Jaksa Agung: Ikrar Jaksa untuk Kurangi Jaksa Nakal
Senin, 13/07/2009 11:22 WIB
Jakarta
Kinerja korps Adhyaksa belakangan banyak menjadi sorotan terutama setelah terungkapnya kasus-kasus yang melibatkan oknum kejaksaan. Jaksa Agung Hendarman Supanji pun membenarkan bahwa pembacaan ikrar jaksa untuk mengurangi perilaku jaksa nakal.
"Oh, ya, ini salah satunya, pembangunan hukum itu adalah selain menegakkan hukum juga ketentuan-ketentuan hukum dan budayanya itu harus diperbaiki," kata Hendarman usai mengikuti apel Pembacaan Ikrar Kesetiaan Persatuan Jaksa di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, Senin (13/7/2009).
Menurut Hendarman, ada tiga hal yang perlu direnungkan dari ikrar ini. Pertama, yaitu jaksa diminta mengubah pola pikir.
"Yang dulunya menyimpang dan sekarang pola pikir kita harusnya menegakkan hukum yang baik dan benar dan tidak melanggar hak-hak asasi manusia," ungkapnya.
Selain itu, Hendarman juga meminta para jaksa meningkatkan kinerjanya. Budaya kerja yang semula tidak tertib harus diubah.
"Budaya kerja asal-asalan dan tidak tertib, semau gue, masa bodoh itu harus diubah," tegasnya.
Hendarman juga mengingatkan mengenai tingkah laku sebagai wujud ikrar.
"Apa ada langkah kongkret dengan memberi sanksi?" tanya wartawan.
"Saya tidak akan menambah atau mengurangi karena sudah ada sistemnya yang
berlaku sesuai dengan PP 30/1980," aku pria berhidung mancung ini.
"Kalau di KPK yang mengenai korupsi kan hukumannya harus diperberat, namun kalau pelanggaran administrasi dan penyalahgunaan yang memang menyalahgunakan dalam arti pembuktiannya yang sulit tentunya saya akan melaksanakan sesuai sistem yang ada," pungkasnya.
(nov/irw)
"Oh, ya, ini salah satunya, pembangunan hukum itu adalah selain menegakkan hukum juga ketentuan-ketentuan hukum dan budayanya itu harus diperbaiki," kata Hendarman usai mengikuti apel Pembacaan Ikrar Kesetiaan Persatuan Jaksa di Kejagung, Jl Sultan Hasanuddin, Jakarta, Senin (13/7/2009).
Menurut Hendarman, ada tiga hal yang perlu direnungkan dari ikrar ini. Pertama, yaitu jaksa diminta mengubah pola pikir.
"Yang dulunya menyimpang dan sekarang pola pikir kita harusnya menegakkan hukum yang baik dan benar dan tidak melanggar hak-hak asasi manusia," ungkapnya.
Selain itu, Hendarman juga meminta para jaksa meningkatkan kinerjanya. Budaya kerja yang semula tidak tertib harus diubah.
"Budaya kerja asal-asalan dan tidak tertib, semau gue, masa bodoh itu harus diubah," tegasnya.
Hendarman juga mengingatkan mengenai tingkah laku sebagai wujud ikrar.
"Apa ada langkah kongkret dengan memberi sanksi?" tanya wartawan.
"Saya tidak akan menambah atau mengurangi karena sudah ada sistemnya yang
berlaku sesuai dengan PP 30/1980," aku pria berhidung mancung ini.
"Kalau di KPK yang mengenai korupsi kan hukumannya harus diperberat, namun kalau pelanggaran administrasi dan penyalahgunaan yang memang menyalahgunakan dalam arti pembuktiannya yang sulit tentunya saya akan melaksanakan sesuai sistem yang ada," pungkasnya.
(nov/irw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 06:48 WIB
Menag: Polisi akan Usut Penyebar Buku Kartun Nabi Muhammad
-
Kamis, 24/05/2012 06:22 WIB
Kasus Hambalang, KPK Panggil Menpora Andi Mallarangeng Hari Ini
-
Kamis, 24/05/2012 05:51 WIB
Puisi 'Pohon Keadilan Rosidi', Solidaritas dari Nelayan Semarang
-
Kamis, 24/05/2012 05:36 WIB
Ditabrak Dump Truck, Pedagang Asongan di Jakut Tewas
-
Kamis, 24/05/2012 05:18 WIB
Jalur Contra Flow Diperpanjang Hingga Depan Carrefour Cawang
-
Kamis, 24/05/2012 06:48 WIB
Menag: Polisi akan Usut Penyebar Buku Kartun Nabi Muhammad
-
Kamis, 24/05/2012 06:08 WIB
Cabuli PRT Indonesia, Sopir Taksi Singapura Dibui 6 Bulan
-
Kamis, 24/05/2012 06:22 WIB
Kasus Hambalang, KPK Panggil Menpora Andi Mallarangeng Hari Ini
-
Kamis, 24/05/2012 05:18 WIB
Jalur Contra Flow Diperpanjang Hingga Depan Carrefour Cawang
-
686 Komentar
-
235 Komentar
-
220 Komentar
-
208 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,049.000
- Rp 2,796.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
