Tak Hanya Batu Bata, Keramik Juga Dibuat dari Kotoran Sapi
Rabu, 15/07/2009 10:03 WIB
Jakarta
Tangan dingin Syammahfuz Chazali yang mengubah kotoran sapi menjadi batu bata ternyata bisa diterapkan juga untuk bahan baku keramik. Jika dipanggang hingga 1.000 derajat celcius, keramik tersebut tak akan pecah atau retak.
"Berbeda dengan keramik campuran pasir yang pecah pada suhu tersebut. Kualitasnya pun lebih bagus," kata Syam di sela-sela Anugrah 10 Pandu Andalan Nusantara (PANDU) di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa, (14/7/2009).
Tantangan merubah kotoran sapi menjadi 'pasir' adalah menghilangkan gatal dan bau tinja. Guna menaklukan tantangan ini, dia butuh waktu 1 tahun lebih sejak 2006 lalu.
Itu pun tak langsung berhasil karena berbagai kendala. Saat detikcom mencium dan memegang 'pasir' kotoran sapi, benar-benar sudah tak bau dan tak berasa kotoran sapi.
"Saya terinspirasi sapi, dia kan makan rumput yang mengandung serat. Nah logikanya kotoran juga mengandung serat yang bisa membuat gerabah," ujar mahasiswa Fakultas Pertanian UGM tersebut.
Dalam mewujudkan idenya, dia mengumpulkan dana dan berbagai lomba karya ilmiah yang diadakan kampusnya. Dari hadiah Rp 1-3,5 juta. Pernah pula ia mengalami putus asa yang mendalam karena gagal dalam sebuah ajang adu kreatif ilmiah.
Tapi usaha gigihnya kini menghasilkan sesuatu yang telah menaklukan mahasiswa dari penjuru dunia di Universitas Barkeley California beberapa pekan lalu.
"Sekarang saya telah membuat 40 inovasi lainnya. Salah satunya bekatul menjadi bahan baku brownies. kenapa harus gandum? kan harus impor tuh," bebernya.
(asp/mok)
"Berbeda dengan keramik campuran pasir yang pecah pada suhu tersebut. Kualitasnya pun lebih bagus," kata Syam di sela-sela Anugrah 10 Pandu Andalan Nusantara (PANDU) di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa, (14/7/2009).
Tantangan merubah kotoran sapi menjadi 'pasir' adalah menghilangkan gatal dan bau tinja. Guna menaklukan tantangan ini, dia butuh waktu 1 tahun lebih sejak 2006 lalu.
Itu pun tak langsung berhasil karena berbagai kendala. Saat detikcom mencium dan memegang 'pasir' kotoran sapi, benar-benar sudah tak bau dan tak berasa kotoran sapi.
"Saya terinspirasi sapi, dia kan makan rumput yang mengandung serat. Nah logikanya kotoran juga mengandung serat yang bisa membuat gerabah," ujar mahasiswa Fakultas Pertanian UGM tersebut.
Dalam mewujudkan idenya, dia mengumpulkan dana dan berbagai lomba karya ilmiah yang diadakan kampusnya. Dari hadiah Rp 1-3,5 juta. Pernah pula ia mengalami putus asa yang mendalam karena gagal dalam sebuah ajang adu kreatif ilmiah.
Tapi usaha gigihnya kini menghasilkan sesuatu yang telah menaklukan mahasiswa dari penjuru dunia di Universitas Barkeley California beberapa pekan lalu.
"Sekarang saya telah membuat 40 inovasi lainnya. Salah satunya bekatul menjadi bahan baku brownies. kenapa harus gandum? kan harus impor tuh," bebernya.
(asp/mok)
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 15:43 WIB
Cerita Buyung Soal Kepemimpinan SBY yang Unik
-
Sabtu, 26/05/2012 15:40 WIB
Harimau Sumatera Masih Ditemukan di Jambi
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkap Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
Sabtu, 26/05/2012 15:08 WIB
Usai Rapimnassus, Kader Golkar yang Tak Dukung Ical akan Dipecat
-
Sabtu, 26/05/2012 14:52 WIB
Rayakan Kelulusan, Puluhan Siswa SMA di Garut Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 14:20 WIB
Sebanyak 53.401 Siswa Lulus SNMPTN 2012 Jalur Undangan
-
Sabtu, 26/05/2012 13:53 WIB
Menjarah Toko, Putri Jutawan Inggris Dipenjara 2 Tahun
-
Sabtu, 26/05/2012 14:15 WIB
Motor Vario yang Ditinggalkan Penembak Satpam IPB Hasil Curian
-
Sabtu, 26/05/2012 14:52 WIB
Rayakan Kelulusan, Puluhan Siswa SMA di Garut Ditangkap Polisi
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
237 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
