Ketua Dewan Pers: RUU Rahasia Negara Tak Perlu
Kamis, 02/07/2009 11:54 WIB
(Foto: dok detikcom)
Jakarta
Pengesahan Rancangan Undang Undang (RUU) Rahasia Negara dinilai akan mengganggu kebebasan pers. Oleh karenanya, dewan pers menganggap RUU ini tidak perlu ada dan tidak perlu untuk disahkan.
Berikut wawancara detikcom bersama Ketua Dewan Pers Ichlasul Amal, Kamis (2/7/2009):
RUU Rahasia Negara dianggap sebagian kalangan akan mengganggu kebebasan pers, tanggapan Bapak?
Memang RUU Rahasia Negara kemungkinan akan digunakan oleh pejabat (negara) untuk tidak memberikan informasi, itu sangat besar. Jadi seharusnya (RUU itu) tidak perlu.
Kalau mau, dipusatkan saja ke RUU yang menyangkut pertahanan negara.
Kalau ini (RUU Rahasia Negara) kan bisa dipakai untuk apa saja (bukan sekadar pertahanan dan keamanan negara).
Seberapa besar dampak RUU ini kalau sudah disahkan bagi kebebasan pers di Indonesia?
Kalau tidak bisa memberikan informasi, persnya kan susah. Apalagi kalau yang (dianggap) membocorkan hal-hal yang bersifat rahasia negara. Baik yang membocorkan maupun menerima itu tidak boleh.
Apakah Bapak melihat batasan kerahasiaan negara itu tidak jelas?
Ya, seolah-olah dari situ yang berkaitan dengan posisinya sebagai pejabat. Apa saja yang dari jabatannya itu rahasia itu tidak disebutkan untuk bidang apa. Kalau sudah dinyatakan sangat rahasia itu sudah masuk rahasia negara.
Apa yang akan dilakukan Dewan Pers?
Jangan sampai disahkan oleh DPR. Kita dulu sudah beberapa kali mau mengundang komunitas pers untuk mempunyai sikap yang sama, karena dari kalangan pers itu sendiri tidak mempunyai respons yang sama. Ini (ketika) baru mau diundang-undangkan baru sibuk.
Dari pers sendiri akan mencoba melobi DPR dan sebagainya supaya DPR tidak menandatanganinya.
Targetnya apa?
Jangan sampai ditandatangani. Kalau sampai akhir jabatan DPR tidak menandatangani, itu berarti akan tertunda.
Jadi targetnya jangan sampai disahkan DPR periode sekarang?
Sekarang sudah tingkat panja dan itu sulit. Tapi kalau tidak ditandatangani, maka akan hilang sendiri.
(amd/nrl)
Berikut wawancara detikcom bersama Ketua Dewan Pers Ichlasul Amal, Kamis (2/7/2009):
RUU Rahasia Negara dianggap sebagian kalangan akan mengganggu kebebasan pers, tanggapan Bapak?
Memang RUU Rahasia Negara kemungkinan akan digunakan oleh pejabat (negara) untuk tidak memberikan informasi, itu sangat besar. Jadi seharusnya (RUU itu) tidak perlu.
Kalau mau, dipusatkan saja ke RUU yang menyangkut pertahanan negara.
Kalau ini (RUU Rahasia Negara) kan bisa dipakai untuk apa saja (bukan sekadar pertahanan dan keamanan negara).
Seberapa besar dampak RUU ini kalau sudah disahkan bagi kebebasan pers di Indonesia?
Kalau tidak bisa memberikan informasi, persnya kan susah. Apalagi kalau yang (dianggap) membocorkan hal-hal yang bersifat rahasia negara. Baik yang membocorkan maupun menerima itu tidak boleh.
Apakah Bapak melihat batasan kerahasiaan negara itu tidak jelas?
Ya, seolah-olah dari situ yang berkaitan dengan posisinya sebagai pejabat. Apa saja yang dari jabatannya itu rahasia itu tidak disebutkan untuk bidang apa. Kalau sudah dinyatakan sangat rahasia itu sudah masuk rahasia negara.
Apa yang akan dilakukan Dewan Pers?
Jangan sampai disahkan oleh DPR. Kita dulu sudah beberapa kali mau mengundang komunitas pers untuk mempunyai sikap yang sama, karena dari kalangan pers itu sendiri tidak mempunyai respons yang sama. Ini (ketika) baru mau diundang-undangkan baru sibuk.
Dari pers sendiri akan mencoba melobi DPR dan sebagainya supaya DPR tidak menandatanganinya.
Targetnya apa?
Jangan sampai ditandatangani. Kalau sampai akhir jabatan DPR tidak menandatangani, itu berarti akan tertunda.
Jadi targetnya jangan sampai disahkan DPR periode sekarang?
Sekarang sudah tingkat panja dan itu sulit. Tapi kalau tidak ditandatangani, maka akan hilang sendiri.
(amd/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
WawancaraTerbaru
Indeks Wawancara »
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
-
Senin, 14/05/2012 20:25 WIB
Pilot Jeffrey Adrian: Radio, HP, Pegunungan Ganggu Komunikasi dengan ATC
-
Kamis, 10/05/2012 19:12 WIB
Menkeu: Saya Memilih Tidak Menjadi Saksi untuk Wa Ode
-
Senin, 07/05/2012 18:52 WIB
Direktur Pembinaan SD: Sekali Lagi, Jangan Terpengaruh SMS Gadungan Soal UN
-
Senin, 30/04/2012 20:20 WIB
Dr Mudzakkir: Jangan Sampai Anak Jadi Tameng Penangguhan Penahanan
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
