detikcom
Minggu, 12/07/2009 10:04 WIB

Updated

Beda Kadaluwarsa Produk China dan Indonesia

Irwan Nugroho - detikNews
Halaman 1 dari 2
Salah satu sudut Bandara Beijing (Irwan/detikcom)
Beijing - Membeli oleh-oleh di tempat khusus penjualan oleh-oleh tentu mengharapkan kualitas atau mutunya terjamin. Sudah pasti kita tidak ingin oleh-oleh tersebut kadaluwarsa dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Bila anda melancong ke China, dan menyempatkan diri memborong oleh-oleh di Bandara Internasional Beijing, China, di bandara kelas satu tersebut, banyak terdapat gerai yang menyediakan aneka makanan khas negara tirai bambu.

Contohnya saja saat detikcom mencoba untuk berburu oleh-oleh pada Rabu (8/7/2009) yang lalu. Sekitar pukul 08.00 waktu setempat, gerai-gerai tersebut sudah banyak yang buka. Selain gerai makanan kemasan, juga terdapat gerai lain yang menjajakan aksesoris dan suvenir. Di sekitar lokasi berbelanja itu juga tampak sejumlah restoran dan cafe mewah.

Makanan kemasan yang terlihat banyak dijual dan menggoda mata adalah cokelat. Bungkusan cokelat tersebut sama dengan yang dijumpai di Indonesia. Hanya ilustrasinya saja yang mencirikan negara China, misalnya Panda.

Harga cokelat tersebut bervariasi, mulai dari 25 Yuan atau sekitar Rp 32.500 (kurs 1.300) hingga 90 Yuan. Akan tetapi, jika membeli paketan berisi dua sampai lima kotak, harganya bisa sedikit miring.

Pelayan-pelayan, kebanyakan wanita, menawarkan dengan gaya yang cukup ramah. Mereka juga menjelaskan dagangan yang dijual, misalnya soal rasa dan jumlah item cokelat yang ada di dalam satu kemasan. Begitu pula dengan sistem penjualan paket yang harganya dapat meringankan pembeli.

Tentu saja bagi anda yang hati-hati, sebelum membeli anda akan melihat-lihat dulu tanggal kadaluarsa produk. Apalagi makanan yang kadaluarsa dapat menimbulkan efek tidak bagus bagi tubuh, bahkan menyebabkan keracunan.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(irw/irw)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%