Din Syamsuddin: Kerusuhan di Xinjiang Genosida, Pelanggaran HAM Berat
Minggu, 12/07/2009 21:59 WIB
Din Syamsuddin (Foto: dok detikcom)
Jakarta
Kerusuhan di Provinsi Xinjiang, China merupakan pembersihan etnis dan agama yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) dan Organisasi Konferensi Islam (OKI) diminta turun tangan menangani konflik itu.
"Mengutuk keras pembantaian tersebut dan menganggapnya sebagai kejahatan
terhadap kemanusiaan dan pelanggaran HAM berat. Pembantaian tersebut merupakan genoisida dan pembersihan etnis dan agama (ethnic and religion's
cleansing),"ujar Wakil Sekjen World Islamic Peoples's Leadership (WIPL)/ Kepemimpinan Rakyat Islam Sedunia (KRIS) Din Syamsuddin.
Hal itu disampaikan Din dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (12/7/2009).
Din mendesak Pemerintah RRC untuk menghentikan pembantaian tersebut dan memberi kebebasan beragama bagi umat Islam. Khususnya untuk menjalankan ibadat sesuai dengan prinsip-prinsip HAM dan hak-hak sipil rakyat. PBB dan OKI diminta turun tangan.
"Mendesak PBB untuk segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan
pembantaian tersebut dan memberi sanksi atas Pemerintah RRC agar tindakan
biadab tersebut tidak terulang lagi," tegas Din.
Din menambahkan selain PBB, OKI dan negara-negara cinta damai serta lembaga kemanusiaan internasional mendesak RRC menghentikan pembantaian tersebut. Umat Islam Uighur harus harus diberi kebebasan untuk menjalankan agamanya.
"Menyerukan umat Islam se-dunia untuk berdoa bagi keselamatan umat Islam
Uighur dan mengusahakan memberi bantuan yang diperlukan," tandas Ketua PP Muhammadiyah itu.
(nwk/amd)
"Mengutuk keras pembantaian tersebut dan menganggapnya sebagai kejahatan
terhadap kemanusiaan dan pelanggaran HAM berat. Pembantaian tersebut merupakan genoisida dan pembersihan etnis dan agama (ethnic and religion's
cleansing),"ujar Wakil Sekjen World Islamic Peoples's Leadership (WIPL)/ Kepemimpinan Rakyat Islam Sedunia (KRIS) Din Syamsuddin.
Hal itu disampaikan Din dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (12/7/2009).
Din mendesak Pemerintah RRC untuk menghentikan pembantaian tersebut dan memberi kebebasan beragama bagi umat Islam. Khususnya untuk menjalankan ibadat sesuai dengan prinsip-prinsip HAM dan hak-hak sipil rakyat. PBB dan OKI diminta turun tangan.
"Mendesak PBB untuk segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan
pembantaian tersebut dan memberi sanksi atas Pemerintah RRC agar tindakan
biadab tersebut tidak terulang lagi," tegas Din.
Din menambahkan selain PBB, OKI dan negara-negara cinta damai serta lembaga kemanusiaan internasional mendesak RRC menghentikan pembantaian tersebut. Umat Islam Uighur harus harus diberi kebebasan untuk menjalankan agamanya.
"Menyerukan umat Islam se-dunia untuk berdoa bagi keselamatan umat Islam
Uighur dan mengusahakan memberi bantuan yang diperlukan," tandas Ketua PP Muhammadiyah itu.
(nwk/amd)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 14:34 WIB
Sempat Terjadi Adu Jotos, 2 Satpam IPB Ditembak Pria Berhelm
-
Sabtu, 26/05/2012 14:20 WIB
Sebanyak 53.401 Siswa, Lulus SNMPTN 2012
-
Sabtu, 26/05/2012 14:15 WIB
Motor Vario yang Ditinggalkan Penembak Satpam IPB Hasil Curian
-
Sabtu, 26/05/2012 13:54 WIB
Departemen HAM PD: Grasi Corby Usaha Negara Membela WNI di Luar Negeri
-
Sabtu, 26/05/2012 13:45 WIB
Ini Ciri-ciri Detail Pelaku Maling Motor Penembak Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 14:20 WIB
Sebanyak 53.401 Siswa, Lulus SNMPTN 2012
-
Sabtu, 26/05/2012 13:53 WIB
Menjarah Toko, Putri Jutawan Inggris Dipenjara 2 Tahun
-
Sabtu, 26/05/2012 14:15 WIB
Motor Vario yang Ditinggalkan Penembak Satpam IPB Hasil Curian
-
Sabtu, 26/05/2012 13:43 WIB
Ini Ciri-ciri Detail Pelaku Maling Motor Penembak Satpam IPB
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
