Terima Kritikan Amnesty Internasional, BHD Minta Bukti
Kamis, 25/06/2009 15:52 WIB
Jakarta
Organisasi yang bergerak dalam bidang hak asasi manusia (HAM), Amnesty Internasional menyatakan adanya peningkatan kekerasan yang dilakukan polisi terhadap tersangka yang ditahan. Polri pun menerima kritikan yang dilontarkan lembaga tersebut.
"Kita tidak marah dengan dikritisi, tetapi mohon juga ada keseimbangan," ujar Kapolri Jendral Polisi Bambang Hendarso Danuri (BHD) usai memberikan sambutan pada acara Seminar Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Polri, di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
Meski demikian, Kapolri menyayangkan temuan Amnesty International tersebut. Menurutnya apabila ditemukan fakta tersebut, mengapa tidak disampaikan kepada polisi.
"Apakah waktu ditemukan dari kepolisian diajak dan diberitahu? Sehingga kita bisa mempertanggungjawabkan secara yuridis formal bahwa fakta itu ada," kata BHD.
Jenderal Bintang Empat tersebut juga menyarankan agar dalam melakukan penilain terhadap polisi tidak kasus per kasus. Selain itu, Kapolri juga berharap agar permasalahan seperti ini tidak hanya ditanyakan kepada pihak yang berkepentingan, karena mereka dianggap pasti akan melakukan pembelaan.
Kapolri menambahkan dirinya juga tidak menampik apabila masih ada kekerasan yang dilakukan oleh anggotanya. Meski demikian, dia mengaku saat ini tengah dalam proses menghilangkan budaya kekerasan tersebut. Untuk itu, dirinya berjanji akan menindak tegas polisi pelaku kekerasan.
"Saya tekankan, kita akan ambil tindakan tegas bagi siapa saja anggota polri yang melakukan pelanggaran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata pria yang pernah menjadi Kapolda Sumut tersebut.
(ddt/ken)
"Kita tidak marah dengan dikritisi, tetapi mohon juga ada keseimbangan," ujar Kapolri Jendral Polisi Bambang Hendarso Danuri (BHD) usai memberikan sambutan pada acara Seminar Implementasi Prinsip dan Standar HAM dalam Penyelenggaraan Tugas Polri, di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (25/6/2009).
Meski demikian, Kapolri menyayangkan temuan Amnesty International tersebut. Menurutnya apabila ditemukan fakta tersebut, mengapa tidak disampaikan kepada polisi.
"Apakah waktu ditemukan dari kepolisian diajak dan diberitahu? Sehingga kita bisa mempertanggungjawabkan secara yuridis formal bahwa fakta itu ada," kata BHD.
Jenderal Bintang Empat tersebut juga menyarankan agar dalam melakukan penilain terhadap polisi tidak kasus per kasus. Selain itu, Kapolri juga berharap agar permasalahan seperti ini tidak hanya ditanyakan kepada pihak yang berkepentingan, karena mereka dianggap pasti akan melakukan pembelaan.
Kapolri menambahkan dirinya juga tidak menampik apabila masih ada kekerasan yang dilakukan oleh anggotanya. Meski demikian, dia mengaku saat ini tengah dalam proses menghilangkan budaya kekerasan tersebut. Untuk itu, dirinya berjanji akan menindak tegas polisi pelaku kekerasan.
"Saya tekankan, kita akan ambil tindakan tegas bagi siapa saja anggota polri yang melakukan pelanggaran dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata pria yang pernah menjadi Kapolda Sumut tersebut.
(ddt/ken)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 05:05 WIB
Lawan Arus, Pemotor di Makassar Ditabrak Truk Hingga Tewas
-
Kamis, 24/05/2012 02:39 WIB
Menghitung Sisa Hukuman Sang 'Ratu Mariyuana' Corby
-
Kamis, 24/05/2012 01:28 WIB
Menelisik Batu Beraksara di Gunung Padang
-
Kamis, 24/05/2012 00:22 WIB
Menlu: Pandangan Ekstrim Tantangan Bagi Perlindungan HAM RI
-
Rabu, 23/05/2012 23:20 WIB
Ari Sigit Hadirkan Kurator Sebagai Saksi Penggelapan
-
Kamis, 24/05/2012 04:04 WIB
8 Jenazah WN Rusia Korban Sukhoi Dipulangkan dengan Ilyushin
-
Kamis, 24/05/2012 02:13 WIB
Biadab! Pria Muda Perkosa & Bunuh Anak 4 Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 02:39 WIB
Menghitung Sisa Hukuman Sang 'Ratu Mariyuana' Corby
-
Kamis, 24/05/2012 01:28 WIB
Menelisik Batu Beraksara di Gunung Padang
-
686 Komentar
-
235 Komentar
-
219 Komentar
-
211 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,049.000
- Rp 469.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
