detikcom

Menhut: Pemberitaan Asap di Riau Terlalu Dibesar-besarkan

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Rabu, 01/07/2009 13:12 WIB
ilustrasi
Pekanbaru Menhut MS Kaban mengakui adanya kabut asap di wilayah Riau. Namun dia menyebut masalah asap ini terlalu dibesar-besarkan media massa nasional dan lokal.

"Pagi hari memang ada asap di Riau. Namun menjelang siang kabut asap sudah hilang. Asap itupun berasal dari petani yang membuka lahan pertanian. Namun selama ini setiap hari media massa selalu membesar-besarkan masalah ini,” kata Menhut MS Kaban, disela-sela Pencanangan dan Sosialisasi Cagar Biosfer, Giam Siak Kecil, Bukit Batu di Hotel Pangeran, Pekanbaru, Rabu
(1/07/2009).

Menurut Menhut, soal kebakaran lahan di Riau yang menimbulkan kabut asap hanya dilakukan oleh petani, bukan perusahaan. Padahal data di Dinas Kehutanan Provinsi Riau menyebut ada 13 pemegang konsesi Hutan Tanaman Industri dan 30 pemegang Hak Guna Usaha milik perkebunan kelapa sawit milik perusahaan yang terindikasi terjadi bekaran lahan.

Hari ini, ketika Menhut berkunjung ke Pekanbaru cuaca memang cerah, tidak ada kabut asap yang menyelimuti wilayah Pekanbaru. Hal itu dimungkinkan, karena dua hari yang lalu di sejumlah wilayah Riau turun hujan lebat yang menghilangkan titik api di sejumlah kabupaten dan kota di Riau.

Padahal, sepekan sebelumnya, fakta di lapangan sejumlah penerbangan di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru sempat terganggung karena jarak pandang yang terbatas dibawah 1 km. Jarak pandang yang terbatas ini bukan karena disebabkan embun, melainkan kabut asap yang tebal. Namun fakta ini seakan ditampik Menhut yang menganggap media massa terlalu membesar-besarkan masalah kabut asap.

"Pemberitaan dari Riau janganlah hanya yang jelek-jelaknya saja. Buktinya sekarang inikan Riau memiliki Cagar Biosfer yang ditetapkan secara internasional,” kata Kaban.

Cagar Biosfer


Soal Cagar Biosfer ini, kata Menhut, saat ini Riau telah menyumbang ekosistem lahan gambut untuk warisan dunia dengan penetapan hutan suaka margasatwa Giam Siak Kecil-Bukit Batu dengan jumlah 162 ribu hektar ditetapkan UNESCO sebagai Cagar Biosfer dunia.

"Negara kita kembali berkontribusi secara nyata dalam pelestarian landskap ekosistem berikut kekayaan keanekaragaman hayati dan budaya di dalamnya bagi dunia mengantisipasi dampak negatif dari pemanasan global. Kehadiran cagar biosfer di Riau menjadi bagian dari jaringan dunia yang pada tahun ini telah berkambang menjadi 553 lokasi tersebar di 107 negara," kata Menhut.

Cagar Biosfer ini pertama kalinya diusulkan oleh Sinar Mas Group kepada pemerintah Indonesia melalui Komisi Nasional Man and the Bisofer (MAB) UNESCO. Ini adalah pertama kalinya Indonesia bahkan mungkin di dunia ada usulan datang dari sektor industri. Dimana Sinar Mas memberikan lahan konsesinya seluas 72 ribu hektar untuk Cagar Biosfer untuk melengkapi hutan swaka margasatwa Giak Siak Kecil dan Bukit Batu di Riau.

"Kami berharap kepedulian ini dapat terus berjalan dengan konsisten sekaligus menjadi contoh serta awal yang baik bagi kalangan industri untuk selalu peduli pada kelestarian keanekaragaman hayati," kata Prof Dr Endang Sukara, Ketua Komite Nasional MAB Indonesia yang juga Deputi LIPI Ilmu Pengetahuan Hayati.


(cha/djo)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel