WHO: Pekerja Medis Harus Lebih Dulu Divaksin Flu Babi
Selasa, 14/07/2009 10:59 WIB
Reuters
Terkait
Jenewa
Penyebaran virus flu H1N1 (flu babi) kian tak terbendung. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau negara-negara untuk lebih dulu mengimunisasi para pekerja medis saat vaksin flu babi telah tersedia. Ini bertujuan untuk menjaga integritas sistem kesehatan di tengah pandemi flu babi.
Demikian disampaikan pejabat WHO, Marie-Paule Kieny seperti dilansir Xinhua , Selasa (14/7/2009).
"Terlebih dahulu, para pekerja medis harus diimunisasi di seluruh negara guna memelihara berfungsinya sistem kesehatan seiring berkembangnya pandemi," kata direktur Inisiatif Riset Vaksin WHO itu.
Dikatakan Kieny, semua negara perlu mendapat akses untuk vaksin flu babi. Namun mengingat fakta bahwa tiap negara memiliki situasi wabah flu babi yang berbeda, maka tiap negara berhak membuat keputusan mengenai strategi vaksinasi.
Namun meski begitu diingatkan Kieny, semua negara seharusnya menjadikan program imunisasi bagi para pekerja medis sebagai prioritas utama. Apalagi pasokan vaksin pada awalnya nanti tidak akan mencukupi. Karena itu selain pekerja medis, wanita hamil dan pasien dengan kondisi medis yang kronis juga harus diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin. Sebab mereka lebih berisiko mengalami flu babi parah dan bahkan kematian.
Saat ini sejumlah perusahaan obat telah mulai memproduksi vaksin flu babi untuk diuji klinis. Namun program vaksinasi flu babi baru akan bisa dilakukan pada September atau Oktober mendatang.
(ita/iy)
Demikian disampaikan pejabat WHO, Marie-Paule Kieny seperti dilansir Xinhua , Selasa (14/7/2009).
"Terlebih dahulu, para pekerja medis harus diimunisasi di seluruh negara guna memelihara berfungsinya sistem kesehatan seiring berkembangnya pandemi," kata direktur Inisiatif Riset Vaksin WHO itu.
Dikatakan Kieny, semua negara perlu mendapat akses untuk vaksin flu babi. Namun mengingat fakta bahwa tiap negara memiliki situasi wabah flu babi yang berbeda, maka tiap negara berhak membuat keputusan mengenai strategi vaksinasi.
Namun meski begitu diingatkan Kieny, semua negara seharusnya menjadikan program imunisasi bagi para pekerja medis sebagai prioritas utama. Apalagi pasokan vaksin pada awalnya nanti tidak akan mencukupi. Karena itu selain pekerja medis, wanita hamil dan pasien dengan kondisi medis yang kronis juga harus diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin. Sebab mereka lebih berisiko mengalami flu babi parah dan bahkan kematian.
Saat ini sejumlah perusahaan obat telah mulai memproduksi vaksin flu babi untuk diuji klinis. Namun program vaksinasi flu babi baru akan bisa dilakukan pada September atau Oktober mendatang.
(ita/iy)
Baca Juga
- Australia Sudah Pesan 21 Juta Vaksin Flu Babi
- Depkes: Isu Penyebaran Agent Penurun Daya Tahan Tubuh Tak Masuk Akal
- Terserang Virus H1N1 di Seoul
Setelah Dapat Treatment Khusus, Kondisi 3 Anggota PSM Unhas Membaik - Flu Babi Menyebar
Isu Penyebaran Penurunan Daya Tahan Tubuh dari Pesawat Muncul di Facebook
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 07:08 WIB
3 Jenazah WNI Korban Sukhoi Diterbangkan ke Daerah Asal Sore Ini
-
Kamis, 24/05/2012 06:48 WIB
Menag: Polisi akan Usut Penyebar Buku Kartun Nabi Muhammad
-
Kamis, 24/05/2012 06:22 WIB
Kasus Hambalang, KPK Panggil Menpora Andi Mallarangeng Hari Ini
-
Kamis, 24/05/2012 05:51 WIB
Puisi 'Pohon Keadilan Rosidi', Solidaritas dari Nelayan Semarang
-
Kamis, 24/05/2012 05:36 WIB
Ditabrak Dump Truck, Pedagang Asongan di Jakut Tewas
-
Kamis, 24/05/2012 06:48 WIB
Menag: Polisi akan Usut Penyebar Buku Kartun Nabi Muhammad
-
Kamis, 24/05/2012 06:08 WIB
Cabuli PRT Indonesia, Sopir Taksi Singapura Dibui 6 Bulan
-
Kamis, 24/05/2012 06:22 WIB
Kasus Hambalang, KPK Panggil Menpora Andi Mallarangeng Hari Ini
-
Kamis, 24/05/2012 05:18 WIB
Jalur Contra Flow Diperpanjang Hingga Depan Carrefour Cawang
-
686 Komentar
-
235 Komentar
-
220 Komentar
-
208 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 469.000
- Rp 6,049.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
