Sigma Serahkan Laporan Dugaan Pelanggaran Pilpres ke Panwaslu Jakarta
Sabtu, 11/07/2009 18:56 WIB
Jakarta
Sinergi Masyarakat Indonesia untuk Demokrasi (Sigma) menyerahkan laporan kasus pelanggaran pilpres ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta.
"Khusus DKI Jakarta, kita temukan di 112 TPS di lima kotamadya dengan jumlah 616 kasus. Pelanggaran tersebut, baik itu pidana, dugaan pelanggaran administratif, dan indikasi pelanggaan kode etik," ujar Koordinator Sigma Said Salahuddin di kantor Panwaslu DKI Jakarta, Jl Suryapranoto, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2009).
Menurut Said, dugaan pelanggaran kode etik dan administratif yang terjadi pada pilpres lalu masih banyak dilakukan oleh Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).
"Masyarakat lebih siap dibanding KPU. Misalnya, salinan DPT dapat disalin publik dan justru undang-undang menugaskan KPU agar masyarakat bisa mengetahui apakah dia terdaftar," kata dia.
Lebih lanjut, Said mencontohkan banyaknya TPS yang tidak memasang DPT pada TPS saat dilakukan pencontrengan.
"Data kita 1 dari 7 TPS tidak memasang DPT pada saat pencontrenganya," sebutnya.
Pemilih pengguna formulir C4 juga menjadi sorotan Sigma. Pasalnya, banyak saat hari pencontrengan pemilih yang tercantum namanya di DPT belum mendapatkan formulir C4.
"Akibatnya tidak bisa memilih. Padahal sesuai dengan undang-undang, pemilih yang terdaftar di DPT bisa menggunakan kartu tanda pengenal," tuturnya.
Hal ini membuktikan bahwa kurangnya kordinasi antara KPU dan Pihak KPPS.
"Terlebih lagi tentang pemutakhiran yang dilakukan KPU tdak optimal," pungkasnya.
(fiq/irw)
"Khusus DKI Jakarta, kita temukan di 112 TPS di lima kotamadya dengan jumlah 616 kasus. Pelanggaran tersebut, baik itu pidana, dugaan pelanggaran administratif, dan indikasi pelanggaan kode etik," ujar Koordinator Sigma Said Salahuddin di kantor Panwaslu DKI Jakarta, Jl Suryapranoto, Jakarta Pusat, Sabtu (11/7/2009).
Menurut Said, dugaan pelanggaran kode etik dan administratif yang terjadi pada pilpres lalu masih banyak dilakukan oleh Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS).
"Masyarakat lebih siap dibanding KPU. Misalnya, salinan DPT dapat disalin publik dan justru undang-undang menugaskan KPU agar masyarakat bisa mengetahui apakah dia terdaftar," kata dia.
Lebih lanjut, Said mencontohkan banyaknya TPS yang tidak memasang DPT pada TPS saat dilakukan pencontrengan.
"Data kita 1 dari 7 TPS tidak memasang DPT pada saat pencontrenganya," sebutnya.
Pemilih pengguna formulir C4 juga menjadi sorotan Sigma. Pasalnya, banyak saat hari pencontrengan pemilih yang tercantum namanya di DPT belum mendapatkan formulir C4.
"Akibatnya tidak bisa memilih. Padahal sesuai dengan undang-undang, pemilih yang terdaftar di DPT bisa menggunakan kartu tanda pengenal," tuturnya.
Hal ini membuktikan bahwa kurangnya kordinasi antara KPU dan Pihak KPPS.
"Terlebih lagi tentang pemutakhiran yang dilakukan KPU tdak optimal," pungkasnya.
(fiq/irw)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
282 Komentar
-
235 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
