azhar, Ari Yusuf Amir saat dihubungi melalui telepon, Kamis (16/7/2009).
Ari enggan berkomentar lebih jauh. Menurutnya yang perlu dipahami kondisi dan situasi Antasari yang kini sedang berada di tahanan.
"Kasus itu tidak terkait dengan pembunuhan. Ada pihak-pihak yang memanfaatkan untuk kepentingan lain. Kami juga tidak ikhlas," jelasnya.
Antasari sebelumnya ditahan setelah dijadikan tersangka pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen. Motif kasus pembunuhan ini sementara diduga karena cinta segitiga antara Antasari, Nasrudin dan Rhani Juliani.
Namun polisi mengembangkan kasus lain setelah memegang data yang diambil dari laptop Antasari. Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri membenarkan pengembangan kasus lain ini. Saat ditanya wartawan saat ulang tahun Polri pada 1 Juli lalu dia menyebutkan pihaknya melakukan penyidikan-penyidikan lain.
Terakhir berkembang isu Kejagung dan Polri akan melakukan gelar perkara untuk membahas kasus korupsi di KPK. Namun isu ini dibantah Jaksa Agung Hendarman Supandji.
(ndr/iy)
"Saya hanya melihat dari jauh (pemeriksaannya), dan saya tidak punya kuasa untuk kasus itu. Saya hanya diberi kuasa untuk kasus lain (Nasrudin)," kata pengacara Antasari Azhar, Ari Yusuf Amir saat dihubungi melalui telepon, Kamis (16/7/2009).
Ari enggan berkomentar lebih jauh. Menurutnya yang perlu dipahami kondisi dan situasi Antasari yang kini sedang berada di tahanan.
"Kasus itu tidak terkait dengan pembunuhan. Ada pihak-pihak yang memanfaatkan untuk kepentingan lain. Kami juga tidak ikhlas," jelasnya.
Antasari sebelumnya ditahan setelah dijadikan tersangka pembunuhan Direktur Utama PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) Nasrudin Zulkarnaen. Motif kasus pembunuhan ini sementara diduga karena cinta segitiga antara Antasari, Nasrudin dan Rhani Juliani.
Namun polisi mengembangkan kasus lain setelah memegang data yang diambil dari laptop Antasari. Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri membenarkan pengembangan kasus lain ini. Saat ditanya wartawan saat ulang tahun Polri pada 1 Juli lalu dia menyebutkan pihaknya melakukan penyidikan-penyidikan lain.
Terakhir berkembang isu Kejagung dan Polri akan melakukan gelar perkara untuk membahas kasus korupsi di KPK. Namun isu ini dibantah Jaksa Agung Hendarman Supandji.
(ndr/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 07:40 WIB
Jembatan Tol Semarang-Solo Rawan Longsor
-
Kamis, 24/05/2012 07:28 WIB
Gara-gara Kasus Nazaruddin, Menpora Kini 'Akrab' dengan Kuningan
-
Kamis, 24/05/2012 07:08 WIB
3 Jenazah WNI Korban Sukhoi Diterbangkan ke Daerah Asal Sore Ini
-
Kamis, 24/05/2012 06:48 WIB
Menag: Polisi akan Usut Penyebar Buku Kartun Nabi Muhammad
-
Kamis, 24/05/2012 06:22 WIB
Kasus Hambalang, KPK Panggil Menpora Andi Mallarangeng Hari Ini
-
Kamis, 24/05/2012 06:48 WIB
Menag: Polisi akan Usut Penyebar Buku Kartun Nabi Muhammad
-
Kamis, 24/05/2012 07:08 WIB
3 Jenazah WNI Korban Sukhoi Diterbangkan ke Daerah Asal Sore Ini
-
Kamis, 24/05/2012 06:08 WIB
Cabuli PRT Indonesia, Sopir Taksi Singapura Dibui 6 Bulan
-
Kamis, 24/05/2012 06:22 WIB
Kasus Hambalang, KPK Panggil Menpora Andi Mallarangeng Hari Ini
-
687 Komentar
-
235 Komentar
-
220 Komentar
-
209 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 469.000
- Rp 6,049.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
