SBY: Jangan Sampai Rakyat Bingung Karena Ulah Politisi
Selasa, 07/07/2009 00:37 WIB
Jakarta
Capres SBY tidak setuju terhadap gerakan penundaan atau penolakan pilpres. Di dalam UU dan aturan berlaku, sama sekali tidak dinyatakan tentang penundaan pilpres, karenanya aksi yang demikian bisa membingungkan masyarakat.
Demikian tanggapan capres SBY atas dinamika politik dua hari terakhir yang dimotori capres JK dan Megawati. Tanggapan disampaikan di kediaman pribadinya di Cikeas, Kab. Bogor, Senin (6/7/2009).
"Kita harus sadari di UU ada pilpres susulan dan lanjutan, tapi tidak ada penundaan pilpres dan itu pun ada syaratnya. Ini aturan bernegara dan sistem politik, maka tidak bisa loncat ke sana ke mari tanpa pedoman aturan berlaku," ujar dia.
Menurut SBY masalah yang ada lebih dari sekedar DPT dan pilpres. Tetapi urusan demokrasi dan politik yang harus negara pertanggungjawabkan pada rakyat.
Di saat yang sama dunia juga tengah memperhatikan bagaimana Indonesia melalui masa-masa yang penting ini. Maka sudah seharusnya semua pihak bergerak dalam sistem dan aturan UU berlaku.
Lebih lanjut SBY mengajak para elit politik dan kontestan Pilpres 2009 untuk mengikuti semua tahapan kompetisi dengan jiwa besar dan rasa tanggung
jawab. Rakyat tidak ingin pilpres gagal dan suara rakyat tersebut wajib untuk diindahkan semua pihak yang terkait.
Maka betapa pun keras kompetisi, tidak sepatutnya di hadapan rakyat politisi melakukan tindakan politik yang wajar. Sebab rakyat sebenarnya tahu apa yang terjadi dan mampu untuk mencerna semua yang politisi lakukan.
"Jangan sampai karena ulah kita maka rakyat jadi bingung. Jangan sampai dunia melihat secara tidak wajar apa yang terjadi di Indonesia," tandas SBY.
(lh/mok)
Demikian tanggapan capres SBY atas dinamika politik dua hari terakhir yang dimotori capres JK dan Megawati. Tanggapan disampaikan di kediaman pribadinya di Cikeas, Kab. Bogor, Senin (6/7/2009).
"Kita harus sadari di UU ada pilpres susulan dan lanjutan, tapi tidak ada penundaan pilpres dan itu pun ada syaratnya. Ini aturan bernegara dan sistem politik, maka tidak bisa loncat ke sana ke mari tanpa pedoman aturan berlaku," ujar dia.
Menurut SBY masalah yang ada lebih dari sekedar DPT dan pilpres. Tetapi urusan demokrasi dan politik yang harus negara pertanggungjawabkan pada rakyat.
Di saat yang sama dunia juga tengah memperhatikan bagaimana Indonesia melalui masa-masa yang penting ini. Maka sudah seharusnya semua pihak bergerak dalam sistem dan aturan UU berlaku.
Lebih lanjut SBY mengajak para elit politik dan kontestan Pilpres 2009 untuk mengikuti semua tahapan kompetisi dengan jiwa besar dan rasa tanggung
jawab. Rakyat tidak ingin pilpres gagal dan suara rakyat tersebut wajib untuk diindahkan semua pihak yang terkait.
Maka betapa pun keras kompetisi, tidak sepatutnya di hadapan rakyat politisi melakukan tindakan politik yang wajar. Sebab rakyat sebenarnya tahu apa yang terjadi dan mampu untuk mencerna semua yang politisi lakukan.
"Jangan sampai karena ulah kita maka rakyat jadi bingung. Jangan sampai dunia melihat secara tidak wajar apa yang terjadi di Indonesia," tandas SBY.
(lh/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Kamis, 24/05/2012 05:18 WIB
Jalur Contra Flow Diperpanjang Hingga Depan Carrefour Cawang
-
Kamis, 24/05/2012 06:08 WIB
Cabuli PRT Indonesia, Sopir Taksi Singapura Dibui 6 Bulan
-
Kamis, 24/05/2012 04:04 WIB
8 Jenazah WN Rusia Korban Sukhoi Dipulangkan dengan Ilyushin
-
Kamis, 24/05/2012 05:05 WIB
Lawan Arus, Pemotor di Makassar Ditabrak Truk Hingga Tewas
-
686 Komentar
-
235 Komentar
-
219 Komentar
-
209 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,796.000
- Rp 6,049.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
