Detik.com News
Detik.com

Rabu, 15/07/2009 14:01 WIB

Ajudan SBY Gantikan Posisi Wakapolda Metro Jaya

E Mei Amelia R - detikNews
Ajudan SBY Gantikan Posisi Wakapolda Metro Jaya
Jakarta - Pergantian jabatan di lingkungan Polri terus dilakukan. Posisi Wakil Kapolda Metro Jaya Brigjen Pol Jasir Karwita pun digantikan oleh mantan ajudan Presiden SBY, Kombes Pol Putut Eko Bayu Seno.

"Beliau (Putut) mantan ajudan Pak SBY," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Chryshnanda Dwilaksana saat dihubungi wartawan, Rabu (14/7/2009).

Sementara itu, Brigjen Jasir Karwita menjadi perwira tinggi Mabes Polri diarahkan kepada BIN.

Selain Wakapolda Metro Jaya, pergantian jabatan juga terjadi di tubuh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Dalam Surat SKEP Kapolri Nopol: SKEP/402/VII/2009 tanggal 14 Juli 2009, jabatan Direktur Reskrimsus yang semula diduduki oleh Kombes Pol Raja Erizman, kini digantikan oleh Kombes Agus Kurniadi Sutisna. Agus Kurniadi semula menjabat sebagai Direskrimum Polda Banten.

Menurut Chryshnanda, mutasi tersebut adalah hal yang wajar dalam kepolisian. Hal itu dilakukan dalam rangka penyegaran personel.

"Jangan diartikan sebagai sesuatu yang tidak biasa," ujarnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mei/aan)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%