detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 04:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 06/07/2009 16:28 WIB

4 Mahasiswa RI Disiksa di Mesir

Deplu Belum Rencanakan Panggil Dubes Mesir

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Fathurrahman (Foto: dok detikcom)
Jakarta - Departemen Luar Negeri (Deplu) belum berencana memanggil Dubes Mesir untuk Indonesia terkait kasus penyiksaan terhadap 4 mahasiswa Indonesia. Deplu masih menunggu klarifikasi terlebih dulu.

"Saat ini kita sedang menunggu klarifikasi dari pemerintah Mesir. Dubes kita di sana sebelumnya sudah meminta klarifikasi dari pemerintah Mesir," ujar Juru Bicara Deplu Teuku Faizasyah saat dihubungi detikcom, Senin (6/7/2009).

Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, sebelumnya siang tadi, meminta Deplu untuk memanggil Dubes Mesir di Indonesia guna memberikan keterangan seputar kasus penyiksaan 4 mahasiswa Indonesia di Mesir.

Menurut Faiz, pemerintah Indonesia telah menempuh jalur diplomatik dalam mendapatkan klarifikasi pemerintah Mesir tentang penyiksaan 4 mahasiswa Indonesia di sana. "Dari pihak kita sudah bertemu dengan mereka (4 mahasiswa-red), dubes RI untuk Mesir juga sudah berbicara dengan para mahasiswa hari Minggu (5/7/2009) kemarin. Deplu juga telah melayangkan nota protes ke Pemerintah Mesir pada 30 Juni 2009 lalu," jelasnya.

Saat ditanya apakah Deplu akan memanggil Dubes Mesir untuk Indonesia seperti yang diminta oleh Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Faizasyah menjawab belum tahu pasti tentang hal tersebut.

"Kita tidak mengurusi masalah itu, kita belum tahu, yang kita fokuskan sekarang adalah meminta penjelasan dari pihak pemerintah Mesir melalui dubes kita (RI) di Mesir," tandas dia.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nvc/iy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
MustRead close