Lagi-lagi DPR Gagal Penuhi Target Sahkan UU
Jumat, 03/07/2009 21:24 WIB
Jakarta
Kinerja DPR kembali menuai kritik. Kali ini pencapaian target pengesahan UU di masa sidang ke IV yang menjadi sorotan. Wakil rakyat dinilai gagal memaksimalkan kerjanya.
"Untuk kesekian kalinya target legislasi DPR dalam kurun waktu satu masa sidang tidak tercapai. Dari 16 RUU prioritas, hanya 7 (tujuh) RUU yang berhasil disahkan," kata Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Aria Suyudi dalam siaran pers yang diterima Jumat (3/7/2009).
Aria menjelaskan, yang disayangkan 6 RUU yang disepakati saat pertemuan konsultasi Pimpinan DPR dengan Presiden, Rabu 27 Mei 2009, yaitu antara lain RUU Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, RUU Mata Uang, RUU Peradilan Militer, RUU Keuangan Negara, RUU Ratifikasi Transboundary Haze Pollution, dan RUU Narkotika, tidak berhasil diselesaikan.
"Bahkan belum menunjukan tingkat pembahasan yang signifikan. Diperkirakan, apabila tidak ada upaya agresif DPR dan Pemerintah, maka meskipun enam RUU tersebut sudah disepakati, namun berpeluang tidak tuntas di sisa satu masa persidangan lagi," imbuhnya.
Yang lebih mengkhawatirkan Nasib RUU Prioritas Selain dihadapkan pada sejumlah persoalan yang dapat menghambat kinerja legislasi di akhir periode, masih ditemukan rancangan undang-undang seperti Rancangan Undang-undang tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (RUU Pengadilan Tipikor) yang kurang mendapatkan perhatian dan alokasi pembahasan lebih besar.
"Padahal urgensi RUU tersebut teramat penting dalam melanjutkan upaya pemberantasan korupsi," tambahnya.
Ada juga ditemukan status rancangan undang-undang yang sebenarnya telah memasuki tahap akhir pembahasan namun ternyata tidak tuntas diselesaikan pada masa persidangan IV Tahun Sidang 2008-2009. Rancangan undang-undang dimaksud adalah RUU Kesehatan. Setali tiga uang, pembahasan RUU Mahkamah Konstitusi dan RUU Komisi Yudisial tidak mengalami perkembangan yang pesat, karena seringkali tidak tercapai kuorum.
"Untuk itu PSHK Mendesak DPR untuk memfokuskan diri menuntaskan beberapa RUU prioritas yaitu RUU Pengadilan Tipikor, RUU Mahkamah Konstitusi, RUU Komisi Yudisial, dan RUU Kesehatan. Dan mendesak Pimpinan DPR dan Pansus RUU Pengadilan Tipikor untuk mengagendakan pembahasan RUU Pengadilan Tipikor pada masa reses," tutup Aria.
(ndr/mad)
"Untuk kesekian kalinya target legislasi DPR dalam kurun waktu satu masa sidang tidak tercapai. Dari 16 RUU prioritas, hanya 7 (tujuh) RUU yang berhasil disahkan," kata Direktur Eksekutif Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK) Aria Suyudi dalam siaran pers yang diterima Jumat (3/7/2009).
Aria menjelaskan, yang disayangkan 6 RUU yang disepakati saat pertemuan konsultasi Pimpinan DPR dengan Presiden, Rabu 27 Mei 2009, yaitu antara lain RUU Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, RUU Mata Uang, RUU Peradilan Militer, RUU Keuangan Negara, RUU Ratifikasi Transboundary Haze Pollution, dan RUU Narkotika, tidak berhasil diselesaikan.
"Bahkan belum menunjukan tingkat pembahasan yang signifikan. Diperkirakan, apabila tidak ada upaya agresif DPR dan Pemerintah, maka meskipun enam RUU tersebut sudah disepakati, namun berpeluang tidak tuntas di sisa satu masa persidangan lagi," imbuhnya.
Yang lebih mengkhawatirkan Nasib RUU Prioritas Selain dihadapkan pada sejumlah persoalan yang dapat menghambat kinerja legislasi di akhir periode, masih ditemukan rancangan undang-undang seperti Rancangan Undang-undang tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (RUU Pengadilan Tipikor) yang kurang mendapatkan perhatian dan alokasi pembahasan lebih besar.
"Padahal urgensi RUU tersebut teramat penting dalam melanjutkan upaya pemberantasan korupsi," tambahnya.
Ada juga ditemukan status rancangan undang-undang yang sebenarnya telah memasuki tahap akhir pembahasan namun ternyata tidak tuntas diselesaikan pada masa persidangan IV Tahun Sidang 2008-2009. Rancangan undang-undang dimaksud adalah RUU Kesehatan. Setali tiga uang, pembahasan RUU Mahkamah Konstitusi dan RUU Komisi Yudisial tidak mengalami perkembangan yang pesat, karena seringkali tidak tercapai kuorum.
"Untuk itu PSHK Mendesak DPR untuk memfokuskan diri menuntaskan beberapa RUU prioritas yaitu RUU Pengadilan Tipikor, RUU Mahkamah Konstitusi, RUU Komisi Yudisial, dan RUU Kesehatan. Dan mendesak Pimpinan DPR dan Pansus RUU Pengadilan Tipikor untuk mengagendakan pembahasan RUU Pengadilan Tipikor pada masa reses," tutup Aria.
(ndr/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 19:01 WIB
Lagi, Ada Mercy Berpelat TNI Tapi Bukan Mobil Dinas
-
Sabtu, 26/05/2012 18:58 WIB
Lulus 100%, Siswa SMAN 3 Semarang Bersepeda Keliling Kota
-
Sabtu, 26/05/2012 17:59 WIB
130 Siswa SMA dan SMK di Sumsel Tak Lulus UN
-
Sabtu, 26/05/2012 17:41 WIB
Corby Tak Layak Dibarter dengan Anak Indonesia yang Ditahan di Australia
-
Sabtu, 26/05/2012 17:14 WIB
Lulus UN, Siswa SMK I Pekanbaru Sujud Syukur
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
