detikcom
Jumat, 10/07/2009 19:39 WIB

Wartawan Prancis Ditahan Sebuah Perusahaan di Jambi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
ilustrasi
Jambi - 3 Wartawan media Prancis ditahan oleh perusahaan kertas PT Lontar Papayrus Pulp and Paper. Penahanan terkait peliputan tanpa izin di lokasi yang dimiliki oleh anak perusahaan PT Sinarmas itu di Kabupaten Tebing Tinggi, Jambi, Jumat (10/7/2009).

Mereka adalah Cyril Payen (Kepala Biro Asia Tenggara), Gillaume Martin (Kameramen), Dewi Arilaha (Produser Lapangan). Belum diketahui nama media asing tersebut.

Penahanan ini disampaikan oleh Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jambi, Didy Wurjanto. Menurutnya, penangkapan dilakukan pukul 11.00 WIB. Mereka ditangkap seorang satpam tak lama setelah mengambil gambar di lokasi pabrik tersebut.

"Katanya mereka ini ditangkap karena ketika mengambil gambar tidak meminta izin ke perusahaan. Atas alasan inilah, pihak perusahaan menahan mereka," kata Didy saat dihubungi detikcom.

Ia menjelaskan, 3 wartawan asing ini sempat meminta bantuan ke sejumlah NonGoverment Organization (NGO) di Jambi untuk melobi pihak perusahaan untuk melapaskan mereka. Pihak perusahaan pun bersedia melepaskan, asalkan gambar yang telah didokumentasikan disita pihak perusahaan.

"Wartawan ini sempat meminta NGO, tapi mereka tidak menghubungi saya. Saya justru diberi tahu oleh perusahaan sendiri atas penangkapan itu," katanya.

Dikarenakan belum ada titik temu antara kedua belah pihak atas masalah ini, 3 wartawan pun masih ditahan.


Siapa sangka, ada profesi sebagai pencicip minuman keras oplosan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(lrn/ken)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
55%
Kontra
45%