Korupsi Dana APBD Marowali
Keluarga Tersangka Sesalkan Pembiaran Upaya Pemerasan
Jumat, 10/07/2009 14:41 WIB
Jakarta
Keluarga tersangka kasus korupsi dana APBD Kabupaten Marowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) menengarai ada upaya pemerasan dalam penyidikan kasus tersebut. Mereka menyayangkan hal tersebut dibiarkan oleh polisi.
Hal tersebut diungkapkan Yesiah Ery Tamalagi, anak dari tersangka Datlin Tamalagi, dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Jumat (10/7/2009).
Yesiah menjelaskan, pada 23 Juni dalam perjalanan Palu-Morowali, ibunya, Ny. Weringku Lameanda, mendapat telepon dari telepon seluler 081280111110. Sang penelepon yang mengaku sebagai utusan Polda Sulteng meminta disiapkan dana 50 juta rupiah. Dana tersebut akan digunakan sebagai biaya pelepasan Datlin.
"Besarnya uang tersebut adalah sebagai uang jaminan untuk lepas dari tahanan," kata Yesiah.
Pada 25 Juni, Ny Weringku kembali menerima telpon dari nomor 0818861353 dan 0817784355. Kali ini sang penelepon mengatasnamakan Staf Kajati dan Kajati. Inti pembicaraan di telpon adalah menanyakan dan meminta disiapkan sejumlah dana untuk pengurusan pembebasan Datlin.
Sang penelepon tidak menyebutkan jumlah. Namun orang tersebut menekankan, karena yang mengurus beberapa orang, nominalnya tidak kecil.
"Informasi ini diteruskan orang tua kami kepada saya selaku anak tertua yang tinggal di Jakarta, dan meneruskannya kepada sejumlah teman-teman wartawan media cetak. Informasi ini lalu di follow up rekan-rekan wartawan dan berhasil melakukan kontak langsung," ujar Yesiah.
Selanjutnya, sambung Yesiah, informasi dan hasil investigasi ini kemudian juga diberikan kepada polisi dan dimuat di sejumlah media massa. Bahkan salah satu radio swasta juga menyiarkan upaya pemerasan tersebut lengkap dengan suara dari para pemeras.
Menariknya, aparat pada hari yang sama setelah mendapat informasi dari wartawan, juga berhasil melakukan kontak langsung pada salah satu penelepon. Dari hasil percakapan dengan penelpon, juga melibatkan institusi kejaksaan agung, dengan memberikan nomor rekening seakan-akan orang dalam Kejagung, yakni Diana Puspita Rini SH. MH.Acc, Bank BCA Jakarta, 2120187727.
"Sayangnya, upaya pemerasan ini tidak ditindaklanjuti aparat, dan seolah-olah membiarkan para pelaku lepas begitu saja. Pembenaran dari tidak ditindaklanjuti adalah kami pihak keluarga harus melaporkan upaya ini secara resmi," ujar Yesiah.
Menurut Yesiah, hal tersebut menimbulkan tanda tanya bagi dirinya. Salah satunya mengapa informasi yang sudah begitu akurat di tangan aparat dan telah dipublish media massa tidak dapat menjadi dasar untuk mengambil tindakan?
"Ini seakan menjadi pembenaran bahwa praktek seperti adalah hal yang biasa," ujar Yesiah.
Sekadar diketahui, tersangka dalam kasus pengadaan kapal fiberglass senilai Rp 4 miliar di Kabupaten Morowali berjumlah 4 orang. Mereka masing-masing Plt Bupati Datlin Tamalagi, Dirut Perusda Morowali Herman Gamal, H Chaironny Cadda dan mantan Plt Sekda Morowali Syahrir Ishak.
Namun masa tahanan tersangka Chaironny dan Syahrir telah dihentikan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng pada 24 Juni 2009. Sedangkan massa penahanan Datlin dan Herman diperpanjang hingga 3 Agustus mendatang. Keduanya saat ini mendekam di sel tahanan Polda Sulteng.
(djo/djo)
Hal tersebut diungkapkan Yesiah Ery Tamalagi, anak dari tersangka Datlin Tamalagi, dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Jumat (10/7/2009).
Yesiah menjelaskan, pada 23 Juni dalam perjalanan Palu-Morowali, ibunya, Ny. Weringku Lameanda, mendapat telepon dari telepon seluler 081280111110. Sang penelepon yang mengaku sebagai utusan Polda Sulteng meminta disiapkan dana 50 juta rupiah. Dana tersebut akan digunakan sebagai biaya pelepasan Datlin.
"Besarnya uang tersebut adalah sebagai uang jaminan untuk lepas dari tahanan," kata Yesiah.
Pada 25 Juni, Ny Weringku kembali menerima telpon dari nomor 0818861353 dan 0817784355. Kali ini sang penelepon mengatasnamakan Staf Kajati dan Kajati. Inti pembicaraan di telpon adalah menanyakan dan meminta disiapkan sejumlah dana untuk pengurusan pembebasan Datlin.
Sang penelepon tidak menyebutkan jumlah. Namun orang tersebut menekankan, karena yang mengurus beberapa orang, nominalnya tidak kecil.
"Informasi ini diteruskan orang tua kami kepada saya selaku anak tertua yang tinggal di Jakarta, dan meneruskannya kepada sejumlah teman-teman wartawan media cetak. Informasi ini lalu di follow up rekan-rekan wartawan dan berhasil melakukan kontak langsung," ujar Yesiah.
Selanjutnya, sambung Yesiah, informasi dan hasil investigasi ini kemudian juga diberikan kepada polisi dan dimuat di sejumlah media massa. Bahkan salah satu radio swasta juga menyiarkan upaya pemerasan tersebut lengkap dengan suara dari para pemeras.
Menariknya, aparat pada hari yang sama setelah mendapat informasi dari wartawan, juga berhasil melakukan kontak langsung pada salah satu penelepon. Dari hasil percakapan dengan penelpon, juga melibatkan institusi kejaksaan agung, dengan memberikan nomor rekening seakan-akan orang dalam Kejagung, yakni Diana Puspita Rini SH. MH.Acc, Bank BCA Jakarta, 2120187727.
"Sayangnya, upaya pemerasan ini tidak ditindaklanjuti aparat, dan seolah-olah membiarkan para pelaku lepas begitu saja. Pembenaran dari tidak ditindaklanjuti adalah kami pihak keluarga harus melaporkan upaya ini secara resmi," ujar Yesiah.
Menurut Yesiah, hal tersebut menimbulkan tanda tanya bagi dirinya. Salah satunya mengapa informasi yang sudah begitu akurat di tangan aparat dan telah dipublish media massa tidak dapat menjadi dasar untuk mengambil tindakan?
"Ini seakan menjadi pembenaran bahwa praktek seperti adalah hal yang biasa," ujar Yesiah.
Sekadar diketahui, tersangka dalam kasus pengadaan kapal fiberglass senilai Rp 4 miliar di Kabupaten Morowali berjumlah 4 orang. Mereka masing-masing Plt Bupati Datlin Tamalagi, Dirut Perusda Morowali Herman Gamal, H Chaironny Cadda dan mantan Plt Sekda Morowali Syahrir Ishak.
Namun masa tahanan tersangka Chaironny dan Syahrir telah dihentikan oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulteng pada 24 Juni 2009. Sedangkan massa penahanan Datlin dan Herman diperpanjang hingga 3 Agustus mendatang. Keduanya saat ini mendekam di sel tahanan Polda Sulteng.
(djo/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 14:20 WIB
Sebanyak 53.401 Siswa, Lulus SNMPTN 2012
-
Sabtu, 26/05/2012 14:15 WIB
Motor Vario yang Ditinggalkan Penembak Satpam IPB Hasil Curian
-
Sabtu, 26/05/2012 13:54 WIB
Departemen HAM PD: Grasi Corby Usaha Negara Membela WNI di Luar Negeri
-
Sabtu, 26/05/2012 13:45 WIB
Ini Ciri-ciri Detail Pelaku Maling Motor Penembak Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 13:44 WIB
Penyelundup Uang Palsu Diringkus di Pelabuhan Bakauheni
-
Sabtu, 26/05/2012 13:53 WIB
Menjarah Toko, Putri Jutawan Inggris Dipenjara 2 Tahun
-
Sabtu, 26/05/2012 12:16 WIB
Lagi, Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan 4 Militan di Pakistan
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Rakyat Yaman Gelar Demo Anti-Amerika dan Anti-Israel
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
