PKS: Bergabungnya Golkar Jangan Ganggu Kesepakatan Koalisi
Jumat, 10/07/2009 17:54 WIB
Jakarta
Peluang bagi Partai Golkar bergabung dalam koalisi parpol mendukung SBY-Boediono memang sangat terbuka. Hanya saja diimbau masuknya Golkar jangan menganggu kesepakatan antara 24 parpol yang mendukung SBY sedari awal.
Demikian tanggapan Ketua FPKS DPR RI Mahfudz Siddiq, tentang wacana merapatnya Golkar ke kubu SBY. Hal ini disampaikan Mahfudz di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/7/2009).
"Secara etika masuknya Golkar tidak boleh mengganggu berjalannya koalisi yang sudah dibentuk sejak awal," kata dia.
Format koalisi yang sudah digalang PD bersama 23 parpol lain tidak akan berubah karena bergabungnya Golkar. Hal tersebut khususnya berkenaan dengan jatah pos kabinet bagi kader parpol anggota koalisi dalam pemerintahan 5 tahun mendatang.
"Kalau toh nanti Golkar berkoalisi, yang diberikan adalah pos profesional yang bukan merupakan jatah parpol koalisi sejak awal,"
tegas politisi PKS ini.
Namun menurutnya lebih baik Golkar bergabung dengan PDIP mengambil posisi sebagai pihak oposisi dalam parlemen. Bergabungnya dua parpol besar itu diyakini akan membuat fungsi oposisi menjadi lebih efektif.
"Selama ini PDIP yang berada di jalur oposisi kurang begitu kuat. Jika ditambah Golkar mungkin lebih efektif sebagai oposisi," ujar Mahfudz.
(lh/nrl)
Demikian tanggapan Ketua FPKS DPR RI Mahfudz Siddiq, tentang wacana merapatnya Golkar ke kubu SBY. Hal ini disampaikan Mahfudz di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis (10/7/2009).
"Secara etika masuknya Golkar tidak boleh mengganggu berjalannya koalisi yang sudah dibentuk sejak awal," kata dia.
Format koalisi yang sudah digalang PD bersama 23 parpol lain tidak akan berubah karena bergabungnya Golkar. Hal tersebut khususnya berkenaan dengan jatah pos kabinet bagi kader parpol anggota koalisi dalam pemerintahan 5 tahun mendatang.
"Kalau toh nanti Golkar berkoalisi, yang diberikan adalah pos profesional yang bukan merupakan jatah parpol koalisi sejak awal,"
tegas politisi PKS ini.
Namun menurutnya lebih baik Golkar bergabung dengan PDIP mengambil posisi sebagai pihak oposisi dalam parlemen. Bergabungnya dua parpol besar itu diyakini akan membuat fungsi oposisi menjadi lebih efektif.
"Selama ini PDIP yang berada di jalur oposisi kurang begitu kuat. Jika ditambah Golkar mungkin lebih efektif sebagai oposisi," ujar Mahfudz.
(lh/nrl)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Kamis, 24/05/2012 06:08 WIB
Cabuli PRT Indonesia, Sopir Taksi Singapura Dibui 6 Bulan
-
Kamis, 24/05/2012 06:48 WIB
Menag: Polisi akan Usut Penyebar Buku Kartun Nabi Muhammad
-
Kamis, 24/05/2012 06:22 WIB
Kasus Hambalang, KPK Panggil Menpora Andi Mallarangeng Hari Ini
-
Kamis, 24/05/2012 05:18 WIB
Jalur Contra Flow Diperpanjang Hingga Depan Carrefour Cawang
-
686 Komentar
-
235 Komentar
-
219 Komentar
-
208 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,796.000
- Rp 6,049.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message
.gif)

_2.gif)
