Kabinet Baru
SBY Tak Pernah Janjikan Posisi Menteri untuk Parpol Pendukung
Jumat, 10/07/2009 17:45 WIB
Jakarta
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hampir dipastikan memenangkan Pilpres 2009. Langkah SBY selanjutnya adalah membentuk kabinet untuk jangka waktu lima tahun ke depan.
Konon, sejumlah partai politik yang mengusung SBY dalam pilpres sudah meminta dan menyiapkan nama-nama yang akan akan mengisi kabinet tersebut. Namun hal itu dibantah oleh kubu SBY, Ketua DPP Demokrat (PD) Ahmad Mubarok.
"Pak SBY nggak pernah bicara soal menteri, nggak pernah menjanjikan posisi menteri kepada partai-partai tersebut," kata Mubarok saat berbincang dengan detikcom, Jumat (10/7/2009).
Mubarok mengatakan, koalisi pendukung SBY yang dibangun tersebut bersifat umum. Saat koalisi tersebut dibentuk, SBY sudah mewanti-wanti kabinet yang dibentuk SBY nantinya bersifat presidensial.
"Artinya semuanya ada di tangan SBY, siapa yang dipilih itu terserah pada SBY," kata Mubarok.
Mubarok mengatakan, kabinet baru nantinya akan diisi oleh orang-orang yang profesional. Menteri dari partai tentu saja tetap ada namun tetap akan dipilih orang-orang yang ahli.
Lalu apakah parpol tidak akan protes dengan keputusan itu? "Ya nggak bisa protes dong, kan dari awal sudah tahu kalau bakal seperti itu," katanya.
"Kalau ada parpol yang protes, dia akan dicemooh masyarakat karena terbukti hanya cari kekuasaan. Pak SBY kan sudah terbukti dipercaya oleh masyarakat dengan kemenangan 60 persen itu," lanjut Mubarok.
(ken/iy)
Konon, sejumlah partai politik yang mengusung SBY dalam pilpres sudah meminta dan menyiapkan nama-nama yang akan akan mengisi kabinet tersebut. Namun hal itu dibantah oleh kubu SBY, Ketua DPP Demokrat (PD) Ahmad Mubarok.
"Pak SBY nggak pernah bicara soal menteri, nggak pernah menjanjikan posisi menteri kepada partai-partai tersebut," kata Mubarok saat berbincang dengan detikcom, Jumat (10/7/2009).
Mubarok mengatakan, koalisi pendukung SBY yang dibangun tersebut bersifat umum. Saat koalisi tersebut dibentuk, SBY sudah mewanti-wanti kabinet yang dibentuk SBY nantinya bersifat presidensial.
"Artinya semuanya ada di tangan SBY, siapa yang dipilih itu terserah pada SBY," kata Mubarok.
Mubarok mengatakan, kabinet baru nantinya akan diisi oleh orang-orang yang profesional. Menteri dari partai tentu saja tetap ada namun tetap akan dipilih orang-orang yang ahli.
Lalu apakah parpol tidak akan protes dengan keputusan itu? "Ya nggak bisa protes dong, kan dari awal sudah tahu kalau bakal seperti itu," katanya.
"Kalau ada parpol yang protes, dia akan dicemooh masyarakat karena terbukti hanya cari kekuasaan. Pak SBY kan sudah terbukti dipercaya oleh masyarakat dengan kemenangan 60 persen itu," lanjut Mubarok.
(ken/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Kamis, 24/05/2012 06:08 WIB
Cabuli PRT Indonesia, Sopir Taksi Singapura Dibui 6 Bulan
-
Kamis, 24/05/2012 06:48 WIB
Menag: Polisi akan Usut Penyebar Buku Kartun Nabi Muhammad
-
Kamis, 24/05/2012 06:22 WIB
Kasus Hambalang, KPK Panggil Menpora Andi Mallarangeng Hari Ini
-
Kamis, 24/05/2012 05:18 WIB
Jalur Contra Flow Diperpanjang Hingga Depan Carrefour Cawang
-
686 Komentar
-
235 Komentar
-
219 Komentar
-
208 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,796.000
- Rp 6,049.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
