Takut Virus H1N1, Pelukis Cilik Magelang Terancam Batal ke Vietnam
Senin, 13/07/2009 20:58 WIB
Foto: Parwito
Magelang
Virus flu babi atau H1N1 mendatangkan kekhawatiran yang besar. Tidak terkecuali bagi rombongan pelukis cilik yang hendak berkunjung ke Vietnam dalam rangka menghadiri even internasional. Karena ada surat peringatan dari badan PBB, UNESCO dan WHO mereka pun terancam urung pergi ke Vietnam.
"Sebelum datang surat berupa fax, kami menerima telepon dari UNESCO perwakilan Indonesia bahwa telah ada peringatan dari WHO untuk tidak memberangkatkan anak di bawah usia 25 tahun ke Vietnam. Sebab rentan terkena virus flu babi," tegas Khundori kepada detikcom Senin (13/07/2009)
Pelukis cilik Indonesia itu yakni Dini Kamilla Sari (12) warga Desa Kawedanan, Kecamatan Muntilan, Magelang, Jawa Tengah terancam batal untuk mewakili Indonesia dalam event Internasional di Grand Prix & Organizer Awards Mitsubishi Asian Children's Enikki Fiesta 2008-2009 yang dijadwalkan di negara Vietnam pada 28 Juli mendatang.
Surat peringatan dan pengunduran kegiatan sampai waktu tidak ditentukan di ajang seni lukis Internasional itu disampaikan oleh perwakilan UNESCO Jepang ke perwakilan UNESCO Indonesia pada 25 Juni 2009 lalu dan diteruskan ke orang tua Dini Kamilla Sari beberapa hari yang lalu.
Ndori, panggilan akrab ayah Dini menjelaskan bahwa sebelum event Internasional itu digelar, anaknya merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang ditunjuk untuk berangkat ke Vietnam sebab telah menjuarai ajang Nasional Piala Asian Children Enikki yang digelar di Jakarta bulan Desember tahun lalu.
Padahal, usai mendapat kabar untuk berangkat ke Vietnam anak dari pasangan Khundori dan Erni Yuniati Ningsih itu sudah melakukan persiapan berupa mengurus paspor dan tiket penerbangan dari Jogjakarta ke Jakarta dan Jakarta ke Vietnam.
"Kami sudah mempersiapkan segala sesuatu diantaranya membeli dan memesan tiket serta mengurus paspor yang sudah habis jutaan rupiah. Namun, tiba-tiba dikagetkan dengan surat peringatan dari WHO dan UNESCO untuk menunda keberangkatan," tegas Ndori didampingi istrinya Erni dirumahnya tadi.
Merasa Bersyukur Batal ke Vietnam
Di sisi lain, kedua orangtua Dini merasa bersyukur sebab belum sempat berangkat ke Vietnam sudah ada travel warning yang disampaikan ke UNESCO dan WHO untuk mengantisipasi terkena virus H1N1.
"Saya bersyukur Sebab, anak saya bisa terhindar dari penyakit yang konon mematikan itu. Kalau jadi berangkat, kan bisa seperti 14 orang anak dari grup Elfa's Choir yang terkena virus H1N1 di Korea Selatan baru-baru ini,' jelas Ndori.
Sementara itu, pelukis cilik nasional Dini Kamilla Sari kepada detikcom menyatakan sangat takut terhadap beberapa pemberitaan terkait virus H1N1 saat ini.
"Saya merasa bersyukur, takut dan bercampur kekecewaan. Ketakutan itu dikarenakan dengan adanya pemberitaan soal flu babi mas," tegas Dini yang saat ini menjalani
Orientasi Siswa di bangku sekolah SMP Negeri 1 Muntilan Magelang ini.
Kecewanya, saya tidak bisa pergi ke luar negeri untuk pertama kalinya yang akan dia jalani selama hidup hanya karena ada flu babi yang sudah menyerang dan menyebar sampai di seluruh dunia.
Selain itu, saat ini dirinya ingin berkonsentrasi penuh dulu menikmati masa orientasi siswanya di bangku kelas 1 SMP Negeri 1 Muntilan, Magelang.
Dari catatan prestasinya, Dini Kamilla Sari patut diacungi jempol. Sebab, selain sudah menjuarai event bergengsi nasional Piala Asian Children Enikki yang digelar di Jakarta bulan Desember tahun lalu, dia juga sudah puluhan kali menjadi juara lukis di beberapa event.
Diantaranya di even nasional adalah Delapan Pemenang Terbaik Sayembara Harian Bergambar Enikki (Komisi Nasional Indonesia Untuk UNESCO-2007), Juara 2 Lomba Gambar Peta Tingkat Nasional (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Bakosurtanal 2005) Juara 2 Dinas Pendidikan nasional (2005), Sepeluh Pemenang Terbaik Sayembara Harian Bergambar Enikki (2004).
Di event Internasional, dia telah berprestasi diantaranya di even Exxelence Award (Enikki Internasional Competicion 2005) di Tokyo Jepang, Mitsubishi Public Affairs Commite Award (Enikki Internasional Competicion 2007) di Tokyo Jepang, Kanagawa Price "The 13TH Kanagawa Biennal Word Children's Art Exibhition (2005).
"Sebanyak 5 lukisan saya telah dibeli oleh lima menteri Indonesia diantaranya menteri pariwisata, menteri pendidikan nasional, menteri kesejahteraan, dan lainya," tegas Dini.
Dini berharap, penyebaran virus flu babi segera bisa diatasi oleh pemerintah dan beberapa negara yang saat ini dinyatakan pandemi flu babi. Agar bisa mencurahkan serta menikmati hasil keringat karyanya di ajang Internasional nanti kelak.
(ndr/anw)
"Sebelum datang surat berupa fax, kami menerima telepon dari UNESCO perwakilan Indonesia bahwa telah ada peringatan dari WHO untuk tidak memberangkatkan anak di bawah usia 25 tahun ke Vietnam. Sebab rentan terkena virus flu babi," tegas Khundori kepada detikcom Senin (13/07/2009)
Pelukis cilik Indonesia itu yakni Dini Kamilla Sari (12) warga Desa Kawedanan, Kecamatan Muntilan, Magelang, Jawa Tengah terancam batal untuk mewakili Indonesia dalam event Internasional di Grand Prix & Organizer Awards Mitsubishi Asian Children's Enikki Fiesta 2008-2009 yang dijadwalkan di negara Vietnam pada 28 Juli mendatang.
Surat peringatan dan pengunduran kegiatan sampai waktu tidak ditentukan di ajang seni lukis Internasional itu disampaikan oleh perwakilan UNESCO Jepang ke perwakilan UNESCO Indonesia pada 25 Juni 2009 lalu dan diteruskan ke orang tua Dini Kamilla Sari beberapa hari yang lalu.
Ndori, panggilan akrab ayah Dini menjelaskan bahwa sebelum event Internasional itu digelar, anaknya merupakan satu-satunya perwakilan dari Indonesia yang ditunjuk untuk berangkat ke Vietnam sebab telah menjuarai ajang Nasional Piala Asian Children Enikki yang digelar di Jakarta bulan Desember tahun lalu.
Padahal, usai mendapat kabar untuk berangkat ke Vietnam anak dari pasangan Khundori dan Erni Yuniati Ningsih itu sudah melakukan persiapan berupa mengurus paspor dan tiket penerbangan dari Jogjakarta ke Jakarta dan Jakarta ke Vietnam.
"Kami sudah mempersiapkan segala sesuatu diantaranya membeli dan memesan tiket serta mengurus paspor yang sudah habis jutaan rupiah. Namun, tiba-tiba dikagetkan dengan surat peringatan dari WHO dan UNESCO untuk menunda keberangkatan," tegas Ndori didampingi istrinya Erni dirumahnya tadi.
Merasa Bersyukur Batal ke Vietnam
Di sisi lain, kedua orangtua Dini merasa bersyukur sebab belum sempat berangkat ke Vietnam sudah ada travel warning yang disampaikan ke UNESCO dan WHO untuk mengantisipasi terkena virus H1N1.
"Saya bersyukur Sebab, anak saya bisa terhindar dari penyakit yang konon mematikan itu. Kalau jadi berangkat, kan bisa seperti 14 orang anak dari grup Elfa's Choir yang terkena virus H1N1 di Korea Selatan baru-baru ini,' jelas Ndori.
Sementara itu, pelukis cilik nasional Dini Kamilla Sari kepada detikcom menyatakan sangat takut terhadap beberapa pemberitaan terkait virus H1N1 saat ini.
"Saya merasa bersyukur, takut dan bercampur kekecewaan. Ketakutan itu dikarenakan dengan adanya pemberitaan soal flu babi mas," tegas Dini yang saat ini menjalani
Orientasi Siswa di bangku sekolah SMP Negeri 1 Muntilan Magelang ini.
Kecewanya, saya tidak bisa pergi ke luar negeri untuk pertama kalinya yang akan dia jalani selama hidup hanya karena ada flu babi yang sudah menyerang dan menyebar sampai di seluruh dunia.
Selain itu, saat ini dirinya ingin berkonsentrasi penuh dulu menikmati masa orientasi siswanya di bangku kelas 1 SMP Negeri 1 Muntilan, Magelang.
Dari catatan prestasinya, Dini Kamilla Sari patut diacungi jempol. Sebab, selain sudah menjuarai event bergengsi nasional Piala Asian Children Enikki yang digelar di Jakarta bulan Desember tahun lalu, dia juga sudah puluhan kali menjadi juara lukis di beberapa event.
Diantaranya di even nasional adalah Delapan Pemenang Terbaik Sayembara Harian Bergambar Enikki (Komisi Nasional Indonesia Untuk UNESCO-2007), Juara 2 Lomba Gambar Peta Tingkat Nasional (Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional Bakosurtanal 2005) Juara 2 Dinas Pendidikan nasional (2005), Sepeluh Pemenang Terbaik Sayembara Harian Bergambar Enikki (2004).
Di event Internasional, dia telah berprestasi diantaranya di even Exxelence Award (Enikki Internasional Competicion 2005) di Tokyo Jepang, Mitsubishi Public Affairs Commite Award (Enikki Internasional Competicion 2007) di Tokyo Jepang, Kanagawa Price "The 13TH Kanagawa Biennal Word Children's Art Exibhition (2005).
"Sebanyak 5 lukisan saya telah dibeli oleh lima menteri Indonesia diantaranya menteri pariwisata, menteri pendidikan nasional, menteri kesejahteraan, dan lainya," tegas Dini.
Dini berharap, penyebaran virus flu babi segera bisa diatasi oleh pemerintah dan beberapa negara yang saat ini dinyatakan pandemi flu babi. Agar bisa mencurahkan serta menikmati hasil keringat karyanya di ajang Internasional nanti kelak.
(ndr/anw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 14:34 WIB
Sempat Terjadi Adu Jotos, 2 Satpam IPB Ditembak Pria Berhelm
-
Sabtu, 26/05/2012 14:20 WIB
Sebanyak 53.401 Siswa, Lulus SNMPTN 2012
-
Sabtu, 26/05/2012 14:15 WIB
Motor Vario yang Ditinggalkan Penembak Satpam IPB Hasil Curian
-
Sabtu, 26/05/2012 13:54 WIB
Departemen HAM PD: Grasi Corby Usaha Negara Membela WNI di Luar Negeri
-
Sabtu, 26/05/2012 13:45 WIB
Ini Ciri-ciri Detail Pelaku Maling Motor Penembak Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 14:20 WIB
Sebanyak 53.401 Siswa, Lulus SNMPTN 2012
-
Sabtu, 26/05/2012 13:53 WIB
Menjarah Toko, Putri Jutawan Inggris Dipenjara 2 Tahun
-
Sabtu, 26/05/2012 14:15 WIB
Motor Vario yang Ditinggalkan Penembak Satpam IPB Hasil Curian
-
Sabtu, 26/05/2012 13:43 WIB
Ini Ciri-ciri Detail Pelaku Maling Motor Penembak Satpam IPB
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
