Laporan Dugaan Korupsi Haji Diabaikan, ICW Kecewa pada KPK
Jumat, 03/07/2009 12:17 WIB
Foto: Dokumen detikcom
Jakarta
Indonesia Corruption Watch (ICW) kecewa pada kinerja Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga antikorupsi itu dinilai lamban karena tidak segera menyelesaikan kasus yang telah dilaporkan beberapa bulan yang lalu.
"Dua laporan yang kemarin (akhir 2008) saja sampai sekarang belum ketahuan nasibnya. Itu hanya KPK dan Allah saja yang tahu," kata anggota Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW Ade Irawan di kantornya, Jalan Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2009).
Laporan itu, kata Ade, berkaitan dengan dugaan korupsi haji pada 2005/2006. Data ICW menyebut, sebagian proyek haji tersebut masuk ke kantong Menteri Agama Maftuh Basyuni, Departemen Agama, dan Panja DPR.
"Kita tidak tahu penyebab KPK lamban padahal KPK bilang modusnya sama seperti Pak Said Agil, harusnya itu kan nggak sulit," kata Ade.
Meski begitu, ICW tidak akan berhenti untuk melaporkan berbagai dugaan korupsi di tubuh Depag. Sebagai lembaga religi, seharusnya Depag mempromosikan nilai-nilai moral bukan korupsi.
"Kita tetap dukung dan minta KPK memprioritaskan kasus itu," kata Ade.
ICW menduga pada penyelenggaraan haji 2005/2006 sekitar Rp 800 juta masuk ke kantong Maftuh Basyuni. Sementara dugaan korupsi dalam penyusunan Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) yang didapatkan Panja DPR dan Depag sebesar Rp 1,2 miliar yang diambil Rp 6 ribu dari tiap jamaah. Basyuni telah menyangkal tudingan yang diarahkan padanya.
(ken/nrl)
"Dua laporan yang kemarin (akhir 2008) saja sampai sekarang belum ketahuan nasibnya. Itu hanya KPK dan Allah saja yang tahu," kata anggota Divisi Monitoring Pelayanan Publik ICW Ade Irawan di kantornya, Jalan Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (3/7/2009).
Laporan itu, kata Ade, berkaitan dengan dugaan korupsi haji pada 2005/2006. Data ICW menyebut, sebagian proyek haji tersebut masuk ke kantong Menteri Agama Maftuh Basyuni, Departemen Agama, dan Panja DPR.
"Kita tidak tahu penyebab KPK lamban padahal KPK bilang modusnya sama seperti Pak Said Agil, harusnya itu kan nggak sulit," kata Ade.
Meski begitu, ICW tidak akan berhenti untuk melaporkan berbagai dugaan korupsi di tubuh Depag. Sebagai lembaga religi, seharusnya Depag mempromosikan nilai-nilai moral bukan korupsi.
"Kita tetap dukung dan minta KPK memprioritaskan kasus itu," kata Ade.
ICW menduga pada penyelenggaraan haji 2005/2006 sekitar Rp 800 juta masuk ke kantong Maftuh Basyuni. Sementara dugaan korupsi dalam penyusunan Badan Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) yang didapatkan Panja DPR dan Depag sebesar Rp 1,2 miliar yang diambil Rp 6 ribu dari tiap jamaah. Basyuni telah menyangkal tudingan yang diarahkan padanya.
(ken/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
Minggu, 27/05/2012 01:20 WIB
Polsek Duren Sawit Gelar Razia, 14 Pelajar Hendak Tawuran Diamankan
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
Minggu, 27/05/2012 03:14 WIB
PB HMI: Pemberian Grasi Corby Menciderai Komitmen Pemberantasan Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 02:02 WIB
Foke Siap Ikuti Diskusi Interaktif Cagub
-
282 Komentar
-
234 Komentar
-
215 Komentar
-
215 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
