Menneg PP Minta Aturan Hukum Dipertegas Agar Kasus Prita Tak Terulang
Kamis, 25/06/2009 16:12 WIB
Jakarta
Hakim kasus pencemaran yang menyeret Prita Mulyasari telah menerima keberatan (eksepsi) ibu dua anak itu. Persidangan kasus Prita pun dihentikan. Itu membuktikan, Prita memang tidak bersalah.
"Alhamdulillah, dia bebas berarti dia nggak bersalah," ujar Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR, di Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
Meutia mengatakan, kasus Prita yang menghebohkan itu dapat membuat seseorang takut untuk mengeluarkan pendapat. Apalagi, jika pendapat yang dilansir melalui internet dapat dijerat dengan UU Informasi dan Teknologi.
"Ini akan membuat orang takut IT, walaupun setahu saya kan dia (Prita) curhatnya hanya ke 1 orang saja tapi orang tersebut yang menyebarluaskan," katanya.
Meutia menambahkan, pihak-pihak terkait harus lebih menegaskan lagi aturan hukum. Penggunaan tuntutan atas UU harus tepat sehingga tidak merugikan korban.
"Jangan sewenang-wenang, harus ada kejelasan UU mana yang dipakai. Kan kasihan sudah begitu lama masuk (penjara), tahu-tahu bebas. Jadi nggak fair," jelasnya.
Meutia melihat adanya faktor genderitas yang bermain. "Apa karena dia perempuan, kalau laki-laki yang komplain (melakukan kritik yang sama seperti Prita) apa akan seperti dia (Prita)?" tanyanya.
(ken/iy)
"Alhamdulillah, dia bebas berarti dia nggak bersalah," ujar Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Meutia Hatta usai rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR, di Senayan, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
Meutia mengatakan, kasus Prita yang menghebohkan itu dapat membuat seseorang takut untuk mengeluarkan pendapat. Apalagi, jika pendapat yang dilansir melalui internet dapat dijerat dengan UU Informasi dan Teknologi.
"Ini akan membuat orang takut IT, walaupun setahu saya kan dia (Prita) curhatnya hanya ke 1 orang saja tapi orang tersebut yang menyebarluaskan," katanya.
Meutia menambahkan, pihak-pihak terkait harus lebih menegaskan lagi aturan hukum. Penggunaan tuntutan atas UU harus tepat sehingga tidak merugikan korban.
"Jangan sewenang-wenang, harus ada kejelasan UU mana yang dipakai. Kan kasihan sudah begitu lama masuk (penjara), tahu-tahu bebas. Jadi nggak fair," jelasnya.
Meutia melihat adanya faktor genderitas yang bermain. "Apa karena dia perempuan, kalau laki-laki yang komplain (melakukan kritik yang sama seperti Prita) apa akan seperti dia (Prita)?" tanyanya.
(ken/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB
Grasi Corby Diharapkan Dapat Memudahkan Masalah WNI di Luar Negeri
-
Minggu, 27/05/2012 08:22 WIB
Timses Hidayat-Didik Sambut Baik Keinginan Foke Ikut Debat Cagub DKI
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 07:22 WIB
Menengok Kehidupan di Pulau Terluar Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 06:10 WIB
Mengenal Mutiarani, Siswi dengan Nilai UN Tertinggi se-Indonesia
-
Minggu, 27/05/2012 07:43 WIB
Komwas PD: Penghadangan Anas Tak Lepas Dari Masalah Internal DPD Malut
-
Minggu, 27/05/2012 04:05 WIB
Mayat Tinggal Tengkorak Ditemukan di Kebon Jeruk
-
Minggu, 27/05/2012 05:27 WIB
Hidayat-Didik Mendapat Dukungan dari Warga Jakarta di Jepang
-
284 Komentar
-
237 Komentar
-
220 Komentar
-
220 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
