Wartawati Borneo Tribune Dipukul Pengawal Boediono
Jumat, 03/07/2009 18:49 WIB
Pontianak
Kasus kekerasan terhadap wartawan kembali terjadi dalam rangkaian acara kampanye SBY-Boediono. Di Pontianak, Kalbar, wartawati Borneo Tribune, Rizky Wahyuni dipukul oleh salah seorang pengawal Boediono.
Peristiwa ini bermula saat Rizky dan rekan-rekannya ingin mewawancarai Boediono di ruang istirahat di Masjid Mujahiddin, Pontianak, Jumat (3/7/2009) siang.
"Saya ditinju di pipi sebelah kiri, tepatya di tulang pipi," kata Rizky saat dihubungi detikcom.
Rizky bercerita, awalnya dia ingin mengikuti teman-temannya untuk mewawancarai Boediono sambil berjalan di seputar Masjid usai salat Jumat. Namun karena situasi berdesak-desakan dan tidak memungkinkan untuk wawancara, seorang pengawal berbaju hitam meminta para wartawan menemui Boediono di ruang istirahat di Masjid Mujahiddin.
"Kalau mau wawancara di ruang istirahat saja," kata pengawal.
Namun setibanya di ruang istirahat, Rizky dan rekannya juga menemui ruangan tersebut telah dipenuhi oleh pengawal berbaju hitam di depan pintu masuk. Setelah mencoba berdesakan masuk, wartawan akhirnya diperbolehkan masuk.
"Wartawan boleh masuk tapi terbatas," kata seorang pengawal.
Karena terbatas, para wartawan sepakat Rizky dan seorang wartawan RRI-lah yang masuk ke ruangan dan mewawancarai Boediono. Sedangkan wartawan lain menitip tape recorder kepada keduanya.
"Saya mau masuk, tapi saya masih menunggu satu titipan recorder lagi dari teman. Setelah dapat, saya masuk. Namun tiba-tiba saya ditarik keluar dengan kasar. Lalu tiba-tiba saya ditinju di pipi sebelah kiri, tepatya di tulang pipi," kisahnya.
Rizky tidak memperhatikan siapa yang memukulnya karena kondisi yang terlalu sesak. "Pengawal baju hitam, tapi saya tidak sempat memperhatikan nama (yang tertera di baju) dan wajahnya," ungkapnya.
Usai kejadian itu, Boediono sempat menghampiri ke depan pintu. Namun, ia hanya terlihat berbicara sebentar dengan seorang ajudannya yang berbaju coklat dan tak mengeluarkan sepatah kata pun.
Setelah itu, ajudan tersebut menemui Rizky untuk berbicara. "Ajudannya menemui saya dan mengajak masuk mobil untuk ke airport," ujarnya.
Namun, karena terlanjur kesal Rizky menolak ajakan tersebut. Rekan-rekannya yang lain pun memintanya demikian.
Saat ini, Rizky yang masih merasa sakit karena memar di pipinya itu sudah melaporkan kasusnya ke Poltabes Pontianak. Ia pun mengaku sudah divisum dan mintai keterangan pihak kepolisian. (lrn/mad)
Peristiwa ini bermula saat Rizky dan rekan-rekannya ingin mewawancarai Boediono di ruang istirahat di Masjid Mujahiddin, Pontianak, Jumat (3/7/2009) siang.
"Saya ditinju di pipi sebelah kiri, tepatya di tulang pipi," kata Rizky saat dihubungi detikcom.
Rizky bercerita, awalnya dia ingin mengikuti teman-temannya untuk mewawancarai Boediono sambil berjalan di seputar Masjid usai salat Jumat. Namun karena situasi berdesak-desakan dan tidak memungkinkan untuk wawancara, seorang pengawal berbaju hitam meminta para wartawan menemui Boediono di ruang istirahat di Masjid Mujahiddin.
"Kalau mau wawancara di ruang istirahat saja," kata pengawal.
Namun setibanya di ruang istirahat, Rizky dan rekannya juga menemui ruangan tersebut telah dipenuhi oleh pengawal berbaju hitam di depan pintu masuk. Setelah mencoba berdesakan masuk, wartawan akhirnya diperbolehkan masuk.
"Wartawan boleh masuk tapi terbatas," kata seorang pengawal.
Karena terbatas, para wartawan sepakat Rizky dan seorang wartawan RRI-lah yang masuk ke ruangan dan mewawancarai Boediono. Sedangkan wartawan lain menitip tape recorder kepada keduanya.
"Saya mau masuk, tapi saya masih menunggu satu titipan recorder lagi dari teman. Setelah dapat, saya masuk. Namun tiba-tiba saya ditarik keluar dengan kasar. Lalu tiba-tiba saya ditinju di pipi sebelah kiri, tepatya di tulang pipi," kisahnya.
Rizky tidak memperhatikan siapa yang memukulnya karena kondisi yang terlalu sesak. "Pengawal baju hitam, tapi saya tidak sempat memperhatikan nama (yang tertera di baju) dan wajahnya," ungkapnya.
Usai kejadian itu, Boediono sempat menghampiri ke depan pintu. Namun, ia hanya terlihat berbicara sebentar dengan seorang ajudannya yang berbaju coklat dan tak mengeluarkan sepatah kata pun.
Setelah itu, ajudan tersebut menemui Rizky untuk berbicara. "Ajudannya menemui saya dan mengajak masuk mobil untuk ke airport," ujarnya.
Namun, karena terlanjur kesal Rizky menolak ajakan tersebut. Rekan-rekannya yang lain pun memintanya demikian.
Saat ini, Rizky yang masih merasa sakit karena memar di pipinya itu sudah melaporkan kasusnya ke Poltabes Pontianak. Ia pun mengaku sudah divisum dan mintai keterangan pihak kepolisian. (lrn/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 19:01 WIB
Lagi, Ada Mercy Berpelat TNI Tapi Bukan Mobil Dinas
-
Sabtu, 26/05/2012 18:58 WIB
Lulus 100%, Siswa SMAN 3 Semarang Bersepeda Keliling Kota
-
Sabtu, 26/05/2012 17:59 WIB
130 Siswa SMA dan SMK di Sumsel Tak Lulus UN
-
Sabtu, 26/05/2012 17:41 WIB
Corby Tak Layak Dibarter dengan Anak Indonesia yang Ditahan di Australia
-
Sabtu, 26/05/2012 17:14 WIB
Lulus UN, Siswa SMK I Pekanbaru Sujud Syukur
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
