Golkar Harus Jadi Oposisi Agar DPR Tak Jadi 'Tukang Stempel'
Sabtu, 11/07/2009 09:06 WIB
Jakarta
Indikasi merapatnya Partai Golkar ke barisan partai pendukung SBY-Boediono dinilai bakal menjadi pukulan berat bagi rakyat. Sebab, dengan sangat dominannya partai pendukung pemerintah di parlemen, DPR bisa jadi hanya akan berperan sebagai 'tukang stempel' untuk mengamankan kebijakan pemerintah.
"Jika Golkar merapat, DPR hanya akan jadi tukang stempel. Tidak ada lagi yang merhatiin rakyat kalau presidennya mencla-mencle," kata pengamat hukum tata negara Irman Putra Sidin saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (11/7/2009).
Menurut Irman, dalam sebuah sistem presidensial sebenarnya tidak ada yang dinamakan dengan koalisi pemerintahan. Istilah tersebut hanya berlaku untuk sistem parlementer.
Partai politik, katanya, hanya secara administratif saja mendukung pasangan calon dalam Pilpres, untuk kemudian setelah pemerintahan baru berjalan, parpol harus kembali kepada khittah-nya sebagai pembela rakyat lewat fungsi pengawasan di parlemen.
"Yang namanya DPR, pasti opsisi," tegasnya.
Ia menambahkan, presiden terpilih nantinya juga harus bersikap negarawan dengan merelakan sebagian kekuatan untuk melakukan check and balance kepada kebijakannya kelak.
"Jangan takut dijatuhkan (impeachment), proses menuju itu sangat rumit. Harus lewat pengkajian konstitusi yang mendalam. Tidak mudah untuk melakukan impeachment itu," pungkasnya.
Seperti diketahui, jika akhirnya Partai Golkar benar merapat ke kubu SBY-Boediono, maka sedikitnya 70 persen kursi DPR akan dikuasai partai pendukung pemerintah. Dengan demikian, jika terjadi voting dalam pengambilan keputusan di DPR, maka usulan pemerintah baik itu legislasi maupun anggaran dipastikan akan lolos dengan mulus.
(lrn/lrn)
"Jika Golkar merapat, DPR hanya akan jadi tukang stempel. Tidak ada lagi yang merhatiin rakyat kalau presidennya mencla-mencle," kata pengamat hukum tata negara Irman Putra Sidin saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (11/7/2009).
Menurut Irman, dalam sebuah sistem presidensial sebenarnya tidak ada yang dinamakan dengan koalisi pemerintahan. Istilah tersebut hanya berlaku untuk sistem parlementer.
Partai politik, katanya, hanya secara administratif saja mendukung pasangan calon dalam Pilpres, untuk kemudian setelah pemerintahan baru berjalan, parpol harus kembali kepada khittah-nya sebagai pembela rakyat lewat fungsi pengawasan di parlemen.
"Yang namanya DPR, pasti opsisi," tegasnya.
Ia menambahkan, presiden terpilih nantinya juga harus bersikap negarawan dengan merelakan sebagian kekuatan untuk melakukan check and balance kepada kebijakannya kelak.
"Jangan takut dijatuhkan (impeachment), proses menuju itu sangat rumit. Harus lewat pengkajian konstitusi yang mendalam. Tidak mudah untuk melakukan impeachment itu," pungkasnya.
Seperti diketahui, jika akhirnya Partai Golkar benar merapat ke kubu SBY-Boediono, maka sedikitnya 70 persen kursi DPR akan dikuasai partai pendukung pemerintah. Dengan demikian, jika terjadi voting dalam pengambilan keputusan di DPR, maka usulan pemerintah baik itu legislasi maupun anggaran dipastikan akan lolos dengan mulus.
(lrn/lrn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
282 Komentar
-
235 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
