Detik.com News
Detik.com
Kamis, 25/06/2009 02:37 WIB

Dua Gempa Berurutan Guncang Ujung Kulon

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Dua Gempa Berurutan Guncang Ujung Kulon foto : bmkg
Jakarta - Ujung kulon diguncang dua kali gempa berurutan pada titik berdekatan. Gempa ini adalah gempa ketiga yang menggoncang Jawa Barat dalam beberapa minggu terakhir.

Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofosika (BMKG), gempa pertama dengan kekuatan 5.0 skalarichter terjadi pada pukul 23.00 WIB (Rabu, 24/6/2009), pada titik 91 km barat daya Ujung Kulon, Jawa Barat.

Hanya berjarak 1 Km dari pusat gempa pertama, gempa berkekuatan 5.1 skalarichter terasa kembali pada pukul 02.00 WIB, Kamis (25/6/2009).

Gempa ini adalah gempa ketiga yang mengguncang wilayah Jawa barat dalam kurun waktu Juni 2009. Sebelumnya, pada tanggal 14 Juni 2009, gempa berkekuatan 5.1 skala richter mengguncang pantai barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat.

BMKG memperingatkan nelayan di sekitar pusat gempa untuk berhati-hati saat melaut. gelombang tinggi sebagai imbas dari gempa diperkirakan akan terasa.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(van/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%