Sidang Suap Bea Cukai
Terdakwa: Amplop 'Terima Kasih' Budaya Lama di Bea Cukai
Senin, 06/07/2009 11:50 WIB
Jakarta
Terdakwa kasus dugaan suap di kantor Pelayanan Bea Cukai Tanjung Priok, Agus Syafiin Pane, mengaku sering menerima uang terkait jabatannya. Rupanya budaya tersebut sudah berlangsung lama.
"Amplop itu sebagai bentuk terima kasih, karena sudah budaya lama di Bea Cukai," kata Agus saat diperiksa di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (6/7/2009).
Menurut Agus, penerimaan uang dilakukan lewat berbagai cara. "Bisa lewat office boy, loper koran bahkan kadang saya dikasih lewat kolong meja," ujarnya.
Selain budaya lama, Agus juga merasa tidak enak jika menolak amplop tersebut. Sebab, rekan-rekannya di Bea Cukai yang lain ikut menerima.
"Saya nggak enak karena di lingkungan saya terima semua," kata dia.
Secara aturan, Agus menyadari telah melanggar kode etik sebagai PNS. Bahkan pejabat fungsional pemeriksa dokumen jalur hijau tersebut mengaku pernah menandatangani pakta integritas untuk tidak menerima uang dari pihak mana pun.
"Saya juga dilarang untuk pergi ke tempat hiburan malam," kata dia.
Hakim Teguh Haryanto sontak bereaksi. Ia mempertanyakan perbuatan Agus yang dianggap merusak bangsa.
"Gaji saya dengan gaji Saudara lebih besar Anda. Kenapa masih menerima uang? Orang-orang seperti Saudara yang membuat bangsa ini tidak maju!," kata Teguh keras.
Agus sebelumnya didakwa teleh menerima sejumlah uang untuk memperlancar arus barang di kantor Bea Cukai Tanjung Priok. Ia diduga telah menerima Rp 76 juta dari PT Changhong lewat Tan Nadim.
Agus ditangkap saat KPK melakukan sidak pada 30 Mei 2008 di kantor Bea Cukai Tanjung Priok. Di dalam tasnya, ditemukan sejumlah amplop yang berisi uang.
(mad/aan)
"Amplop itu sebagai bentuk terima kasih, karena sudah budaya lama di Bea Cukai," kata Agus saat diperiksa di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (6/7/2009).
Menurut Agus, penerimaan uang dilakukan lewat berbagai cara. "Bisa lewat office boy, loper koran bahkan kadang saya dikasih lewat kolong meja," ujarnya.
Selain budaya lama, Agus juga merasa tidak enak jika menolak amplop tersebut. Sebab, rekan-rekannya di Bea Cukai yang lain ikut menerima.
"Saya nggak enak karena di lingkungan saya terima semua," kata dia.
Secara aturan, Agus menyadari telah melanggar kode etik sebagai PNS. Bahkan pejabat fungsional pemeriksa dokumen jalur hijau tersebut mengaku pernah menandatangani pakta integritas untuk tidak menerima uang dari pihak mana pun.
"Saya juga dilarang untuk pergi ke tempat hiburan malam," kata dia.
Hakim Teguh Haryanto sontak bereaksi. Ia mempertanyakan perbuatan Agus yang dianggap merusak bangsa.
"Gaji saya dengan gaji Saudara lebih besar Anda. Kenapa masih menerima uang? Orang-orang seperti Saudara yang membuat bangsa ini tidak maju!," kata Teguh keras.
Agus sebelumnya didakwa teleh menerima sejumlah uang untuk memperlancar arus barang di kantor Bea Cukai Tanjung Priok. Ia diduga telah menerima Rp 76 juta dari PT Changhong lewat Tan Nadim.
Agus ditangkap saat KPK melakukan sidak pada 30 Mei 2008 di kantor Bea Cukai Tanjung Priok. Di dalam tasnya, ditemukan sejumlah amplop yang berisi uang.
(mad/aan)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 14:15 WIB
Motor Vario yang Ditinggalkan Penembak Satpam IPB Hasil Curian
-
Sabtu, 26/05/2012 13:54 WIB
Departemen HAM PD: Grasi Corby Usaha Negara Membela WNI di Luar Negeri
-
Sabtu, 26/05/2012 13:45 WIB
Ini Ciri-ciri Detail Pelaku Maling Motor Penembak Satpam IPB
-
Sabtu, 26/05/2012 13:44 WIB
Penyelundup Uang Palsu Diringkus di Pelabuhan Bakauheni
-
Sabtu, 26/05/2012 13:40 WIB
Jual Sabu, Polisi Berpangkat Brigadir Dibekuk di Medan
-
Sabtu, 26/05/2012 12:48 WIB
Rakyat Yaman Gelar Demo Anti-Amerika dan Anti-Israel
-
Sabtu, 26/05/2012 12:16 WIB
Lagi, Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan 4 Militan di Pakistan
-
Sabtu, 26/05/2012 11:03 WIB
Ini Alasan Mahfud MD Ikut Sambut Bachtiar Chamsyah di Cipinang
-
Sabtu, 26/05/2012 12:13 WIB
Menkum: Apa yang Mereka Lakukan untuk WNI yang Dibui di Luar Negeri?
-
279 Komentar
-
245 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
