Hasil Pilpres Pertegas Rakyat Tak Percaya Parpol Lagi
Jumat, 10/07/2009 15:33 WIB
Jakarta
Hasil Pemilu Presiden semakin mempertegas rakyat kian tidak percaya dengan partai politik. Tetapi elit partai belum menyadari sepenuhnya organisasi yang dipimpinnya menuju ambang kehancuran.
Hasil penghitungan sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun hasil quick count yang dilakukan beberapa lembaga, menunjukkan pasangan calon presiden SBY-Boediono jauh mengungguli dua pasangan calon lainnya. Perolehan sementara mereka mencapai 60% suara, sehingga Pemilu Presiden yang kedua ini hanya berlangsung satu putaran.
Hasil Pemilu Presiden 2009 sementara ini kian mempertegas, pengaruh partai politik semakin menurun dalam pemberian dukungan suara buat calon presiden.
Di satu sisi, hal ini ditunjukkan oleh keberhasilan Tim Sukses SBY-Boediono meski tanpa keterlibatan partai-partai pendukung; di sisi lain, juga ditunjukkan oleh anjloknya perolehan suara JK-Wiranto yang tidak sebanding dengan perolehan Partai Golkar dan Partai Hanura pada Pemilu Legislatif.
Sebelumnya, hasil Pemilu Legislatif 2009 menunjukkan, partai politik terus kehilangan kepercayaan masyarakat pemilih. Sebuah fenomena lanjutan dari Pemilu Legislatif 2004, setelah lima tahun sebelumnya, yakni Pemilu 1999, masyarakat sangat antusias menyambut datangnya partai-partai politik baru.
Pertama, hal ini terlihat pada tingginya jumlah pemilih yang tidak mengikuti pemungutan suara. Kedua, semua partai politik mapan, seperti PDIP, Partai Golkar, dan PPP, termasuk PAN dan PKB, mengalami penurunan persentase suara signifikan. Ketiga, kemenangan Partai Demokrat dipercaya bukan karena kinerja partai, tetapi lebih karena figur SBY.
Terus menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik tentu akan menimbulkan masalah besar bagi demokratisasi di Indonesia. Sebab, dalam kajian akademis maupun praktek di banyak negara, partai politik punya peran signifikan dalam proses demokrasi, baik pada tingkat prosedural maupun substansial.
Fungsi partai politik dalam agregasi dan artikulasi kepentingan, pendidikan politik, sosialisasi politik, maupun formulasi agenda politik berpengaruh terhadap proses demokrasi substansial.
Sedangkan fungsi seleksi pejabat publik dan mobilisasi dalam pemilu berpengaruh langsung terhadap proses demokrasi prosedural. Singkatnya, partai politik punya peran sentral dalam konsolidasi demokrasi atau pendalaman demokrasi.
Masalahnya, apakah elit partai politik benar-benar menyadari partai politik yang dipimpinnya semakin tidak dipercayai masyarakat? Apakah mereka menyadari situasi seperti ini bila terus berlangsung akan membawa partai politik ke ambang kemusnahan?
Tentu para elit tahu, dari pemilu ke pemilu, dukungan rakyat terus menurun. Mereka juga merasakan betapa kerasnya kritik masyarakat terhadap keberadaan organisasi yang dipimpinnya.
Namun saya meragukan, mereka menyadari apa yang terjadi. Yang saya maksud dengan menyadari adalah, munculnya rencana aksi untuk mengubah keadaan, dari situasi yang membahayakan menuju ke situasi yang berpengharapan.
Gejala menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik sudah muncul sejak lima tahun lalu, dan dipertegas kembali pada Pemilu 2009 ini. Tapi tampaknya elit politik masih enjoy saja dengan apa yang terjadi, mereka terus menikmati posisi keelitannya.
*) Didik Supriyanto adalah Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)
(diks/iy)
Hasil penghitungan sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) maupun hasil quick count yang dilakukan beberapa lembaga, menunjukkan pasangan calon presiden SBY-Boediono jauh mengungguli dua pasangan calon lainnya. Perolehan sementara mereka mencapai 60% suara, sehingga Pemilu Presiden yang kedua ini hanya berlangsung satu putaran.
Hasil Pemilu Presiden 2009 sementara ini kian mempertegas, pengaruh partai politik semakin menurun dalam pemberian dukungan suara buat calon presiden.
Di satu sisi, hal ini ditunjukkan oleh keberhasilan Tim Sukses SBY-Boediono meski tanpa keterlibatan partai-partai pendukung; di sisi lain, juga ditunjukkan oleh anjloknya perolehan suara JK-Wiranto yang tidak sebanding dengan perolehan Partai Golkar dan Partai Hanura pada Pemilu Legislatif.
Sebelumnya, hasil Pemilu Legislatif 2009 menunjukkan, partai politik terus kehilangan kepercayaan masyarakat pemilih. Sebuah fenomena lanjutan dari Pemilu Legislatif 2004, setelah lima tahun sebelumnya, yakni Pemilu 1999, masyarakat sangat antusias menyambut datangnya partai-partai politik baru.
Pertama, hal ini terlihat pada tingginya jumlah pemilih yang tidak mengikuti pemungutan suara. Kedua, semua partai politik mapan, seperti PDIP, Partai Golkar, dan PPP, termasuk PAN dan PKB, mengalami penurunan persentase suara signifikan. Ketiga, kemenangan Partai Demokrat dipercaya bukan karena kinerja partai, tetapi lebih karena figur SBY.
Terus menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik tentu akan menimbulkan masalah besar bagi demokratisasi di Indonesia. Sebab, dalam kajian akademis maupun praktek di banyak negara, partai politik punya peran signifikan dalam proses demokrasi, baik pada tingkat prosedural maupun substansial.
Fungsi partai politik dalam agregasi dan artikulasi kepentingan, pendidikan politik, sosialisasi politik, maupun formulasi agenda politik berpengaruh terhadap proses demokrasi substansial.
Sedangkan fungsi seleksi pejabat publik dan mobilisasi dalam pemilu berpengaruh langsung terhadap proses demokrasi prosedural. Singkatnya, partai politik punya peran sentral dalam konsolidasi demokrasi atau pendalaman demokrasi.
Masalahnya, apakah elit partai politik benar-benar menyadari partai politik yang dipimpinnya semakin tidak dipercayai masyarakat? Apakah mereka menyadari situasi seperti ini bila terus berlangsung akan membawa partai politik ke ambang kemusnahan?
Tentu para elit tahu, dari pemilu ke pemilu, dukungan rakyat terus menurun. Mereka juga merasakan betapa kerasnya kritik masyarakat terhadap keberadaan organisasi yang dipimpinnya.
Namun saya meragukan, mereka menyadari apa yang terjadi. Yang saya maksud dengan menyadari adalah, munculnya rencana aksi untuk mengubah keadaan, dari situasi yang membahayakan menuju ke situasi yang berpengharapan.
Gejala menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap partai politik sudah muncul sejak lima tahun lalu, dan dipertegas kembali pada Pemilu 2009 ini. Tapi tampaknya elit politik masih enjoy saja dengan apa yang terjadi, mereka terus menikmati posisi keelitannya.
*) Didik Supriyanto adalah Ketua Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem)
(diks/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Selasa, 21/07/2009 21:55 WIB
Sketsa Pemilu 2009
Menyoal Keterlibatan Lembaga Asing
-
Kamis, 02/07/2009 10:52 WIB
Sketsa Pemilu 2009
Independensi dan Konfrontasi
-
Senin, 22/06/2009 10:13 WIB
Sketsa Pemilu 2009
Perilaku Orang/Lembaga Survei (3)
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
282 Komentar
-
235 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
