4 Mahasiswa Disiksa di Mesir
KBRI di Mesir Minta Insiden Ditutupi
Sabtu, 04/07/2009 10:42 WIB
Ilustrasi
Pekanbaru
Empat mahasiswa yang menjadi korban penyiksaan oleh kepolisian Mesir sempat menolak untuk diberitakan. Alasannya, mereka khawatir tindakan kekerasan akan kembali terulang. Kabarnya, KBRI di Mesir juga ikut mempengaruhi.
"Adik saya mengirim SMS usai pertemuan dengan KBRI yang meminta agar masalah ini tidak dibesar-besarkan," kata Raidatul Firdaus, kakak salah seorang korban Fahturrahman kepada detikcom, Sabtu (4/7/2009).
Berdasarkan isi pesan tersebut, pihak KBRI merasa khawatir efek yang akan timbul jika masalah ini diramaikan oleh media. Fahtur, salah seorang korban juga khawatir akan kembali mengalami penyiksaan.
"Bang selesai neh meeting, usul KBRI jangan dipublikasi ke media, supaya masalahnya tidak membesar, karene efeknya yang kita khawatirkan," isi SMS Fahtur yang diperlihatkan oleh kakaknya.
Pihak keluarga belum bisa memastikan, apakah itu benar keinginan KBRI atau ketakutan pribadi adiknya. Namun ia mengaku sudah menjelaskan masalah ini sudah menjadi isu nasional dan harus terus diperjuangkan.
"Ini bukan lagi persoalan pribadi, tapi persoalan bangsa," kata Raidatul.
Oleh karena itu, pihak keluarga akan terus menuntut diselesaikannya masalah ini. Termasuk mendesak pihak KBRI di Mesir agar segera melayangkan surat protes dan permohonan ganti rugi.
"Kenapa KBRI terkesan menutupi msalah ini, kita akan beri bukti kuat kalau mereka dianiaya," tegasnya.
(mad/gah)
"Adik saya mengirim SMS usai pertemuan dengan KBRI yang meminta agar masalah ini tidak dibesar-besarkan," kata Raidatul Firdaus, kakak salah seorang korban Fahturrahman kepada detikcom, Sabtu (4/7/2009).
Berdasarkan isi pesan tersebut, pihak KBRI merasa khawatir efek yang akan timbul jika masalah ini diramaikan oleh media. Fahtur, salah seorang korban juga khawatir akan kembali mengalami penyiksaan.
"Bang selesai neh meeting, usul KBRI jangan dipublikasi ke media, supaya masalahnya tidak membesar, karene efeknya yang kita khawatirkan," isi SMS Fahtur yang diperlihatkan oleh kakaknya.
Pihak keluarga belum bisa memastikan, apakah itu benar keinginan KBRI atau ketakutan pribadi adiknya. Namun ia mengaku sudah menjelaskan masalah ini sudah menjadi isu nasional dan harus terus diperjuangkan.
"Ini bukan lagi persoalan pribadi, tapi persoalan bangsa," kata Raidatul.
Oleh karena itu, pihak keluarga akan terus menuntut diselesaikannya masalah ini. Termasuk mendesak pihak KBRI di Mesir agar segera melayangkan surat protes dan permohonan ganti rugi.
"Kenapa KBRI terkesan menutupi msalah ini, kita akan beri bukti kuat kalau mereka dianiaya," tegasnya.
(mad/gah)
Baca Juga
- 4 Mahasiswa Disiksa di Mesir
Mahasiswa Aljazair, Perancis dan Kanada Juga Ikut Ditangkap - 4 Mahasiswa Disiksa di Mesir
Keluarga Bantah Tudingan Kepolisian Mesir - 4 Mahasiswa Disiksa di Mesir
Fahturrahman dan Ahmad akan Diwisuda - 4 Mahasiswa Disiksa di Mesir
Keluarga: Mereka Minta Dipulangkan ke Tanah Air
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 19:09 WIB
Mabes TNI: Kalau Ada Mobil Mencurigakan Pakai Pelat TNI, Tanya Saja!
-
Sabtu, 26/05/2012 19:01 WIB
Lagi, Ada Mercy Berpelat TNI Tapi Bukan Mobil Dinas
-
Sabtu, 26/05/2012 18:58 WIB
Lulus 100%, Siswa SMAN 3 Semarang Bersepeda Keliling Kota
-
Sabtu, 26/05/2012 17:59 WIB
130 Siswa SMA dan SMK di Sumsel Tak Lulus UN
-
Sabtu, 26/05/2012 17:41 WIB
Corby Tak Layak Dibarter dengan Anak Indonesia yang Ditahan di Australia
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
