Berorasi Gerakkan Tangan, Boediono Minta Capres Kalah Jangan Musuhi Pemenang
Sabtu, 04/07/2009 17:25 WIB
Jakarta
Cawapres Boediono berorasi dengan gaya berbeda. Pria yang sebelumnya dikenal lembut itu mengubah gayanya dengan berorasi berapi-api sambil menggerak-gerakkan tangannya ke arah massa. Boediono meminta capres yang kalah jangan sampai memusuhi yang menang.
Boediono berorasi saat berkampanye di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (4/7/2009). Boediono berorasi sebelum SBY. Ratusan ribu pendukung SBY-Boediono hadir dalam kampanye ini. Bendera parpol-parpol pendukung dikibar-kibarkan di banyak tempat. Begitu juga dengan bendera merah putih.
"Empat hari lagi rakyat akan menentukan pilihan. Saudara-saudara akan memilih pemimpin republik kita buat lima tahu mendatang. Mari berdoa agar pemilihan ini berjalan teratur dan berakhir dengan damai. Siapa pun yang menang. Mari kita berharap bahwa yang menang tidak akan melecehkan yang kalah, yang kalah tidak akan memusuhi yang menang," kata Boediono dengan mimik serius.
Boediono yang mengenakan kemeja warna putih merah berlogo SBY-Boediono menyatakan bahwa masyarakat harus optimitis bahwa Pilpres akan berlangsung damai. "Kita patut optimistis pemilu baru lalu menunjukkan rakyat kita sangat arif, sangat bijaksana dalam memilih wakil dan pemimpin mereka. Rakyat bisa menjaga kedaulatannya karena menolak untuk dibeli dan tidak terpedaya oleh janji-janji muluk," kata Boediono sambil menggerakkan tangan kanannya ke arah massa.
Dengan sambil sesekali melihat catatan yang dibawanya, Boediono menyampaikan bahwa SBY-Boediono tidak mau memberi janji berlebihan. "Cita-cita yang tinggi tidak membuat kami menjual mimpi," ujar Boediono yang disambut tepuk tangan.
Lebih lanjut Boediono menyatakan untuk membangun kembali Indonesia perlu kerja keras dan tekun, dengan kesadaran kekuatan dan juga keterbatasan yang dimiliki rakyat. "Indonesia berhasil bila kita bekerja semangat, sesuai naskah proklamasi, dengan cara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya," kata pria bergelar profesor itu.
"Singkat, tapi harus tangkas. Selain tangka, kita juga harus seksama. Kepemimpinan efektif tidak sama dengan kepemimpinan asal terobos dan asal jadi. Kita perlu kepemimpinan efektif, karena didukung rakyat, bukan karena membungkam suara rakyat. Kita perlu kepemimpinan yang membuktikan keadilan ditegakkan, tidak melanggar HAM, tidak KKN dan tidak korupsi," sambung Boediono dengan nada menyindir.
Setelah itu, Boediono juga mencoba interaktif terhadap massanya. "Alhamdulillah, di antara kita, ada pemimpin yang memenuhi syarat-syarat itu. Siapa dia?" tanya Boediono dengan masih berapi-api. "SBY," jelas Boediono yang juga diiringi oleh jawaban massa pendukung.
Boediono juga memuji SBY yang dianggap berhasil memerintah Indonesia lima tahun terakhir. "Di bawah beliau, NKRI tetap utuh, demokrasi berkembang dan HAM terjaga. Indonesia juga bisa swasembada beras, setelah lepas seperempat abad," tutur Boediono.
Karena itu, menurut dia, rakyat tidak salah pilih bila dalam Pilpres kali ini memilih SBY lagi. "Saya sangat yakin Pak SBY akan membawa Indonesia ke masa depan dengan arah yang tepat," tegas Boediono.
Setelah itu, Boediono memanggil SBY untuk berorasi. "Mari kita sambut Dr H Susilo Bambang Yudhoyono," kata Boediono sambil diiringi tepuk tangan. Hingga pukul 17.20 WIB, SBY masih menyampaikan orasi dengan berapi-api dan suara menggelegar.
(asy/gah)
Boediono berorasi saat berkampanye di Stadion Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Sabtu (4/7/2009). Boediono berorasi sebelum SBY. Ratusan ribu pendukung SBY-Boediono hadir dalam kampanye ini. Bendera parpol-parpol pendukung dikibar-kibarkan di banyak tempat. Begitu juga dengan bendera merah putih.
"Empat hari lagi rakyat akan menentukan pilihan. Saudara-saudara akan memilih pemimpin republik kita buat lima tahu mendatang. Mari berdoa agar pemilihan ini berjalan teratur dan berakhir dengan damai. Siapa pun yang menang. Mari kita berharap bahwa yang menang tidak akan melecehkan yang kalah, yang kalah tidak akan memusuhi yang menang," kata Boediono dengan mimik serius.
Boediono yang mengenakan kemeja warna putih merah berlogo SBY-Boediono menyatakan bahwa masyarakat harus optimitis bahwa Pilpres akan berlangsung damai. "Kita patut optimistis pemilu baru lalu menunjukkan rakyat kita sangat arif, sangat bijaksana dalam memilih wakil dan pemimpin mereka. Rakyat bisa menjaga kedaulatannya karena menolak untuk dibeli dan tidak terpedaya oleh janji-janji muluk," kata Boediono sambil menggerakkan tangan kanannya ke arah massa.
Dengan sambil sesekali melihat catatan yang dibawanya, Boediono menyampaikan bahwa SBY-Boediono tidak mau memberi janji berlebihan. "Cita-cita yang tinggi tidak membuat kami menjual mimpi," ujar Boediono yang disambut tepuk tangan.
Lebih lanjut Boediono menyatakan untuk membangun kembali Indonesia perlu kerja keras dan tekun, dengan kesadaran kekuatan dan juga keterbatasan yang dimiliki rakyat. "Indonesia berhasil bila kita bekerja semangat, sesuai naskah proklamasi, dengan cara seksama dan dalam tempo sesingkat-singkatnya," kata pria bergelar profesor itu.
"Singkat, tapi harus tangkas. Selain tangka, kita juga harus seksama. Kepemimpinan efektif tidak sama dengan kepemimpinan asal terobos dan asal jadi. Kita perlu kepemimpinan efektif, karena didukung rakyat, bukan karena membungkam suara rakyat. Kita perlu kepemimpinan yang membuktikan keadilan ditegakkan, tidak melanggar HAM, tidak KKN dan tidak korupsi," sambung Boediono dengan nada menyindir.
Setelah itu, Boediono juga mencoba interaktif terhadap massanya. "Alhamdulillah, di antara kita, ada pemimpin yang memenuhi syarat-syarat itu. Siapa dia?" tanya Boediono dengan masih berapi-api. "SBY," jelas Boediono yang juga diiringi oleh jawaban massa pendukung.
Boediono juga memuji SBY yang dianggap berhasil memerintah Indonesia lima tahun terakhir. "Di bawah beliau, NKRI tetap utuh, demokrasi berkembang dan HAM terjaga. Indonesia juga bisa swasembada beras, setelah lepas seperempat abad," tutur Boediono.
Karena itu, menurut dia, rakyat tidak salah pilih bila dalam Pilpres kali ini memilih SBY lagi. "Saya sangat yakin Pak SBY akan membawa Indonesia ke masa depan dengan arah yang tepat," tegas Boediono.
Setelah itu, Boediono memanggil SBY untuk berorasi. "Mari kita sambut Dr H Susilo Bambang Yudhoyono," kata Boediono sambil diiringi tepuk tangan. Hingga pukul 17.20 WIB, SBY masih menyampaikan orasi dengan berapi-api dan suara menggelegar.
(asy/gah)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 10/08/2009 13:49 WIB
Caleg Terpilih DPRD Muba Sumsel Diduga Berijazah Palsu
-
Kamis, 06/08/2009 20:40 WIB
Tim Mega-Prabowo: Penjelasan KPU tentang DPT di MK Menggelikan
-
Kamis, 06/08/2009 19:36 WIB
Pelaksanaan Pilpres 2009
Sekjen PBB Beri Selamat ke Presiden SBY
-
Kamis, 06/08/2009 19:19 WIB
Ical Diminta Waspadai Kader Pragmatis di Sekelilingnya
-
Kamis, 06/08/2009 18:34 WIB
Dituduh Curang, KPU Ancam Serang Balik
-
Senin, 21/05/2012 18:30 WIB
Bagaimana Bentuk 'Piramida' di Situs Gunung Padang?
-
Senin, 21/05/2012 18:35 WIB
Innova yang Dipakai Staf Kedutaan Inggris Hilang di Pondok Indah Mall
-
Senin, 21/05/2012 17:17 WIB
Ini Batu Beraksara di Situs Gunung Padang
-
Senin, 21/05/2012 18:17 WIB
Mendagri: Ormas Tak Boleh Ancam Konser Lady Gaga
-
661 Komentar
-
443 Komentar
-
357 Komentar
-
347 Komentar
Lapsus
Index »
-
Kamis, 17/05/2012 09:18 WIB
Mukjizat yang Tak Terulang
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,100.000
- Rp 470.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





Sending your message




_(baru).gif)

_2.gif)
(2).gif)
