Sengketa Lahan, 10 Rumah Warga Rokan Hulu Riau Dibakar
Jumat, 03/07/2009 14:55 WIB
Pekanbaru
Sengketa lahan antara warga di Desa Batang Kumuh, Kecamatan Tambusai, Rokan Hulu, Riau dengan sebuah perusahaan perkebunan sawit diwarnai aksi anarkis. Sebanyak 10 rumah warga dibakar karena menolak pindah dari lahan yang menjadi sengketa.
Informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa kekerasan itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, Kamis (2/7/2009). Sebelum aksi pembakaran, warga terlebih dahulu dipaksa keluar rumah oleh ratusan orang pria tak dikenal. Mereka diduga kuat orang suruhan perusahaan perkebunan itu. Warga yang menolak mengosongkan rumahnya diancam akan dibunuh.
"Setelah warga keluar dari rumah, barulah para preman itu menyiram bensin yang selanjutnya rumahpun dibakar. Warga kami tidak berdaya, karena jumlah preman jauh lebih banyak ketimbang warga," kata M Nasir, Dewan Pimpinan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPTKS), kepada detikcom, Jumat (3/7/2009).
Nasir menjelaskan, kasus ini berawal dari persengketaan lahan antara warga dan sebuah perusahaan perkebunan sawit. Sekitar 6 ribu hektar tanah hak desa dijual oleh oknum sebuah organisai kepemudaan ke perusahaan itu. Semua proses penjualan dilakukan tanpa persetujuan warga.
Dari penjualan yang tidak sah itu, perusahaan yang diduga milik pengusaha terkenal itu kemudian mengklaim tanah warga. Mereka juga meminta warga segera hengkang dari lahannya sendiri. Namun karena merasa tidak pernah menjual, warga menolak mentah-mentah permintaan pindah itu.
"Kami tidak pernah menjual lahan kami. Hanya oknum OKP yang menjual mengatasnamakan masyarakat. Tapi anehnya perusahaan itu membabibuta untuk terus menyerobot lahan kami dengan mengerahkan preman dan membakar rumah warga," keluh M Nasir.
Akibat kekejaman perusahaan itu, banyak warga yang melarikan diri ke hutan karena ketakutan. Dan sampai saat ini mereka belum diketahui keberadaanya.
"Puluhan warga terpaksa mengungsi ke rumah sanak familinya dan sebagian lagi melarikan diri ke dalam hutan," terang Nasir.
Kapolda Riau, Brigjen Adji Rustam Ramdja mengaku belum menerima laporan soal aksi pembakaran rumah warga Rokan Hulu tersebut. Namu Adji berjanji akan menindaklanjuti informasi itu.
"Coba nanti saya tanyakan ke Kapolres di sana, atau wartawan sendiri yang menghubungi Kapolresnya," kata Kapolda Riau.
Dihubungi terpisah anggota DPRD Riau, Syafruddin Saad, mengatakan telah menerima laporan kejadian tersebut. Namun demikian, Syafrudin mengaku belum mengetahu secara detil aksi kekerasan tersebut.
"Bagaimana kronologisnya ini yang belum diketahui. Kita juga lagi mencari info yang akurat soal pembakaran rumah warga itu," katanya.
(cha/djo)
Informasi yang dihimpun detikcom, peristiwa kekerasan itu terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, Kamis (2/7/2009). Sebelum aksi pembakaran, warga terlebih dahulu dipaksa keluar rumah oleh ratusan orang pria tak dikenal. Mereka diduga kuat orang suruhan perusahaan perkebunan itu. Warga yang menolak mengosongkan rumahnya diancam akan dibunuh.
"Setelah warga keluar dari rumah, barulah para preman itu menyiram bensin yang selanjutnya rumahpun dibakar. Warga kami tidak berdaya, karena jumlah preman jauh lebih banyak ketimbang warga," kata M Nasir, Dewan Pimpinan Serikat Petani Kelapa Sawit (SPTKS), kepada detikcom, Jumat (3/7/2009).
Nasir menjelaskan, kasus ini berawal dari persengketaan lahan antara warga dan sebuah perusahaan perkebunan sawit. Sekitar 6 ribu hektar tanah hak desa dijual oleh oknum sebuah organisai kepemudaan ke perusahaan itu. Semua proses penjualan dilakukan tanpa persetujuan warga.
Dari penjualan yang tidak sah itu, perusahaan yang diduga milik pengusaha terkenal itu kemudian mengklaim tanah warga. Mereka juga meminta warga segera hengkang dari lahannya sendiri. Namun karena merasa tidak pernah menjual, warga menolak mentah-mentah permintaan pindah itu.
"Kami tidak pernah menjual lahan kami. Hanya oknum OKP yang menjual mengatasnamakan masyarakat. Tapi anehnya perusahaan itu membabibuta untuk terus menyerobot lahan kami dengan mengerahkan preman dan membakar rumah warga," keluh M Nasir.
Akibat kekejaman perusahaan itu, banyak warga yang melarikan diri ke hutan karena ketakutan. Dan sampai saat ini mereka belum diketahui keberadaanya.
"Puluhan warga terpaksa mengungsi ke rumah sanak familinya dan sebagian lagi melarikan diri ke dalam hutan," terang Nasir.
Kapolda Riau, Brigjen Adji Rustam Ramdja mengaku belum menerima laporan soal aksi pembakaran rumah warga Rokan Hulu tersebut. Namu Adji berjanji akan menindaklanjuti informasi itu.
"Coba nanti saya tanyakan ke Kapolres di sana, atau wartawan sendiri yang menghubungi Kapolresnya," kata Kapolda Riau.
Dihubungi terpisah anggota DPRD Riau, Syafruddin Saad, mengatakan telah menerima laporan kejadian tersebut. Namun demikian, Syafrudin mengaku belum mengetahu secara detil aksi kekerasan tersebut.
"Bagaimana kronologisnya ini yang belum diketahui. Kita juga lagi mencari info yang akurat soal pembakaran rumah warga itu," katanya.
(cha/djo)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
