Salah Pilih Menteri, SBY Bisa Dijatuhkan
Sabtu, 11/07/2009 10:46 WIB
dok detikcom
Jakarta
Kemenangan SBY satu putaran dalam pilpres dinilai melahirkan feodalisme gaya baru. Supaya aman, SBY harus memilih kalangan prodesional untuk mengisi kabinetnya.
"Kemenangan SBY satu putaran ini bisa membuat suatu sistem feodalisme, kalau ada kesalahan bisa dijatuhkan oleh menteri dari koalisinya," ujar kata pengamat politik Soekardi Rinakit alam diskusi "Presiden Lanjutan" di Warung Daun, Jl. Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2009).
Kalangan profesional, menurut rinakit, resistensinya lebih kecil. Karena itu, sambung Rinakit, SBY tak perlu risau jika partai politik pendukungnya tidak mengajukan calon profesional.
"Kabinet jangan berdasar representasi partai tapi profesionalitas. Kepada partai yang tidak punya orang profesional dikasih 2M (Makasih Mas) saja lah," ujar Rinakit.
Menurut Rinakit, kalangan profesional memiliki beban yang lebih kecil daripada fungsionaris parpol. Sebab kinerja fungsionaris parpol bisa saja terpengaruh kepentingan partainya.
"Kalau profesional uang hanya untuk dirinya dan keluarganya. Untuk orang partai akan selalu butuh uang untuk dirinya, partainya, konstituennya," ujar Rinakit.
"Tidak usah ragu-ragu mengambil menteri. Kalau salah sangat besar resistensinya, bisa repot," tegasnya.
(van/djo)
"Kemenangan SBY satu putaran ini bisa membuat suatu sistem feodalisme, kalau ada kesalahan bisa dijatuhkan oleh menteri dari koalisinya," ujar kata pengamat politik Soekardi Rinakit alam diskusi "Presiden Lanjutan" di Warung Daun, Jl. Pakubuwono, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2009).
Kalangan profesional, menurut rinakit, resistensinya lebih kecil. Karena itu, sambung Rinakit, SBY tak perlu risau jika partai politik pendukungnya tidak mengajukan calon profesional.
"Kabinet jangan berdasar representasi partai tapi profesionalitas. Kepada partai yang tidak punya orang profesional dikasih 2M (Makasih Mas) saja lah," ujar Rinakit.
Menurut Rinakit, kalangan profesional memiliki beban yang lebih kecil daripada fungsionaris parpol. Sebab kinerja fungsionaris parpol bisa saja terpengaruh kepentingan partainya.
"Kalau profesional uang hanya untuk dirinya dan keluarganya. Untuk orang partai akan selalu butuh uang untuk dirinya, partainya, konstituennya," ujar Rinakit.
"Tidak usah ragu-ragu mengambil menteri. Kalau salah sangat besar resistensinya, bisa repot," tegasnya.
(van/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Sabtu, 26/05/2012 13:53 WIB
Menjarah Toko, Putri Jutawan Inggris Dipenjara 2 Tahun
-
Sabtu, 26/05/2012 13:43 WIB
Ini Ciri-ciri Detail Pelaku Maling Motor Penembak Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 14:16 WIB
110 Orang Tewas dalam Serangan Pasukan Suriah
-
Sabtu, 26/05/2012 12:16 WIB
Lagi, Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan 4 Militan di Pakistan
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
