Jelang Pemilu
Myanmar Bebaskan Tahanan Politik, Termasuk Suu Kyi?
Selasa, 14/07/2009 06:06 WIB
AFP
Naypyidaw
Myanmar mempersiapkan untuk membebaskan para tahanan politik (tapol)menjelang pelaksanaan pemilu yang akan berlangsung tahun depan. Kebijakan tersebut keluar setelah Sekjen PBB Ban Ki-moon mengunjungi negeri tersebut minggu lalu.
Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Dewan Keamanan PBB di Myanmar, Than Swe. Namun dia tidak menjelaskan berapa jumlah tapol yang dibebaskan dari 2.100 tapol yang ada.
Dengan bahasa yang sangat berhati-hati, Than Swe mengatakan pemerintah Myanmar sedang memproses amnesti bagi para tapol menjelang pilpres 2010 mendatang. Namun dia tidak menyebutkan apakah pemimpin gerakan oposisi Aung San Suu Kyi juga termasuk dari tapol yang dibebaskan itu. "Ini adalah progres yang baik pasca-kunjungan Sekjen PBB," ujar Than Swe seperti dilansir bbc.com, Selasa (14/7/2009).
Suu Kyi tengah menghadapi dakwaan melanggar persyaratan tahanan rumahnya. Gara-garanya, seorang pria AS diam-diam masuk ke kediamannya dan tinggal di sana selama dua hari. Di persidangan Suu Kyi telah mengaku tak bersalah atas dakwaan tersebut. Namun wanita berusia 64 tahun itu terancam hukuman penjara 5 tahun jika terbukti bersalah.
Kasus itu menuai kecaman dari para pemimpin dunia dan kelompok HAM. Mereka menuding junta sengaja menggunakan kasus itu sebagai dalih untuk terus menahan Suu Kyi menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung tahun 2010 mendatang. (anw/ape)
Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan Dewan Keamanan PBB di Myanmar, Than Swe. Namun dia tidak menjelaskan berapa jumlah tapol yang dibebaskan dari 2.100 tapol yang ada.
Dengan bahasa yang sangat berhati-hati, Than Swe mengatakan pemerintah Myanmar sedang memproses amnesti bagi para tapol menjelang pilpres 2010 mendatang. Namun dia tidak menyebutkan apakah pemimpin gerakan oposisi Aung San Suu Kyi juga termasuk dari tapol yang dibebaskan itu. "Ini adalah progres yang baik pasca-kunjungan Sekjen PBB," ujar Than Swe seperti dilansir bbc.com, Selasa (14/7/2009).
Suu Kyi tengah menghadapi dakwaan melanggar persyaratan tahanan rumahnya. Gara-garanya, seorang pria AS diam-diam masuk ke kediamannya dan tinggal di sana selama dua hari. Di persidangan Suu Kyi telah mengaku tak bersalah atas dakwaan tersebut. Namun wanita berusia 64 tahun itu terancam hukuman penjara 5 tahun jika terbukti bersalah.
Kasus itu menuai kecaman dari para pemimpin dunia dan kelompok HAM. Mereka menuding junta sengaja menggunakan kasus itu sebagai dalih untuk terus menahan Suu Kyi menjelang pemilihan umum yang dijadwalkan berlangsung tahun 2010 mendatang. (anw/ape)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 15:40 WIB
Harimau Sumatera Masih Ditemukan di Jambi
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkap Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
Sabtu, 26/05/2012 15:08 WIB
Usai Rapimnassus, Kader Golkar yang Tak Dukung Ical akan Dipecat
-
Sabtu, 26/05/2012 14:52 WIB
Rayakan Kelulusan, Puluhan Siswa SMA di Garut Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 14:34 WIB
Sempat Terjadi Adu Jotos, 2 Satpam IPB Ditembak Pria Berhelm
-
Sabtu, 26/05/2012 14:20 WIB
Sebanyak 53.401 Siswa Lulus SNMPTN 2012 Jalur Undangan
-
Sabtu, 26/05/2012 13:53 WIB
Menjarah Toko, Putri Jutawan Inggris Dipenjara 2 Tahun
-
Sabtu, 26/05/2012 14:15 WIB
Motor Vario yang Ditinggalkan Penembak Satpam IPB Hasil Curian
-
Sabtu, 26/05/2012 14:52 WIB
Rayakan Kelulusan, Puluhan Siswa SMA di Garut Ditangkap Polisi
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
