detikcom

Sambil Bawa Anak, Ibu-ibu Tolak SBY-Boediono di Makassar

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Rabu, 01/07/2009 13:42 WIB
Makassar Sekitar dua ratusan orang ibu-ibu berunjukrasa menolak SBY-Boediono. Pasangan kontestan Pilpres 2009 itu dinilai sebagai antek pemodal asing dan neo-liberalisme. Program pembangunan pasangan ini juga dianggap tidak berpihak pada rakyat miskin.

Aksi demo kelompok yang menamakan diri Solidaritas Perjuangan untuk Pembebasan Tanah Air (Spartan) ini digelar di halaman kantor KPUD Sulawesi Selatan, Jl AP Pettarani, Makassar, Rabu (1/7/2009).

"Bahwa SBY-Boediono antek neo-liberalisme sudah jelas dengan mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan. Kebijakannya memberikan peluang pada pemodal asing mengeruk kekayaan alam Indonesia dan mengaburkan mata masyarakat dengan BLT dan KUR," seru Daeng Baji, salah seorang koordinator unjuk rasa dalam orasinya.

Para demonstran juga mengatakan, kebijakan Beodiono selama ini tidak berpihak pada rakyat miskin. Baik semasa duduk di kabinet sebagai Menko Perekonomian maupun ketika menjadi Gubernur BI.

Selama orasi berlangsung puluhan orang lainnya menyebar ke dua sisi Jl AP Pettarani untuk mengajak para pengguna jalan tidak memilih SBY-Boediono pada 8 Juni nanti. Akibat aksi ini, arus lalu lintas dari Jl Sultan Alauddin-Tol Reformasi dan arah sebaliknya mengalami kemacetan panjang.

Aksi siang ini bertepatan dengan kedatangan Boediono dan istri ke Makassar. Cawapres Boediono pada pukul 13.00 WITA menggelar kampanye dialogis di GOR Matoangin, Makassar.

Selain menggelar orasi, para demonstran juga mengusung berbagai spanduk berwarna hitam dengan tulisan putih. Bunyi tulisan dalam spanduk-spanduk tersebut antara lain 'Tolak Neoliberalisme', 'Hapus Utang Luar Negeri' dan 'Bentuk Pemerintahan Koalisi Nasional'.

Pantauan detikcom, tidak sedikit dari para pengunjuk rasa yang membawa atau menggendong anak kecil. Mereka juga tidak semuanya terlihat serius mendengarkan orasi politik yang disampaikan bergantian sejumlah demonstran. Beberapa di antara mereka malah memilih berteduh di pinggir jalan karena cuaca cukup terik.

(lh/djo)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    BeritaTerbaru Indeks Berita »
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel