RUU Rahasia Negara Jadi Alat Kontrol Kebebasan Publik
Kamis, 02/07/2009 23:21 WIB
Jakarta
RUU Rahasia Negara yang sedang dibahas DPR berpotensi mengebiri hak rakyat untuk memperoleh informasi. Terlalu banyak pembatasan terhadap informasi yang bisa diperoleh masyarakat. Jika disahkan, RUU ini bisa menjadi 'alat' untuk mengontrol kebebasan publik memperoleh informasi.
"RUU Rahasia Negara bisa menjadi alat kontrol baru pemerintahan karena lebih banyak berisi tentang pembatasan akses masyarakat terhadap informasi. Banyak pembatasan akses bagi publik," ujar Ifdhal di Gedung DPR, Jakarta, Kamis(2/7/2009).
"Terus terang ini yang mengkhawatirkan kami karena akan membahayakan hak atas informasi," imbuhnya.
Ifdhal menambahkan, RUU ini tidak tepat dibahas di tengah situasi politik yang sedang menghangat karena proses pilpres. Dia mengusulkan agar RUU tersebut ditunda pembahasannya dan biarkan RUU tersebut dibahas oleh DPR selanjutnya.
Ifdhal juga tidak sepakat dengan alasan bahwa tanpa RUU Rahasia Negara akan terjadi kekosongan hukum di wilayah rahasia negara. "Tidak akan ada kekosongan hukum. KUHP pasti mencantumkan pasal-pasal soal kriminalisasi terhadap orang yang menyebarluaskan informasi yang masuk kategori rahasia negara," papar
Ifdhal.
Masa Retensi
Ifdhal juga menyoroti soal masa retensi suatu informasi bisa diakses oleh publik. Masa retensi yang ditentukan selama 30 tahun, menurut Ifdhal, bisa menghambat Komnas HAM dalam menyelesaikan pelanggaran HAM berat yang ingin diselesaikan.
"Ini terlalu lama, dan ini akan menggangu kewenangan Komnas HAM karena butuh waktu menunggu lama untuk bisa mengakses informasi," tuturnya.
Ifdhal mengusulkan, masa retensi itu dipersingkat menjadi 10 tahun saja. "Sekarang saja sudah berat, apalagi ada UU tersebut yang membatasi 30 tahun," kritiknya.
Karena itu Ifdhal mengatakan tidak ada urgensinya bagi DPR untuk terus membahas RUU ini. "Tidak ada urgensi yang terlalu mendesak untuk membahas RUU ini. Lebih baik ditunda," tandasnya
(Rez/rdf)
"RUU Rahasia Negara bisa menjadi alat kontrol baru pemerintahan karena lebih banyak berisi tentang pembatasan akses masyarakat terhadap informasi. Banyak pembatasan akses bagi publik," ujar Ifdhal di Gedung DPR, Jakarta, Kamis(2/7/2009).
"Terus terang ini yang mengkhawatirkan kami karena akan membahayakan hak atas informasi," imbuhnya.
Ifdhal menambahkan, RUU ini tidak tepat dibahas di tengah situasi politik yang sedang menghangat karena proses pilpres. Dia mengusulkan agar RUU tersebut ditunda pembahasannya dan biarkan RUU tersebut dibahas oleh DPR selanjutnya.
Ifdhal juga tidak sepakat dengan alasan bahwa tanpa RUU Rahasia Negara akan terjadi kekosongan hukum di wilayah rahasia negara. "Tidak akan ada kekosongan hukum. KUHP pasti mencantumkan pasal-pasal soal kriminalisasi terhadap orang yang menyebarluaskan informasi yang masuk kategori rahasia negara," papar
Ifdhal.
Masa Retensi
Ifdhal juga menyoroti soal masa retensi suatu informasi bisa diakses oleh publik. Masa retensi yang ditentukan selama 30 tahun, menurut Ifdhal, bisa menghambat Komnas HAM dalam menyelesaikan pelanggaran HAM berat yang ingin diselesaikan.
"Ini terlalu lama, dan ini akan menggangu kewenangan Komnas HAM karena butuh waktu menunggu lama untuk bisa mengakses informasi," tuturnya.
Ifdhal mengusulkan, masa retensi itu dipersingkat menjadi 10 tahun saja. "Sekarang saja sudah berat, apalagi ada UU tersebut yang membatasi 30 tahun," kritiknya.
Karena itu Ifdhal mengatakan tidak ada urgensinya bagi DPR untuk terus membahas RUU ini. "Tidak ada urgensi yang terlalu mendesak untuk membahas RUU ini. Lebih baik ditunda," tandasnya
(Rez/rdf)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 18:58 WIB
Lulus 100%, Siswa SMAN 3 Semarang Bersepeda Keliling Kota
-
Sabtu, 26/05/2012 17:59 WIB
130 Siswa SMA dan SMK di Sumsel Tak Lulus UN
-
Sabtu, 26/05/2012 17:41 WIB
Corby Tak Layak Dibarter dengan Anak Indonesia yang Ditahan di Australia
-
Sabtu, 26/05/2012 17:14 WIB
Lulus UN, Siswa SMK I Pekanbaru Sujud Syukur
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
