SBY Tegur Karyawan PT DI yang Ngobrol
Jumat, 10/07/2009 11:15 WIB
Bandung
Presiden SBY kembali mengeluarkan teguran saat berpidato. Kali ini orang yang kena tegur adalah karyawan PT Dirgantara Indonesia (DI). Si karyawan tidak mendengarkan sambutan SBY saat meresmikan penyerahan 40 panser buatan PT Pindad kepada Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso.
"Saya kok lihat Bapak yang di situ kok bicara terus dari tadi. Tolong didengarkan," tutur SBY sambil menunjuk seorang karyawan PT DI yang duduk di antara ratusan karyawan PT Pindad dan PT DI di Hangar Pesawat C-235 Kompleks PT DI, Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/7/2009).
SBY mengingatkan karyawan tersebut saat memberikan sambutan terkait dengan kemampuan bangsa Indonesia untuk menciptakan atau mengkreasikan alat-alat militer buatan dalam negeri.
Sebelum memarahi karyawan tersebut, SBY menjelaskan bahwa Indonesia harus malu jika terus mengimpor alat-alat pertahanan dari luar negeri seperti senapan, peluru, dan sepatu.
"Harusnya kita malah yang justru bisa mengekspor," kata SBY.
Dalam kesempatan ini SBY juga menjelaskan produk-produk alutsista dalam negeri harus bisa bersaing di dunia internasional kalau ingin berkembang di masa yang akan datang.
Terkait dengan panser, SBY menjelaskan sejak 2005 lalu pemerintah telah mencanangkan apa pun yang bisa dibuat di dalam negeri harus dibuat. Seperti apakah itu alutsista atau pun produk-produk lain yang menjadi kebutuhan bangsa Indonesia.
Pengadaan panser ini, sebelumnya, merupakan inisiatif Wapres Jusuf Kalla (JK) . JK beberapa waktu lalu meminta Pindad memproduksi panser sehingga TNI tidak perlu mengimpor alutsista ini. (nik/iy)
"Saya kok lihat Bapak yang di situ kok bicara terus dari tadi. Tolong didengarkan," tutur SBY sambil menunjuk seorang karyawan PT DI yang duduk di antara ratusan karyawan PT Pindad dan PT DI di Hangar Pesawat C-235 Kompleks PT DI, Bandung, Jawa Barat, Jumat (10/7/2009).
SBY mengingatkan karyawan tersebut saat memberikan sambutan terkait dengan kemampuan bangsa Indonesia untuk menciptakan atau mengkreasikan alat-alat militer buatan dalam negeri.
Sebelum memarahi karyawan tersebut, SBY menjelaskan bahwa Indonesia harus malu jika terus mengimpor alat-alat pertahanan dari luar negeri seperti senapan, peluru, dan sepatu.
"Harusnya kita malah yang justru bisa mengekspor," kata SBY.
Dalam kesempatan ini SBY juga menjelaskan produk-produk alutsista dalam negeri harus bisa bersaing di dunia internasional kalau ingin berkembang di masa yang akan datang.
Terkait dengan panser, SBY menjelaskan sejak 2005 lalu pemerintah telah mencanangkan apa pun yang bisa dibuat di dalam negeri harus dibuat. Seperti apakah itu alutsista atau pun produk-produk lain yang menjadi kebutuhan bangsa Indonesia.
Pengadaan panser ini, sebelumnya, merupakan inisiatif Wapres Jusuf Kalla (JK) . JK beberapa waktu lalu meminta Pindad memproduksi panser sehingga TNI tidak perlu mengimpor alutsista ini. (nik/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 14:20 WIB
Sebanyak 53.401 Siswa, Lulus SNMPTN 2012
-
Sabtu, 26/05/2012 14:15 WIB
Motor Vario yang Ditinggalkan Penembak Satpam IPB Hasil Curian
-
Sabtu, 26/05/2012 13:54 WIB
Departemen HAM PD: Grasi Corby Usaha Negara Membela WNI di Luar Negeri
-
Sabtu, 26/05/2012 13:45 WIB
Ini Ciri-ciri Detail Pelaku Maling Motor Penembak Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 13:44 WIB
Penyelundup Uang Palsu Diringkus di Pelabuhan Bakauheni
-
Sabtu, 26/05/2012 13:53 WIB
Menjarah Toko, Putri Jutawan Inggris Dipenjara 2 Tahun
-
Sabtu, 26/05/2012 12:16 WIB
Lagi, Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan 4 Militan di Pakistan
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Rakyat Yaman Gelar Demo Anti-Amerika dan Anti-Israel
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
