detikcom

Suspect Flu Babi

Enggan Diliput, Warga Norwegia Acungkan Jari Tengah Pada Wartawan

Robert - detikNews
Rabu, 08/07/2009 03:46 WIB
Samarinda Seorang pria berusia 30 tahun berkewarganegaraan Norwegia dirawat intensif medis di RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) karena diduga sebagai suspect flu babi. Namun karena enggan diekspose, WNA tersebut kesal dan mengacungkan jari tengah pada wartawan.

Pengamatan detikcom,pasien rujukan suspect tersebut tiba di RS AW Syachranie sekitar pukul 00.32 Wita dinihari setelah sebelumnya melakukan 3 jam perjalanan darat dari kota Bontang dengan menggunakan mobil ambulance bernomor polisi KT 9058 DB.

Didampingi 3 orang perawat RS Amalia, pasien tersebut sempat menolak kehadiran belasan wartawan media cetak dan elektronik yang menunggu kedatangannya untuk melakukan peliputan. Baru sekitar pukul 00.50 Wita, pasien tersebut memasuki ruangan perawatan isolasi khusus penanganan flu H1N1 dengan menggunakan kursi roda ditemani seorang wanita yang diketahui sebagai kekasihnya.

Sebelum memasuki ruangan, pasien pun sempat mengacungkan jari tengahnya sebagai pertanda penolakannya terhadap wartawan.

Humas RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda dr Nurliana Adriati Noor mengatakan, berdasarkan keterangan medis dari pihak RS Amalia Kota Bontang,pria tersebut masuk perawatan RS Amalia dengan gejala demam tinggi dan batuk. Sebelumnya, pria tersebut diketahui, Sabtu 4 Juli lalu, baru tiba dari Bandara Sepinggan Balikpapan Kaltim, setelah melakukan penerbangan dari Frankfurt, Jerman tujuan Jakarta.

"Keluhan demam dan batuk dan juga disertai flu itu muncul setelah tiba di Balikpapan dan melanjutkan perjalanan darat ke kota Bontang. Di Bontang, dia masuk RS Amalia dan dinyatakan medis bergejala virus H1N1," kata Nurliana kepada wartawan di RSUD AW Syachranie, Rabu (8/7/2009).

Dikatakan Nurliana penanganan pasien suspect tersebut sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan dilakukan secara tim yang diketuai dr Charta Gunawan. Di ruang Isolasi, pasien tersebut akan menjalani observasi, termasuk pengambilan sampel darah untuk memastikan gejala yang dialaminya.

"Pasien itu dalam penelitian kami. Ini pasien pertama suspect yang kami tangani," tutup Nurliana.
(mad/mad)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel