Bakorkamla-LAPAN Kerjasama Pantau Laut
Rabu, 24/06/2009 16:54 WIB
Jakarta
Guna memantau perairan Indonesia, pemerintah akan melakukan pemantauan dengan peginderaan jauh. Pemantauan ini akan dilakukan Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) bersama dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) yang akan memanfaatkan penginderaan tersebut.
Kerjasama pemanfaatan penginderaan jarak jauh ini disepakati melalui penandatangan MoU (nota kesepahaman) antara Sekretaris Pelaksana Harian Bakorkamla Dicky Munaf dan Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN Nurhidayat di Kantor Bakorkamla, Jl Gunung Sahari, Jakarta, Rabu (24/6/2009).
Kerjasama ini akan berlaku selama lima tahun dengan meliputi pendayagunaan fasilitas dan teknologi penginderaan jauh meliput perolehan, pengolahan, analisis dan interpretasi data satelit. LAPAN berjanji mengirimkan langsung data yang diperolehnya ke Bakorkamla.
"Tidak sampai satu jam bisa ditampilkan di crisis center Bakorkamla," kata Nurhidayat usai acara tersebut.
Kedua belah pihak juga sepakat mengadakan pelatihan dan pendidikan guna meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Termasuk merintis peluang kerja sama internasional terkait pemanfaatan penginderaan jauh maritim.
Sementara, Sekretaris Pelaksan Harian Bakorkamla Dicky Munaf mengatakan, sejak 2 tahun lalu, Bakorkamla banyak mendapat tawaran pengembangan satelit keamanan laut dari negara asing. Diharapkan dengan penggunaan penginderaan jauh akan membuat efektif dan efisien patroli keamanan laut. Waktu dan bahan bakar bisa dihemat.
"Kapal tak perlu operasi terus menerus. Cukup bergerak ketika satelit menunjukkan kegiatan tidak wajar di laut," ujarnya.
(zal/iy)
Kerjasama pemanfaatan penginderaan jarak jauh ini disepakati melalui penandatangan MoU (nota kesepahaman) antara Sekretaris Pelaksana Harian Bakorkamla Dicky Munaf dan Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN Nurhidayat di Kantor Bakorkamla, Jl Gunung Sahari, Jakarta, Rabu (24/6/2009).
Kerjasama ini akan berlaku selama lima tahun dengan meliputi pendayagunaan fasilitas dan teknologi penginderaan jauh meliput perolehan, pengolahan, analisis dan interpretasi data satelit. LAPAN berjanji mengirimkan langsung data yang diperolehnya ke Bakorkamla.
"Tidak sampai satu jam bisa ditampilkan di crisis center Bakorkamla," kata Nurhidayat usai acara tersebut.
Kedua belah pihak juga sepakat mengadakan pelatihan dan pendidikan guna meningkatkan kemampuan sumber daya manusia. Termasuk merintis peluang kerja sama internasional terkait pemanfaatan penginderaan jauh maritim.
Sementara, Sekretaris Pelaksan Harian Bakorkamla Dicky Munaf mengatakan, sejak 2 tahun lalu, Bakorkamla banyak mendapat tawaran pengembangan satelit keamanan laut dari negara asing. Diharapkan dengan penggunaan penginderaan jauh akan membuat efektif dan efisien patroli keamanan laut. Waktu dan bahan bakar bisa dihemat.
"Kapal tak perlu operasi terus menerus. Cukup bergerak ketika satelit menunjukkan kegiatan tidak wajar di laut," ujarnya.
(zal/iy)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Kamis, 24/05/2012 05:05 WIB
Lawan Arus, Pemotor di Makassar Ditabrak Truk Hingga Tewas
-
Kamis, 24/05/2012 02:39 WIB
Menghitung Sisa Hukuman Sang 'Ratu Mariyuana' Corby
-
Kamis, 24/05/2012 01:28 WIB
Menelisik Batu Beraksara di Gunung Padang
-
Kamis, 24/05/2012 00:22 WIB
Menlu: Pandangan Ekstrim Tantangan Bagi Perlindungan HAM RI
-
Rabu, 23/05/2012 23:20 WIB
Ari Sigit Hadirkan Kurator Sebagai Saksi Penggelapan
-
Kamis, 24/05/2012 04:04 WIB
8 Jenazah WN Rusia Korban Sukhoi Dipulangkan dengan Ilyushin
-
Kamis, 24/05/2012 02:13 WIB
Biadab! Pria Muda Perkosa & Bunuh Anak 4 Tahun
-
Kamis, 24/05/2012 02:39 WIB
Menghitung Sisa Hukuman Sang 'Ratu Mariyuana' Corby
-
Kamis, 24/05/2012 01:28 WIB
Menelisik Batu Beraksara di Gunung Padang
-
686 Komentar
-
235 Komentar
-
219 Komentar
-
210 Komentar
Lapsus
Index »
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Senin, 21/05/2012 12:10 WIB
Berapapun Dibayar Asal Bungkam
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 469.000
- Rp 2,796.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








Sending your message



.gif)

_2.gif)
