Warta No. 1
Agenda Neoliberal dalam Pencalonan Gubernur BI
Senin, 29/06/2009 17:26 WIB
Jakarta
Rencana dipilihnya Sri Mulyani Indrawati oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon gubenur Bank Indonesia menggantikan Boediono, mendapat reaksi keras dari sejumlah kalangan. Sebab, Menteri Keuangan yang merangkap sebagai Plt Menko Ekonomi dan Keuangan ini dianggap pengusung kebijakan ekonomi neoliberal yang pro asing.
"Kalau BI di bawah kendalinya dipastikan produk-produk keuangan atau perbankan milik investor asing akan leluasa dan secara mudah masuk ke Indonesia," ujar anggota Komisi Keuangan DPR, Dradjat Wibowo di Jakarta, beberapa hari lalu. Apalagi lebih dari 50 persen bank nasional dikuasai asing, dan selama ini kurang merespon ketentuan BI. Misalnya, kebijakan suku bunga BI tidak direspon sehingga suku bunga perbankan tak kunjung turun.
Semestinya, menurut Dradjat, BI bertugas memperketat masuknya asing. Dicontohkan, produk derivatif harusnya diperiksa dulu apakah layak bagi masyarakat, namun BI justru yang membebaskan. Karena itu dikuatirkan jika Mulyani yang terpilih menjadi Gubernur BI, kebijakan BI yang saat ini sudah sangat longgar terhadap investor asing akan terjadi lagi.
Di bawah kepemimpinan Boediono, BI dianggap sangat longgar terhadap investor asing. Transaksi derivatif semakin marak. Bank-bank asing diduga memicu transaksi derivatif perbankan dalam tiga tahun ini akibat ketentuan BI mengenai posisi devisa neto dalam transaksi devisa. Produk spekulatif ini mensyaratkan penggunaan dollar AS sehingga nilai tukar rupiah tertekan.
Kalau Sri Mulyani menggantikan Boediono, sudah pasti kebijakannya tidak akan berbeda jauh. Apalagi mantan konsultan USAID dan Executive Director IMF ini dikelompokan sebagai penganut neoliberal. Tak heran jika kebijakan anggota Komite Reformasi Internal IMF ini selalu dihubungkan dengan agenda Mafia Berkeley, di mana dia dan Boediono dianggap sebagai penerusnya.
"Dengan neoliberalisme, Sri Mulyani sebagai bagian dari Mafia Berkeley dan IMF, membawa ekonomi nasional ke arah kegagalan. Namun presiden masih membela Sri. Itu yang kita sayangkan," kata Yustiani MA, alumnus ITB dan McGill University. (adv/adv)
"Kalau BI di bawah kendalinya dipastikan produk-produk keuangan atau perbankan milik investor asing akan leluasa dan secara mudah masuk ke Indonesia," ujar anggota Komisi Keuangan DPR, Dradjat Wibowo di Jakarta, beberapa hari lalu. Apalagi lebih dari 50 persen bank nasional dikuasai asing, dan selama ini kurang merespon ketentuan BI. Misalnya, kebijakan suku bunga BI tidak direspon sehingga suku bunga perbankan tak kunjung turun.
Semestinya, menurut Dradjat, BI bertugas memperketat masuknya asing. Dicontohkan, produk derivatif harusnya diperiksa dulu apakah layak bagi masyarakat, namun BI justru yang membebaskan. Karena itu dikuatirkan jika Mulyani yang terpilih menjadi Gubernur BI, kebijakan BI yang saat ini sudah sangat longgar terhadap investor asing akan terjadi lagi.
Di bawah kepemimpinan Boediono, BI dianggap sangat longgar terhadap investor asing. Transaksi derivatif semakin marak. Bank-bank asing diduga memicu transaksi derivatif perbankan dalam tiga tahun ini akibat ketentuan BI mengenai posisi devisa neto dalam transaksi devisa. Produk spekulatif ini mensyaratkan penggunaan dollar AS sehingga nilai tukar rupiah tertekan.
Kalau Sri Mulyani menggantikan Boediono, sudah pasti kebijakannya tidak akan berbeda jauh. Apalagi mantan konsultan USAID dan Executive Director IMF ini dikelompokan sebagai penganut neoliberal. Tak heran jika kebijakan anggota Komite Reformasi Internal IMF ini selalu dihubungkan dengan agenda Mafia Berkeley, di mana dia dan Boediono dianggap sebagai penerusnya.
"Dengan neoliberalisme, Sri Mulyani sebagai bagian dari Mafia Berkeley dan IMF, membawa ekonomi nasional ke arah kegagalan. Namun presiden masih membela Sri. Itu yang kita sayangkan," kata Yustiani MA, alumnus ITB dan McGill University. (adv/adv)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Senin, 28/05/2012 01:00 WIB
'Oasis' di Tengah Kota Jakarta
Coasta Villa - beach resort living...
-
Selasa, 15/05/2012 10:15 WIB
www.mecglobal.com
MEC, rayakan hari jadi ke 10
-
Sabtu, 26/05/2012 17:01 WIB
Pembunuh Ayah dan Anak dengan Linggis di Depok Ditangkap Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:57 WIB
Waspada! Perampasan Motor Berkedok Razia Melibatkan Oknum Polisi
-
Sabtu, 26/05/2012 16:07 WIB
Ini Dia Hasil UN SMA di DKI Jakarta
-
Sabtu, 26/05/2012 15:22 WIB
Lengkapi Izin, Promotor Lady Gaga Diberi Waktu Hingga Senin
-
280 Komentar
-
246 Komentar
-
237 Komentar
-
221 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
