37 Warga Afganistan Kabur dari Rudenim Pekanbaru
Minggu, 28/06/2009 21:47 WIB
Pekanbaru
37 warga Afganistan berhasil kabur dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pekanbaru, Riau sekitar pukul 04.00 WIB. Sebagian dari mereka ada yang berasal dari Imigrasi Jakarta dan sebagian lagi ada yang tertangkap di wilayah Riau.
Mereka sengaja masuk ke Indonesia untuk melanjutkan perjalanan ke Australia. Eksodus ini terjadi karena peperangan di negara mereka tak kunjung usai.
Cara mereka kabur dengan merusak pintu tahanan. Mereka kemudian menyambung sejumlah kain dan celana untuk membentuk sebuah tali yang akan digunakan untuk melompat pagar.
Beberapa di antara mereka diduga mengalami luka akibat pelarian ini. Pasalnya, pagar Rudenim yang dipasang kawat berduri tersebut ada bercak darah.
Lolosnya sejumlah tahanan ini dibenarkan Kepala Rudenim Pekanbaru, Yanijur. Pihaknya mengaku telah melaporkan kasus ini ke kepolisian setempat.
"Mereka ini melarikan diri karena tidak sabar untuk dipulangkan, padahal saat ini kita sedang berkoordinasi dengan United Nation High Commissioner for Refugees (UNHCR) untuk kepulangan mereka," kata Yanijur kepada wartawan, Minggu (28/6/2009).
Hingga saat ini, masih ada 64 tahanan warga Afganistan yang berada di Rudenim Pekanbaru. Mereka tampaknya enggan mengikuti jejak rekannya yang melarikan diri.
Menurut Ali Sayennoja, rencana pelarian ini sudah dirancang jauh-jauh hari. Rasa bosan menunggu kepulangan yang tidak jelas dari UNHCR menjadi salah satu penyebab kaburnya mereka. Padahal, tambah Ali, mereka sempat menasehati tindakan tersebut.
"Kita sudah nasihati, bagaimana pun persoalan ini pasti akan diurus oleh UNHCR, namun mereka tidak bersabar dan akhirnya mereka sepakat kabur," kata Ali.
(mok/mok)
Mereka sengaja masuk ke Indonesia untuk melanjutkan perjalanan ke Australia. Eksodus ini terjadi karena peperangan di negara mereka tak kunjung usai.
Cara mereka kabur dengan merusak pintu tahanan. Mereka kemudian menyambung sejumlah kain dan celana untuk membentuk sebuah tali yang akan digunakan untuk melompat pagar.
Beberapa di antara mereka diduga mengalami luka akibat pelarian ini. Pasalnya, pagar Rudenim yang dipasang kawat berduri tersebut ada bercak darah.
Lolosnya sejumlah tahanan ini dibenarkan Kepala Rudenim Pekanbaru, Yanijur. Pihaknya mengaku telah melaporkan kasus ini ke kepolisian setempat.
"Mereka ini melarikan diri karena tidak sabar untuk dipulangkan, padahal saat ini kita sedang berkoordinasi dengan United Nation High Commissioner for Refugees (UNHCR) untuk kepulangan mereka," kata Yanijur kepada wartawan, Minggu (28/6/2009).
Hingga saat ini, masih ada 64 tahanan warga Afganistan yang berada di Rudenim Pekanbaru. Mereka tampaknya enggan mengikuti jejak rekannya yang melarikan diri.
Menurut Ali Sayennoja, rencana pelarian ini sudah dirancang jauh-jauh hari. Rasa bosan menunggu kepulangan yang tidak jelas dari UNHCR menjadi salah satu penyebab kaburnya mereka. Padahal, tambah Ali, mereka sempat menasehati tindakan tersebut.
"Kita sudah nasihati, bagaimana pun persoalan ini pasti akan diurus oleh UNHCR, namun mereka tidak bersabar dan akhirnya mereka sepakat kabur," kata Ali.
(mok/mok)
Baca Juga
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
220 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
