Pemerintah Diminta Tidak Lemahkan KPK
Jumat, 03/07/2009 02:46 WIB
Jakarta
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai merupakan lembaga yang berjasa besar untuk memberantas praktek korupsi di Indonesia. Dewan Integritas Bangsa (DIB) pun meminta pemerintah untuk mendukung KPK dalam melanjutkan tugasnya dan tidak melakukan upaya-upaya yang melemahkan wewenang serta tugas KPK.
"Dengan terjaganya KPK dalam menjalankan tugas memberantas korupsi, bangsa Indonesia masih memiliki harapan, bahwa suatu saat nanti, posisi jabatan publik adalah dalam rangka melayani rakyat, bukan untuk membodohi apalagi merampok hak-hak rakyat," ujar Ketua Tim 45 Dewan Integritas Bangsa Erry Riyana Hardjapamekas dalam keterangan pers yang diterima redaksi detikcom, Jumat (3/7/2009).
Menurut mantan wakil ketua KPK ini, upaya untuk mengerdilkan, menggembosi apalagi membunuh lembaga penegak hukum yang berupaya mendorong tegaknya hukum di Indonesia, dan secara aktif memberantas korupsi, adalah sama dengan membunuh demokrasi konstitusional. Hal ini akan dibayar dengan harga yang sangat mahal oleh bangsa Indonesia.
Erry juga meminta aparatur negara untuk mewaspadai serangan balik para koruptor. Mereka inilah yang dituding terus menerus ingin melemahkan KPK karena posisinya terancam.
"Kami meminta agar seluruh komponen bangsa mendukung KPK dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi, dan tidak membiarkan proses pembubaran KPK terus berlangsung," ungkapnya.
(rdf/mpr)
"Dengan terjaganya KPK dalam menjalankan tugas memberantas korupsi, bangsa Indonesia masih memiliki harapan, bahwa suatu saat nanti, posisi jabatan publik adalah dalam rangka melayani rakyat, bukan untuk membodohi apalagi merampok hak-hak rakyat," ujar Ketua Tim 45 Dewan Integritas Bangsa Erry Riyana Hardjapamekas dalam keterangan pers yang diterima redaksi detikcom, Jumat (3/7/2009).
Menurut mantan wakil ketua KPK ini, upaya untuk mengerdilkan, menggembosi apalagi membunuh lembaga penegak hukum yang berupaya mendorong tegaknya hukum di Indonesia, dan secara aktif memberantas korupsi, adalah sama dengan membunuh demokrasi konstitusional. Hal ini akan dibayar dengan harga yang sangat mahal oleh bangsa Indonesia.
Erry juga meminta aparatur negara untuk mewaspadai serangan balik para koruptor. Mereka inilah yang dituding terus menerus ingin melemahkan KPK karena posisinya terancam.
"Kami meminta agar seluruh komponen bangsa mendukung KPK dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi, dan tidak membiarkan proses pembubaran KPK terus berlangsung," ungkapnya.
(rdf/mpr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 18:58 WIB
Lulus 100%, Siswa SMAN 3 Semarang Bersepeda Keliling Kota
-
Sabtu, 26/05/2012 17:59 WIB
130 Siswa SMA dan SMK di Sumsel Tak Lulus UN
-
Sabtu, 26/05/2012 17:41 WIB
Corby Tak Layak Dibarter dengan Anak Indonesia yang Ditahan di Australia
-
Sabtu, 26/05/2012 17:14 WIB
Lulus UN, Siswa SMK I Pekanbaru Sujud Syukur
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
