Kronologi Penangkapan dan Penyiksaan 4 Mahasiswa RI di Mesir
Sabtu, 04/07/2009 14:52 WIB
Fathurrahman (Foto: dok. detikcom)
Jakarta
Empat mahasiswa Universitas Al Azhar Mesir asal Indonesia ditangkap polisi karena dicurigai sebagai aktivis Islam radikal. Selama ditahan, mereka mengalami penyiksaan berupa pemukulan dan setrum.
Fathurrahman, salah satu dari keempat mahasiswa tersebut, menceritakan kronologi penangkapan tersebut. Berikut cerita Fathur kepada detikcom melalui surat elektronik, Sabtu (4/7/2009).
Saat itu hari Minggu (28/6/2009) kira-kira pukul 02.30 waktu Kairo. Fathur tengah berkumpul di rumah kontrakan bersama 4 orang kawannya, yakni Ahmad Yunus, Arzil, Tasri Sugandi, dan Jakfar (tamu).
"Tiba-tiba kami didatangi 12 polisi Mesir. Lima di antaranya lengkap dengan senjata di tangan, 5 hanya memakai pakaian biasa, 1 membawa linggis sepanjang 1 meter, dan 1 membawa gunting kawat," tutur Fathur.
Setelah dibukakan pintu, para polisi itu menanyakan visa. Setelah itu mereka menggeledah seisi rumah selama 15 menit dan tidak menemukan yang mereka cari. "Saya sempat menangkap pembicaraan telepon ketua mereka kalau yang dicari-cari tidak ditemukan," kata Fathur.
Di rumah itu terdapat 3 komputer. Para polisi itu lantas memeriksa ketiga komputer tersebut. Saat hendak memeriksa komputer kedua, mereka melihat di dinding kamar terpajang poster pemimpin Hamas yang telah almarhum, Syeikh Ahmad Yasin serta gambar silsilah Hamas.
"Sontak mereka naik pitam dan menyuruh copot. Awalnya teman saya yang disuruh nyopot, kebetulan dia menanggalkannya agak lambat dan mendapat 3 kali pukulan di punggung," ucap Fathur.
Sepuluh menit berlalu, dan mereka meneruskan menggeledah rumah dan mengambil beberapa buku karangan Yusuf Al-Qardhawi. Setelah itu Fathur dkk digiring ke bawah dan disuruh berbaris. Mereka lantas dimasukkan ke dalam mobil.
"Ketika naik mobil kami sempat mendapat pukulan di kepala belakang satu per satu. Saya hampir jatuh ketika itu," kata Fathur.
Di dalam mobil ternyata telah terdapat 1 tahanan asal Kazakhstan yang menunggu dengan mata tertutup kain. Saat itulah Jakfar yang berusia paling muda dibebaskan dengan alasan belum cukup umur.
Rombongan mahasiswa itu lantas dibawa ke kantor polisi. Di sana mereka dimasukkan ke dalam kamar berukuran 4x4 meter yang kotor dan pengap. Di kamar itu mereka tidur tanpa boleh melonjorkan kaki hingga pukul 08.00.
"Pukul delapan pagi kita dikasih makanan 'ais (roti gandum) dan manisan dengan mata tertutup kain," kata Fahur.
Setelah itu proses interogasi pun dimulai. Selain mereka ada 15 orang lainnya yang ditahan. Dua orang Prancis, 1 Kanada, 5 Aljazair, dan sisanya Rusia. (sho/asy)
Fathurrahman, salah satu dari keempat mahasiswa tersebut, menceritakan kronologi penangkapan tersebut. Berikut cerita Fathur kepada detikcom melalui surat elektronik, Sabtu (4/7/2009).
Saat itu hari Minggu (28/6/2009) kira-kira pukul 02.30 waktu Kairo. Fathur tengah berkumpul di rumah kontrakan bersama 4 orang kawannya, yakni Ahmad Yunus, Arzil, Tasri Sugandi, dan Jakfar (tamu).
"Tiba-tiba kami didatangi 12 polisi Mesir. Lima di antaranya lengkap dengan senjata di tangan, 5 hanya memakai pakaian biasa, 1 membawa linggis sepanjang 1 meter, dan 1 membawa gunting kawat," tutur Fathur.
Setelah dibukakan pintu, para polisi itu menanyakan visa. Setelah itu mereka menggeledah seisi rumah selama 15 menit dan tidak menemukan yang mereka cari. "Saya sempat menangkap pembicaraan telepon ketua mereka kalau yang dicari-cari tidak ditemukan," kata Fathur.
Di rumah itu terdapat 3 komputer. Para polisi itu lantas memeriksa ketiga komputer tersebut. Saat hendak memeriksa komputer kedua, mereka melihat di dinding kamar terpajang poster pemimpin Hamas yang telah almarhum, Syeikh Ahmad Yasin serta gambar silsilah Hamas.
"Sontak mereka naik pitam dan menyuruh copot. Awalnya teman saya yang disuruh nyopot, kebetulan dia menanggalkannya agak lambat dan mendapat 3 kali pukulan di punggung," ucap Fathur.
Sepuluh menit berlalu, dan mereka meneruskan menggeledah rumah dan mengambil beberapa buku karangan Yusuf Al-Qardhawi. Setelah itu Fathur dkk digiring ke bawah dan disuruh berbaris. Mereka lantas dimasukkan ke dalam mobil.
"Ketika naik mobil kami sempat mendapat pukulan di kepala belakang satu per satu. Saya hampir jatuh ketika itu," kata Fathur.
Di dalam mobil ternyata telah terdapat 1 tahanan asal Kazakhstan yang menunggu dengan mata tertutup kain. Saat itulah Jakfar yang berusia paling muda dibebaskan dengan alasan belum cukup umur.
Rombongan mahasiswa itu lantas dibawa ke kantor polisi. Di sana mereka dimasukkan ke dalam kamar berukuran 4x4 meter yang kotor dan pengap. Di kamar itu mereka tidur tanpa boleh melonjorkan kaki hingga pukul 08.00.
"Pukul delapan pagi kita dikasih makanan 'ais (roti gandum) dan manisan dengan mata tertutup kain," kata Fahur.
Setelah itu proses interogasi pun dimulai. Selain mereka ada 15 orang lainnya yang ditahan. Dua orang Prancis, 1 Kanada, 5 Aljazair, dan sisanya Rusia. (sho/asy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
