detikcom

Nonton Wayang Bareng di Solo

Wiranto: Semoga Saya Tidak Bikin Malu Kampung Halaman

Muchus Budi R. - detikNews
Sabtu, 04/07/2009 01:24 WIB
Solo Cawapres Wiranto hadir di Solo untuk bergabung bersama para pendukung dan warga umum menonton wayang kulit bersama. Selain sempat melantunkan tembang, Wiranto juga meminta dukungan agar dia dan Jusuf Kalla (JK) menang pilpres demi tidak mempermalukan Solo sebagai kampung halaman.

Pergelaran wayang dengan dalang Ki Anom Suroto tersebut diadakan di Pagelaran Kraton Surakarta, Jumat (3/6/2009) malam, yang diadakan oleh Tim Pelangi Nusantara. Ribuan simpatisan maupun warga umum memadati lokasi pementasan.

Wiranto dan rombongan baru tiba di lokasi pukul 23.00 WIB. Dari berkampanye di Purworejo dia langsung menuju lokasi pementasan. Wiranto datang dengan mengenakan baju kuning dipadu jas hitam dan penutup kepala blagkon Jawa.

Tak lama setelah tiba dia langsung didaulat oleh Ki Dalang untuk melantunkan 'bawa' (lagu pembuka tembang Jawa). Bermodal suara merdunya, Wiranto memilih 'bawa Sinom Parijatha' yang mengisahkan laku prihatin dan keutaman sikap Panembahan Senopati, pendiri dinasti Mataram.

"Ini sekadar untuk mengingatkan kepada para pemimpin agar menjaga sikap dan perilakunya. Pemimpin yang setelah mendapat kepercayaan lalu berperilaku sombong," ujar Wiranto sebelum memulai nembang. Tak jelas kepada siapa Wiranto mengalamatkan 'peringatan' itu.

Selanjutnya Wiranto menyampaikan beberapa pesan agar yang intinya meminta dukungan dalam pilpres mendatang. Termasuk meminta dukungan dan doa secara khusus kepada warga Solo, yang merupakan kota asal cawapres nomor urut tiga tersebut.

"Saya minta dukungan kepada warga Solo dan sekitarnya. Secara khusus ini saya sampaikan karena ini adalah kampung halaman saya. Semoga nanti hasilnya tidak bikin malu," ujar Wiranto mengakhiri pidato singkatnya.

Acara pementasan wayang itu sendiri mendapat perhatian serius dari Panwaslu karena sesuai aturan kampanye harus berhenti pada pukul 24.00 WIB. Padahal sesuai tradisi pementasan wayang berakhir pada pagi hari.

Akhirnya disepakati, setelah pukul 24.00 WIB, tidak boleh ada muatan kampanye dalam pementasan wayang, baik itu cakapan dalang, komedian, maupun pesan-pesan dari luar yang disampaikan dalam pementasan. Semua atribut yang berbau kampanye juga harus dilepas paling lambat pukul 24.00 WIB.

(mbr/mad)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    BeritaTerbaru Indeks Berita »
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel