Sidang Berat Sebelah, Keluarga David Ganti Pengacara
Selasa, 30/06/2009 15:52 WIB
Jakarta
Sidang pengadilan koroner atas kematian David Hartanto Widjaja dinilai berat sebelah. Keluarga David pun berencana mengganti pengacara.
"Persidangan David di Singapura pada 24 dan 25 Juni yang lalu, itu berat sebelah. Itu bukan benar-benar sidang, tetapi hanya untuk melindungi Nanyang University dan si pembunuh," kata kuasa hukum David, OC Kaligis, dalam jumpa pers di kantor OC Kaligis, Jalan Majapahit, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2009).
Menurut dia, saksi-saksi yang dihadirkan seperti ahli patologi dan ahli digital forensik tidak ada yang diterima oleh Pengadilan Singapura.
"Justru saksi dari mereka semua hadir," ujar dia.
Dikatakan dia, pihaknya juga berencana mengganti pengacara. Sebab, pengacara David asal Singapura yang sebelumnya bilang David dibunuh tiba-tiba bilang David tidak dibunuh.
"Ada apa ini? Kita tidak mau kalau dinyatakan David itu bunuh diri. Ini pure kriminal karena Pemerintah Singapura tidak ingin David memiliki kekayaan intelektual seperti itu," kata Kaligis.
Ayahanda David, Hartono Widjaya, mengatakan hal yang sama. Menurut dia, Pengadilan di Singapura untuk kasus David bukan merupakan pengadilan tetapi pembohongan belaka.
"Saksi-saksi yang dihadirkan tidak ada yang benar. Kami minta kepada pemerintah sebagai WNI agar memberikan tekanan kepada pemerintah Singapura agar kasus David dapat diungkap secara adil," kata Hartono.
(aan/nrl)
"Persidangan David di Singapura pada 24 dan 25 Juni yang lalu, itu berat sebelah. Itu bukan benar-benar sidang, tetapi hanya untuk melindungi Nanyang University dan si pembunuh," kata kuasa hukum David, OC Kaligis, dalam jumpa pers di kantor OC Kaligis, Jalan Majapahit, Jakarta Pusat, Selasa (30/6/2009).
Menurut dia, saksi-saksi yang dihadirkan seperti ahli patologi dan ahli digital forensik tidak ada yang diterima oleh Pengadilan Singapura.
"Justru saksi dari mereka semua hadir," ujar dia.
Dikatakan dia, pihaknya juga berencana mengganti pengacara. Sebab, pengacara David asal Singapura yang sebelumnya bilang David dibunuh tiba-tiba bilang David tidak dibunuh.
"Ada apa ini? Kita tidak mau kalau dinyatakan David itu bunuh diri. Ini pure kriminal karena Pemerintah Singapura tidak ingin David memiliki kekayaan intelektual seperti itu," kata Kaligis.
Ayahanda David, Hartono Widjaya, mengatakan hal yang sama. Menurut dia, Pengadilan di Singapura untuk kasus David bukan merupakan pengadilan tetapi pembohongan belaka.
"Saksi-saksi yang dihadirkan tidak ada yang benar. Kami minta kepada pemerintah sebagai WNI agar memberikan tekanan kepada pemerintah Singapura agar kasus David dapat diungkap secara adil," kata Hartono.
(aan/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:41 WIB
Corby Tak Layak Dibarter dengan Anak Indonesia yang Ditahan di Australia
-
Sabtu, 26/05/2012 17:14 WIB
Lulus UN, Siswa SMK I Pekanbaru Sujud Syukur
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:42 WIB
Bandar Sabu Diciduk di Area Gedung Lembaga Sensor Film
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
